
"Mas Rega kenal sama Rin?" tanya Arga
"tanya saja sama dia." ucap Rega
"wahhh ternyata Mbaknya pacar mas mu ar, kamu kalah cepet. hhehe" ucap tementemennya
Rin menoleh kearah Rega hanya tersenyum senyum malu Plus takut dimarahi.
"gabung sini aja mas." ajak temen Arga yang cewe dan tidak digubrisnya hanya fokus melihat Rin
Rin lalu berdiri, meraih tangan Rega yang membuat Rega kaget dan semuanya bersorak-sorak.
"aduhh berasaa nonton drama dehh." ucap mereka
"kami pergi dulu ya." ucap Rin lalu menarik Rega kearah waiters, rombongan Arga masih mengamati mereka dengan seksama, sedangkan Arga berfikir apakah benar kakak nya udah punya pacar, soalnya Rega tipe orang yang cuek.
"ada yang bisa kami bantu mbak?" tanya waiters
"kami dari kantor pusat ingin menemui pengelola coffeshop ini, apa dia ada?"tanya Rin
"sebentar, saya panggil dulu." ucap waiters yang tak lama dari itu pengelola itu keluar, dan ini membuat Rin kedua kalinya dibuat kaget oleh pengelola coffee shop
"lohh Rin kan?" tanya pengelola itu yang tak lain adalah Iyan
"omaigat, ketemu iyan lagi." pikir Rin
__ADS_1
"jadi kamu kerja dikantor pusat?" tanya Iyan
"ohh maaf pak, saya terlalu fokus pada Rin" tambah Iyan, jadi Iyan baru bergabung di perusahaan coffee shop Rega genap satu bulan, pas disaat Rin dirawat, jadi waktu Iyan tidak bertemu dengannya. Namun, shop keloaan Iyan langsung berjalan lancar, karena tempatnya begitu bagus, dan diawal pembukaan membuat promo juga.
"mari duduk disana saja." ajak Iyan ditempat duduk sebelah rombongan Arga
Rombongan Arga masih mengamati mereka dengan tatapan penasaran, siapa sebenarnya kakaknya Arga sampe membuat Rin takut dan siapa perempuan ini, dan lelaki satu ini siapa. Pikir mereka yang mengurusi orang lain.
"ouhh mas Arga kesini untuk bekerja." gumam Arga
Iyan memanggil waitersnya untuk menyajikan minuman dan cake yang ada.
"ada apa ya pak?" tanya Iyan lagi dan Rega hanya diam kemudian menatap kearahnya Rin.
"ouhh ternyata Sekertaris, jadi kakaknya Arga bossnya. pantas saja." ucap teman Arga
"berarti benar dong kata rumor, kalau kamu anak orang kaya." ucap salah satu temannya pada Arga, emang benar Arga tidak pernah menyebutkan keluarga nya atau menunjukan dirinya orang kaya, dia lebih suka berpenampilan sederhana.
"kalian ini apa-apaan sii. Ayok kita pulang saja." ajak Arga dan terpaksa rombongannya menurutinya toh mereka sudah lama disitu.
"mbak kami duluan ya." ucap teman teman Arga, dan Rin hanya tersenyum saja.
"kamu kenal mereka Rin?" tanya Iyan yang dibalas anggukan oleh Rin
"hemm begini yan, kami hanya melakukan survey saja menanyakan perkembangan shop ini bagaimana? kami lihat cukup ramai padahal baru saja buka. Diawal kan kamu sempat memberikan promo, apa kamu mendapat kerugian banyak?" tanya Rin
__ADS_1
"aku juga tidak menyangka coffee shop yang kubuka ini sangat ramai, dan untuk mengenai promo itu tidak membuat rugi, karena aku tetap memberikan untung dalam jualanku saat promo walau hanya seribu." jawab Iyan
"baguslahh, untuk keuntungan sebulan ini bagaimana? aku harap kamu segera menyerahkan laporan nya pada kami." ucap Rin
"sebentar aku ambilkan." ucap Iyan meninggalkan mereka untuk mengambil laporan
"cukup lancar kok pak." ucap Rin yang hanya dibalas anggukan oleh Rega
Tak lama kemudian Iyan kembali membawa laporan dan diberikan pada Rin. Pendapatan mereka cukup mencengangkan hampir 10jt untuk bulan ini.
"ini bagus sekali iyan, kamu harus mempertahankannya." ucap Rin
"dan ini termasuk keuntungan besar diawal pembukaan, kuharap tidak menurun untuk selanjutnya, jadi kamu harus memikirkan strategi lain agar pelanggan tidak pergi dari coffee shops, buatlah selalu menarik." yang akhirnya Rega angkat bicara
"baik pak." jawab Iyan
"kalau begitu kami undur diri dulu." ucap Rin
"kenapa cepat sekali?" tanya Iyan
"hahahha." Rega tertawa karena Rin itu sudah hampir sejam di shop ini.
"kenapa pak?" tanya Iyan
"tidak apa-apa. yasudah kami permisi." ucap Rega dan diikuti oleh Rin
__ADS_1