
Tatapan Rin terlihat kaget membuat Rega penasaran akan olehnya.
"kamu kenapa?" tanya Rega
"emmm...." Rin bingung menjawab antara takut dan bingung
"kenapa?" tanya Rega lagi
"wanita itu mantan selingkuhan pamanmu kak." ucap Rin menunduk,
Wajah Rega sudah memerah seperti ingin meluapkan amarahnya, tapi Rin mencoba membuatnya agar tetap calm.
"permisi, apa bapak dan ibu mencari saya?" tanya wanita itu yang pura pura tidak mengenal Rin, padahal dulu mereka sering ketemu, karena wanita itu sering mencari boss dikantor
"iyaa bu, kami ingin bertemu ibuk." jawab Rin
"kami dari perusahaan pusat ingin melakukan survey di coffeshop ini." tangkas Rega tanpa basa-basi
"ouhh dari kantor pusat, maaf ada apa ya? kok tumben tidak menelfon dulu?" tanya wanita itu sopan
"ini pak Rega pimpinan baru di perusahaan Coffeshop bu, dan saya Rin sekertarisnya. Tujuan kami memang untuk survey di beberapa coffeshop yang ada dibawah naungan perusahaan kami." Rin memperkenalkan diri dengan sopan
__ADS_1
"ohiyaa maaf pak saya tidak mengenali bapak, malah saya belum tau kalau ada pergantian pimpinan, perkenalkan saya Titi pengelola coffeshop cabang bogor." jawab titi dengan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, tapi Rega menolaknya, jadi Rin yang menerima jabat tangan itu.
"kami tidak ingin basa-basi dan membuang waktu kami disini, kemarin kami sudah mengecek hasil laporan pengeluaran dan pemasukan coffeshop ini, dan banyak sekali yang rancu." ucap Rega yang begitu dingin
"ehmm bagaimana kalau kita membahasnya diruangan saya saja?" ajak Titi dengan sopan, Titi masih seumuran dengan Rega, kelahiran 88.
"tidak perlu, disini saja." jawab Rega dingin, Rin kemudian menyentuh tangan Rega memberi isyarat lebih baik masuk kedalam karena tidak enak jika diperhatikan pembeli
Rega menurutinya dan berjalan kearah ruangan Titi yang berada dilantai dua.
"silahkan duduk." ucap Titi
"baiklahh.. jadi kenapa itu semua bisa terjadi?" tanya Rega ketus
Rega mengisyaratkan Rin untuk memberikan dokumen yang terbukti bahwa ada ketidakstabilan pemasukan dan pengeluaran. Walaupun pemasukan menjadi besar, tapi itu bisa merubah citra rasa/keunikan dari coffeshop ini sendiri, Rega tidak ingin itu terjadi, apalagi hanya karena kekasih gelap pamannya, perusahaan bisa hancur lebur, ini baru satu bagaimana jika ada banyak shop yang seperti ini.
Titi membaca laporan itu dengan teliti, senyuman santai yang ia tujukan pada Rin dan Rega membuat Rega makin kesal, untung saja Rin bisa membuat amarahnya reda.
"maaf pak, kami melakukan ini karena mendapat ijin dari atasan, yaitu pimpinan sebelumnya." ucap Titi santai dengan meletakkan laporan ke meja
"maaf bu, apakah ada alasan yang menjuru kenapa hanya coffeshop ini yang mendapat keringanan?" tanya Rin direspon dengan tatapan dingin Titi
__ADS_1
"bukankah anda tahu siapa saya bu? " tanya Titi yang menjadi dingin
"emm.." terpotong oleh Rega
"sepertinya kamu sudah mengsalah artikan kebaikannya ya bu Titi. sebangga apa siih kamu sebagai selingkuhan paman saya? sampai-sampai kamu begitu percaya diri." ucap Rega, dan Titi begitu kaget karena pimpinan barunya adalah keponakan kesayangan istrinya.
"baiklaahh saya ingin memperjelas bahwa perusahaan coffe shop sekarang ada dibawah kepemimpinan saya, cabang coffeshop manapun yang tidak menaati peraturan yang ada akan dikenakan denda, karena kamu mendapatkan ijin pimpinan sebelumnya jadi kesalahan kali ini saya maafkan. Jika untuk selanjutnya hal ini masih terjadi, kamu akan saya denda atau lebih baik anda mengundurkan diri dari coffe shop ini." ucap Rega tegas
"tidak bisa begitu dong pak, anda tidak bisa asal memecat saya, karena saya yang membangun dan merancang coffeshop ini." jawab Titi
"apa anda yakin membangun coffeshop ini sepenuhnya dari uang anda dan hasil jeri payah anda?" tanya Rega
"setahu saya, gedung dan tanah coffeshop ini belum dibalik nama alias masih tertulis nama perusahaan, otomatis ini coffeshop murni milik perusahaan, tidak ada campur aduk tangan oranglain, anda hanya tidak lebih seperti karyawan lainnya yang mengelola." tambah Rega lugas, Titi hanya bisa mencengkram lututnya keras karena kesal tidak bisa membantah apapun
"jika kamu masih ingin bekerja disini, taati peraturan perusahaan, jangan beli biji kopi dari perusahaan lain dan mencampurnya dengan biji kopi kita. kalau kamu tidak mau, kamu bisa langsung angkat kaki dari sini." ucap Rega lagi
"kami sudah melakukan perjanjian." jawab Titi
"jika coffeshop ini tidak diberikan kepada saya, saya akan membongkar semua kebusukan pamanmu." tambahnya
"silahkan, jika anda berani berurusan dengan saya." jawab Rega dengan memajukan badannya dan menatap dingin kearah Titi
__ADS_1
-BERSAMBUNG-