
#keesokan paginya
aku berjalan mondar mandir bingung mencari baju yang terlihat sopan dan feminim , karena bajuku rata-rata kaos dan Jeans.
"rin, kok mondar-mandir sih, kenapa?" tanya riska.
"ini aku mau diajak kerumah orang tua pacarku.. upss." aku keceplosan berbicara dan menutup mulutku
"hahaha kenapa malu, santai aja lagi rin." ucap Riska dan aku hanya tersenyum malu
"terus kalau kamu mau kesana kenapa mondar-mandir gak jelas, minding kamu siapkan dirimu, dandan yang cantik,yang elegan dan sopan." ucap Riska
"nahh itu masalahnya ris, aku bingung mau pake apa, bajuku kaos dan Jeans semua, ada rok tapi ga terlalu panjang, aku bingung." ucapku
"hadehhh kenapa nggak bilang dari tadii, sini aku pinjemin bajuku aja, atau kamu mau beli baju dari aku heheh. kamu lupa yaa, sejak minggu lalu akukan jualan baju.hehe" ucap Riska sambil promosi
"ohiyaa yaa riska kan jualan baju, aku sampe lupa." gumamku
"okedehh aku mau beli aja ris, mana stok bajumu." ucapku
Kemudian riska mengambil bungkusan baju jualannya, ternyata baju yang dia jual sungguh luar biasa, cantik cantik, dan elegan.
"nihh bagus rin buat kamu, kainnya dingin nyaman dipake, dress motif bunga, lengannya tidak terlalu pendek, ada tali untuk diikat dipinggang dan panjangnya kurasa pas untukmu." ucap Riska
"atau mau yang ini, ini baju press body, walaupun press body tetep sopan dan elegan, terus nanti kamu pake cardigan panjang ini, pake flat shoes juga bagus, ini malah lebih casual. coba aja dulu, jadi kamu bisa milih yang mana." tambahnya lagi
Aku mencoba kedua baju itu, dan ternyata benar adanya semuanya cocok dibadanku dan terlihat bagus.
"duhh bingung, dua-duanya aku suka." jawabku
__ADS_1
"yaudah ambil semua aja ehheh." ucapnya
"tenang, kalau kamu nggak ada uang sekarang, bisa nyicil, selo sama aku mahh." tambahnya
"bener nih?" tanyaku
Riska mengangguk serius. Aku mengambil kedua baju itu dan mencobanya lagi, lalu meminta riska untuk memotretku.
"ini gimana pakenya sih rin, HP mu model terbaru ya? kerennn." ucap Riska
"hehe ini tinggal pencet itu aja." jawabku sambil menjelaskan
Setelah Riska selesai mengambil fotoku, aku menelfon mas Rino.
Terhubung
"haloo mas." ucapku
"yaampun mas, jam segini belum bangun, daritadi aku nggakbisa tidur tapi kamu malah enak enakan tidur. udah Jam berapa ini, sana bangunn." ucapku langsung menutup telfon
Terputus
"lah kok aku bego amat, kok malah kututup, akukan belum bilang kalau aku kirim fotoku tadi keemailnya, biar dia bisa milih mana yang cocok. aghh udah ah gausah bodoamat, aku milih sendiri aja." gumamku sambil menepuk kepala
Karena aku bingung aku meminta saran dari teman asrama, mana baju yang lebih bagus, tapi malah jawaban mereka imbang. Aku jadi semakin bingung. Akhirnya kuputuskan untuk tanya bapak dan ibu asramaku, bagaimanapun mereka punya padangan segi orang tua.
dan akhirnya aku punya pilihan, bapak dan ibu asramaku memilih baju motif bunga.
Setelah itu, aku merias diriku dengan tidak terlalu menor. Ponselku berdering, tanda pesan masuk.
__ADS_1
from: mas Rino
"sayang, aku udah didepan."
"duhh, mas rino udah didepan. kok aku gugup begini yaa." gumamku
Aku kemudian mengambil tas dan sepatuku. teman-temanku juga memberiku semangat kepadaku
"rinn.. semangat."
"yang elegan dan sopan."
"jangan urakan ya."
"jangan nervous."
"kamu pasti bisaa, cayooo."
ucap mereka semua dan aku tersenyum mengucapkan terimakasih.
ketika aku berjalan kearah mas Rino ada angin yang menerpaku pelan, hingga membuat rambutku terbangg indah, seperti ala film yang slow-motion itu. Mas Rino terpana melihatku, hingga tidak mengedipkan mata.
"mas.. mas..." panggilku sambil mengayunkan tanganku
"kamu cantik sekali sayang." ucap mas Rino
Aku hanya tersenyum malu.
-BERSAMBUNG-
__ADS_1