
Aku ingin melepaskan pelukan ini, dan meminta penjelasan pada mas Rino, apa maksudnya. Aku sungguh tidak paham dengan semua yang dikatakannya.
"apa kamu masih belum mengingatnya Rin?" tanya nya
"apasih mas? tolong jelasin aku benar-benar tidak paham." ucapku
Tiba-tiba terdengar ketukan dipintuku, ibuku memanggilku karena ternyata pintuku dikunci oleh mas Rino. Aku dan mas Rino panik bukan main, aku langsung menyuruh mas Rino sembunyi dibawah kasur.
"iyaa bu, ada apa?" tanyaku
"kamu kenapa sepertinya ibu mendengarmu berbicara." tanya ibuku
"ohh aku hanya mengangkat telfon dari temanku bu, tidak apa-apa." jawabku
"oh yasudah istirahatlah." ucap ibu dan langsung kedepan lagi
terdengar suara sensei Mita mencari mas Rino.
"bu, liat mas Rino?" tanya sensei Mita
"sepertinya masih dikamar mandi, soalnya pintunya masih terkunci." ucap Ibuku
__ADS_1
"Mass, sana keluar, kamu sudah dicari istrimu." ucapku sekaligus mengusir
"tapi aku masih sangat rindu padamu Rin." ucapnya
"apa-apaan sih kamu mas, nggausah gila deh. sana keluar." ucapku tegas
Mas Rino kemudian keluar dari kamar ku. Aku malah jadi semakin bingung, sebenarnya apa yang terjadi dan apa yang berubah. Seingatku aku dan mas Rino tidak dekat, kami dekat dimasa aku kembali muda. kenapa ini seperti ini, aku sangat bingung.
Lamunanku dibuyarkan ibuku yang membuka pintu ku.
"nduk, ini Rino dan istrinya mau pamit pulang." ucap ibuku
"ohiya mas, atiati dijalan." ucapku yang dibalas dengan tatapan sinis oleh sensei Mita
Setelah mereka sudah pergi, aku memanggil ibuku untuk bertanya, sebenarnya apa yang terjadi.
"ibu, aku mau bertanya." ucapku
"iya mau nanya apa?" tanya ibu balik
"tadi mas rino sempet masuk kamarku bu, dan dia minta maaf karena telah meninggalkanku, maksudnya apa bu? kenapa aku tidak ingat sama sekali." ucapku
__ADS_1
"apa kamu masih belum ingat apapun nduk. Ibu tidak pernah membahas ini sebelumnya padamu, karena kalau kamu ditanya soal ini, kamu akan menangis, dan kamu juga tidak pernah menanyakannya pada Ibu." ucap Ibu
"maksud ibu apa?aku benar tidak mengerti tolong jelaskan bu." tanyaku lagi yang begitu penasaran
" kalian kan pernah pacaran nduk, masak masih lupa. hubungan kalian berakhir saat kamu diculik selama berhari-hari nduk, kamu begitu stress dan trauma akan hal itu, lalu Rino memilih meninggalkan mu karena ada alasan, katanya demi melindungimu apalagi kamu tidak mengingatnya sama sekali, maka dari itu tadi ibu kaget saat kamu memeluk rino, ibu pikir kamu sudah ingat. Setelah kamu lulus kuliah apa yaa, Rino menikah dengan mita. Kata pak Brata sih, Rino sebenarnya tidak ingin menikahi mita, tapi ada paksaan dari dalam, pak Brata pun juga tidak tahu sebenarnya masalah apa sampai Rino terpaksa menikahi Mita." jelas Ibuku
"jadi sebelum Rin kuliah, Rin pernah amnesia ya bu? dan amnesia itu hanya untuk kenangan Rin dan mas Rino?" tanyaku lagi
"bisa dibilang begitu. padahal kalian berdua sudah menyiapkan tiket untuk pergi sekolah keluar negeri, tapi karena kejadian itu, semuanya batal ditambah kamu tidak mengingat Rino sama sekali." ucap Ibu
"setelah aku diculik, mas Rino kemana bu?" tanyaku
"dia kuliah ke Australia, seperti saranmu agar dia melanjutkan S2." ucap Ibu
"Ya Allah." aku langsung menangis memeluk ibuku
Jadi, kejadian yang kualami selama ini benar adanya, dan secara tidak langsung aku mengulangi kejadian ini. Hanya saja aku tidak mengingatnya. Tapi kenapa mas Rino bisa tertembak dan meninggal, sedangkan sekarang dia sehat sehat saja. Pikiranku entah pergi kemana mana.
"oiya nduk, ibu lupa. kamu memiliki trauma begitu hebat karena kamu tertembak dibagian lenganmu saat diculik. lihatlah ini bekas lukamu." ucap Ibu
-BERSAMBUNG-
__ADS_1