Kembali Muda

Kembali Muda
MENENTUKAN PILIHAN


__ADS_3

Dibereskannya seluruh barang bawaannya, Rin mandi hanya alakadarnya, dan bergegas pergi dari hotel. Dia tidak ingin menerima ajakan mereka berdua dan tidak ingin memberi harapan apapun pada mereka, dia sudah bertekat bulat. Entah apa yang terjadi nanti, dia sudah siap resikonya.


Mencari ojek disekitar hotel, untuk mengantarnya ke stasiun, dia akan naik kereta saja untuk pulang. tapi Rin harus menunggu, karena tiketnya berangkat jam 1 siang, dan sekarang masih pukul 10 pagi.


Dibuka ponselnya


*to: pak Rega


maaf kak, saya pulang duluan dan tidak ijin dengan kakak, karena barusaja dapat telfon, keluarga dijakarta ada yang sakit.*


Rin terpaksa membohongi Rega saat ini. Ponselnya berdering lagi.


*from: Rega


kenapa kau tidak bilang padaku, aku bisa mengantarmu, kenapa harus pergi begitu saja. (balas Rega kawatir dicampur kesal)*


Dia tidak membalasnya, lalu mengirim pesan pada Rino dengan isi yang sama.


*to: mas Rino


maaf mas, aku belum bisa sarapan denganmu, aku pulang duluan, karena barusaja dapat telfon, keluarga dijakarta ada yang sakit.*


*from: mas Rino

__ADS_1


siapa yang sakit? aku akan menyusulmu.* (balas Rino)


*to: mas Rino


tidak usah mas.*


Rega dan Rino yang mendapat pesan itu dan langsung mengemasi barangnya. Mereka berdua berpapasan saat didepan kamar hotel masing-masing, mereka berdua saling pandang kaget, karena Rega pikir Rin pergi dengan Rino, begitu juga sebaliknya.


"dimana Rin?" tanya Rino


"apa maksudmu? bukankah Rin bersamamu." tanya balik Rega


Kini mereka sudah mengetahui jawabannya, Rega langsung pergi meninggalkan Rino. Sebenarnya Rega melakukan hal yang ilegal saat Rin tertidur pulas kemarin, dia menghidupkan location Rin, jadi Rega bisa tahu dia sekarang dimana.


Terlihat dari Jauh Rin sedang duduk sendiri menunduk disangga dengan tangannya, disampingnya ada satu koper besar. Rega mendekatinya dan duduk dibelakangnya, dipandanginya Rin yang terlihat begitu sedih, entah apa yang membuat nya sedih, mungkin saja benar keluarganya sedang sakit pikirnya. Rin belum menyadari keberadaa Rega dibelakangnya. Tiba-tiba Rin menangis pelan, namun suara itu terdengar hingga telinga Rega.


"apa yang sebenarnya membuat hatinya terluka?" pikir Rega kawatir


Rin mengusap air matanya, dia terlihat berantakan pagi ini. Rega bingung apa yang harus ia lakukan, diberikannya sapu tangan Rega pada Rin dari Belakang dan diterimanya.


"terimakasih." ucap Rin sambil menoleh kebelakang


"kak Rega?" ucap Rin sambil mengelap matanya dan wajahnya

__ADS_1


"kok tahu aku ada disini?" tanya Rin lagi


Rega bangkit dari kursinya dan pindah kedepan dekat Rin duduk. Diberikannya senyumann termanis nya pada Rin dan mengusap kepalanya pelan tanpa sepatah katapun.


"kak? aku tanya kenapa kakak ada disini?" tanya Rin


"aku ingin menjemputmu, itu saja. Aku akan mengantarmu kemanapun kau akan pergi, mau diletakkan dimana wajahku didepan orangtuamu, berangkat bersama tapi pulang sendiri." ucap Rega


"tapi aku akan kejakarta dulu kak, tidak apa-apa, ayah ibuku akan memaklumi itu." jawab Rin


"tapi aku tidak bisa membiarkan wanita yang sedang kalut pergi sendirian." jawab Rega yang langsung berdiri mengambil koper Rin


"apa yang kau lakukan kak?" tanya Rin


"apa kau ingin kugendong?" tanya Rega balik yang membuat orang sekitar menoleh, Rin menjadi tertunduk malu akan hal itu dan langsung berdiri mengikuti Rega kearah mobilnya.


Dibukakan pintu untuk Rin.


"masuklah." ucap Rega yang langsung dituruti oleh Rin


Dihidupkannya mobil itu dan meninggalkan stasiun.


"kita mau kerumah sakit mana ?" tanya Rega yang membuat Rin kebingungan untuk menjawab

__ADS_1


-BERSAMBUNG-


__ADS_2