
#dipagi hari
saat terbangun Rega memegang dahinya yang masih ada kain kompres, dan melihat samping kanannya, dipandanginya Rin yang tertidur pulas, membelai rambutnya pelan. Rega merasa bahagia karena Rin berada disisinya sekarang, menemaninya disaat ia kalut. Dia melihat pakaiannya telah berubah, siapa yang mengganti pakaiannya, apa Rin? pikirnya.
"kenapa dia mengganti pakaianku? dan kenapa aku dikompres? apa aku sakit semalam?" pikir Rega dalam hati
Beranjak dari kasurnya pelan, karena tidak ingin membangunkan Rin, diselimutinya Rin yang sedang tertidur. Dia menoleh kesudut ruangan dekat pintu kamar mandi, bajunya dan seprei berada disitu.
"omaigatt apa yang kulakukan sama Rin, gak mungkin kan gak mungkin." pikir Rega yang udah ngeres
Berjalan kearah tumpukan baju dan seprei itu, dipegangnya dan diciumnya.
"hoeekkk... bauk banget gak enak.. gilaaa ini kek untahan." dibentangkannya seprei itu, dia kaget dan malu ternyata ditumpuk disitu karena terkena muntahan. Muntahan siapa ini pikirnya, Rega berfikir sejenak.
"apa mungkin aku muntah? gegara mabok semalam? duh mukaku mau ditarok dimana, aku seorang boss malah mabuk gak jelas dan muntah, terus Rin yang mengganti semuanya." gumam Rega dengan wajah sedih dan malunya, mengacak-acak rambutnya sendiri. Lalu dia putuskan untuk mandi, untuk menjernihkan pikiran, mencari cara berlagak sok cool didepan Rin nanti.
__ADS_1
Tak berselang lama Rin terbangun dari tidurnya, dia mencari Rega tidak ada. Terdengar suara gemercik air didalam kamar mandi, Rega sudah sehat pikirnya.
Dia membereskan air kompres dan botol minuman beserta rokok yang belum sempat ia bereskan semalam. Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, Rega berjalan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk putih yang dililitkan dipinggangnya, badannya terumbar begitu saja. Mata Rin langsung terbelalak melihat pemandangan indah ini dipagi hari,
"matamu hampir keluar tuh." ejek Rega tertawa kecil
Rin langsung memalingkan wajahnya karena malu dan beranjak berdiri pergi meninggalkan kamar Rega begitu saja.
"kamu mau kemana?" tanya Rega
Wajah Rin memerah seperti kepiting rebus terlihat merona dikedua pipinya, ia pegangi pipinya dan melihat kekanan kiri belakang sangking malunya dan berlari membuka pintu kamarnya. Dia membanting badannya kekasur, mengguling-gulingkan badannya, karena malu.
Ponsel Rin berdering, tanda pesan masuk di ponselnya
from: mas Rino
__ADS_1
ayok sarapan bareng, aku tunggu di restaurant hotel.
Ponselnya berdering lagi, tanda pesan masuk
from: pak Rega
segera mandi, kita pulang lebih awal, aku ingin mengajakmu sarapan diluar, ada restaurant enak dibogor.
Terdiam sambil menatap langit-langit kamar, apa yang akan dia lakukan, siapa yang harus di terima ajakan itu. Rin merasa sangat bersalah pada Rino yang telah mencintainya dengan setulus hati, sampai rela berkorban demi dirinya. Saat itu yang ia harapkan hanya Rino seorang. Tetapi sekarang kenapa berbeda, walaupun Rega baru saja masuk kedalam kehidupannya ini, rasa nyaman, bahagia, aman ada pada Rega. Dimasa ia merasakan masa mudanya, memang Rega terlihat licik dan dingin, dibalik itu Rega hanya butuh seseorang yang memberinya kasih sayang dan sandaran. Saat itu, Rin juga sangat mencintai Rino, mungkin juga sekarang. Kini ia makin bingung dengan perasaannya yang sebenarnya, kenapa mudah sekali berubah seperti ini.
Rin mulai berfikir lagi, Rino sudah memiliki Mita, tidak mungkin dia akan menghancurkan pernikahan ini, walaupun pernikahan mereka tidak didasari rasa cinta. Disatu sisi, bukankah ia tidak tahu terimakasih, Rino telah mengorbankan kebahagiaannya.
Dia memukul kepalanya pelan, apa yang harus ia lakukan? pikir Rin
-BERSAMBUNG-
__ADS_1