Kembali Muda

Kembali Muda
DagDigDug Jantungku


__ADS_3

"aku gapaham sih emang kak rega ni gimana orangnya, anehh. Tiba-tiba menghampiriku, menanyakan hal aneh, dan sok ngekode hal yang tak kumengerti. Emang orangnya aneh sih. hihihi." ucapku dalam hati sambil ketawa cekikikan


"ehhh malah ketawa cekikikan ya, berani kamu sekarang samaku." jawab kak Rega


Dengan percaya diri aku mengangkat kepalaku dan membusungkan badan, berjalan mendekatinya hingga dia mundur ke tembok.


"hahahah aku takut sama kamu? TI.. DAK.. A... KAN... " Jawabku dengan lugas


Aku langsung pergi meninggalkan mereka dan mencari Sir Rino diruangan, tetapi tidak ada. Sensei mita mendekatiku dan menyuruhku untuk latihan sendiri terlebih dahulu karena Sir Rino sedang mengajar. "Baiklah, aku latihan sendiri." gumamku dan menuju ke taman sekolah yang ada di loteng. Sebenarnya taman ini tempat favorit siswa disekolahku, berhubung masih ada mata pelajaran jadi sepi, aku bisa fokus sendiri.


#KakRega POV


"kurang ajar nih bocah, berani-beraninya dia membuat ku mundur hingga terpojok ketembok. aku juga, kenapa bisa diam tanpa kata digituin sama cewek kampung. Hatiku juga malah berdegub kencang, awas aja kamu Rin. Kamu udah membuatku risau, kamu harus bertanggungjawab". batinnya


"ga, lu gak apa-apa?" Tanya Kak Tio ke kak Rega


"Iya ga, ada yang terluka gak, sini gua obati." Tambah kak Adi


"gilaa ya kalian, hati gua nih meleleh." jawab kak Rega tanpa dia sadari


"hahahha ternyata lu udah jatuh cinta sama cewek kampung itu." goda kak Tio


"ihh seriusan lu? ati-ati ga, jatuh tuh sakit." goda kak Adi juga sambil ketawa

__ADS_1


"kurang ajar kalian." lalu pergi meninggalkan teman-temannya


#Kembali ke Rin


Taman yang didekorasi sangat indah oleh bapak penjaga taman, cocok buat nongkrong dan bersantai ria. Bunga mawar yang membuat taman ini terasa wangi, pohon-pohon yang ditaman dipot membuat sejuk taman ini walaupun ada diatas gedung sekolah. Terdapat air terjun kecil buatan yang membuat suasana makin nyaman. Kenyamanan ini membuatku melamun dan memikirkan, kemana jiwaku sekarang. Jiwa masa depanku ada ditahun ini, terus jiwa mudaku pergi kemana, apa jiwaku juga pergi kemasa depan atau lagi tidur. Kalau jiwa mudaku dimasa depan, dia bisa berbuat apa disana, yah walaupun aku orangnya dulu banyak tingkah, tapi masadepan lebih kejam daripada ini. Bagaimana caranya aku kembali ya, aku tidak ingin menghancurkan kehidupanku sendiri. Apa aku akan tetap berada disini hingga aku dewasa dan aku beneran dikasih kesempatan kedua oleh Tuhan. Kuharap begitu, terimakasih God.


Lamunanku di buyarkan oleh seseorang yang menyentuh pundakku. Aku menoleh kebelakang ternyata ada Sir Rino.


"kamu lagi ngapain disini , kupanggil berulang kali ga denger." ucap Sir Rino


"latihan sir, heheh." jawabku sambil ketawa meringis


#BatinSirRino


#Kembali ke alur


"mana coba liat teksmu." jawab Sir Rino


"ini Sir." sambil menyodorkan teksku


"kok Sir Rino tau saya ada disini". Tanyaku


"batinku kuat kalau buatmu, jadi kamu kemana aja pasti saya tau." jawabnya sambil senyum menggodaku

__ADS_1


"ihh apaan sih Sir Rino pake acara ngegombal. ini juga kita cuman berdua lagi di sini." gumamku dalam hati


Aku hanya menatap Sir Rino yang membaca teksku sangat serius. Sangking seriusnya aku menatap, sampai nggak ngeh kalau Sir Rino memanggilku.


"Rin.. Rin.." sambil mengayunkan tangannya didepan wajahku. "Rin... " sambil memegang tanganku


"aghhh iya Sir, kenapa?" jawabku kaget


"kamu dari tadi kok menatapku, jatuh cinta loh entar." jawabnya menggoda lagi


Aku hanya menunduk malu sambil mendengarkan komentar Sir Rino tentang teks pidato yang udah kubuat.


"ini sudah bagus, hanya ada beberapa grammar yang masih salah, but it's okay. Sudah kuperbaiki, sekarang kamu latihan, kalau masih lupa sama isinya sambil baca gakpapa". Ucap Sir Rino.


Aku hanya mengangguk nurut dan mencoba untuk latihan didepan Sir Rino, walaupun gugup berlatih didepannya. Tapi yagimana lagi. Selama latihan Sir Rino juga memperbaiki pronouncing ku yang masih salah. Akhirnya aku bisa enjoy berlatih berkat Sir Rino yang membimbingku dengan santai dan seperti teman. Rasa nyamanku tumbuh disamping Sir Rino, tapi masih terasa sungkan, masak aku suka sama guruku sendiri. Enggak mungkin juga Sir Rino suka samaku, pasti dia baik karena aku siswinya yang harus dibimbing. Setelah dianggap cukup berlatih, aku diminta Sir Rino disampingnya dan kita mengobrol. Sangking penasarannya, aku melontarkan pertanyaan yang membuat wajahku merah sendiri.


"Sir Rino udah punya pacar". Tanyaku "God, kenapa aku tanya gini, ihh bikin malu aja" gumamku dalam


"kenapa? kamu penasaran ya? atau sudah ada benih-benih cinta?" jawab Sir Rino menggodaku sambil mendekatkan wajahnya


"Oh God, kenapa hatiku dagdigdug begini". gumamku dalam hati sambil diam mematung kaku karena Sir Rino tiba-tiba mendekatkan wajahnya. Wajah tampannya jadi terlihat jelas sekali.


-BERSAMBUNG-

__ADS_1


__ADS_2