
Aku menunduk malu, wajahku mulai memerah karena wajah Sir Rino semakin dekat dengan wajahku. Sir Rino sadar wajahku mulai memerah, jadi ia langsung memundurkan wajahnya lagi tersenyum menggoda. Akupun langsung berdiri sambil menunduk, menutupi wajahku.
"kamu kenapa Rin? hahhhaah." sambil tertawa mengejek
Aku hanya diam mematung.
"sudah.. sudah.. nggak usah malu sama ku. Santai saja. Aku belum punya pacar kok Rin." jawab Sir Rino
"seriously Sir?" ucapku yang tiba-tiba katakata itu muncul pertama kali diotakku
"hahahah are you happy with it?" tanya nya
Akupun langsung lari pergi meninggalkan Sir Rino, sangking malunya aku dengan pertanyaanku sendiri.
"bego banget sih, bikin malu aja." gumamku dalam hati sambil memukul mukul kepalaku pelan
"kamu lucu sekali Rin." teriak Sir Rino serta tertawa dan melihatku pergi begitu saja.
#dilapangan sekolah
"yan, kamu lagi apa?" tanya Tita malu kepada Iyan
"apa kamu tidak lihat aku sedang apa, aku sedang latihan menjadi pemimpin upacara". Jawab Iyan ketus
"apa kamu haus? mau kubelikan minum?" tanya Tita lagi
"tidak usah, terimakasih". Jawab Iyan lagi
Tita kecewa dengan perlakuan Iyan, diapun langsung pergi meninggalkan Iyan. Ketika mau pergi, dia melihat Rin dan tanpa ragu menghampirinya.
#Kembali ke Rin
"aduuhhh aku malu sekali." gumamku lagi
__ADS_1
"Rin, cewe resee berhenti. " panggil Tita dengan nada marah
Aku memberhentikan langkahku dan menunggunya menghampiriku.
"lu pake pelet apa sih sampe Iyan tergila-gila sama lu. Jelas-jelas gue lebih segalanya daripada lu." Ucap Tita sambil menunjuk
Aku hanya diam mendengarkan ocehannya, aku tidak mau tersulut emosi, dijawabpun tidak akan berguna.
"lu songong amat, respon omongan gue atau lu emang beneran pake pelet. oh iyaaa lu kan dari kampung, keluarga miskin." Ucap Tita lagi
"God tolong tahan emosiku." ucapku dalam hati sambil mengepal tangan
"ohiya satu lagi, aku denger-denger kalau ibu lu itu suka minjem uang sana-sini cuman buat nyekolahin lu, miris amat." Tambahnya lagi
"sudah selesai bicaranya PRIN...CESS....SS." jawabku sedikit lantang dan menekan
"kenapa? lu gasuka, emang bener kan orangtua lu kek gitu." ucap Tita
"kamu boleh ngehinaku sesuka hatimu, tapi jangan berani ngehina keluargaku, keluargaku lebih baik daripada keluargamu." Jawabku lagi
"kenapa lu mau marah? emang bener kan?" teriak Tita sambil mendorongku
Teman-teman yang mendengar perdebatan kami langsung memandangi kami.
"apa mau kubongkar juga kedok keluargamu di depan temen-temen disini, biar kamu malu sekalian." jawabku mengancam sambil maju mendekat kearah Tita
"jangan berani-beraninya lu ngancam gue." jawabnya risau
"hahahah sekarang kamu yang takut yaaa." jawabku sambil ketawa mengejek
"ishh kurang ajar. " Tita mengangkat tangannya untuk menamparku, sebelum itu terjadi aku lebih cepat menangkap tangannya
"jangan sekali-kali lu ganggu gue, nyentuh gue atau menghina keluarga gue, liat aja akibatnya. " ucapku dengan memegang tangan Tita kuat dan melepaskannya dengan keras dan langsung pergi menuju kelas.
__ADS_1
Tita merasa kesal dan meringis kesakitan karena genggamanku.
#setelah aku pergi
"lu kenapa suka nyari masalah sih sama Rin?" bentak Iyan ke Tita
"aku nggak salah Iyan, dia yang menggenggam tanganku erat, liat tanganku merah gara-gara Rin Fedila itu." ucap Tita sambil menunjukkan tangannya dengan nada merengek
"lu emang berparas cantik, tapi hati lu busuk. inilah kenapa gue nggak pernah suka sama lu. Jangan berani ganggu Rin lagi dan jangan dekatin gue. NGERTIIII!!. " ucap Iyan dengan nada marah dan langsung meninggalkan Tita
"semuaa gara-gara cewek kampungan itu. " teriak Tita kesal
Semua teman-teman hanya menyaksikan ini dan merasa jijik dengan sikap Tita. Hanya karena seorang cowok, dia bersikap angkuh terhadap orang lain.
#Sir Rino POV
Sir Rino dikagetkan dengan suara teriakan Tita dan melihat dari atas gedung (taman).
"Tita kenapa marah begitu sama Rin, aku harus melerai mereka." Sebelum Sir Rino melangkah pergi, ia mendengar teriakan Rin mengancam Tita.
"wahhh kurasa aku tak perlu melerai mereka, Rin lebih berani dari dugaanku". gumamnya
#geng kece POV
"ga, lu kaga mau bantu Rin." tanya kak Tio
"kita liat aja dulu." ucap kak Rega
"Rin keren banget ga, ternyata dia nggak secupu yang kita kira". ucap kak Adi
"yapps betul. Selain manis senyumannya, ternyata anak ini lebih menarik dari perkiraanku. " jawab kak Rega dalam hati
-BERSAMBUNG-
__ADS_1