Kembali Muda

Kembali Muda
Satu Hati


__ADS_3

Aku memandangi ponselku yang terus berdering dan sesekali melihat mas Rino yang terlihat kawatir melihat kearahku. Kak Rega langsung melajukan mobilnya untuk mengantarku pulang ke asrama. Aku merasa bersalah dan sangat jahat sama mas Rino, tapi aku nggak mau kalau mas Rino sampai dipecar karena aku. Aku takut kalau kak Rega benar-benar mengadu dengan ayahnya.


Ponselku masih terus berdering, kini suara dering SMS masuk.


from: mas Rino


"kamu kenapa sayang? kok kamu pergi sama Rega, kamu marah sama aku ya? kalau aku salah banget maafin aku ya, please call me back. I'm waiting your calling. I love you so much".


"Hatiku terasa hancur, aku merasa apakah pilihan ku sekarang tepat, apa aku salah mengambil keputusan. kenapa hatiku begitu sakit seperti. Sepertinya aku keterlaluan, tapi aku nggak ingin mas Rino dipecat. Kak Rega pasti nggak akan tinggal diam, aku harus gimana."


Aku hanya terus melamun tidak menganggap disampingku ada kak Rega.


"hey.. jangan melamun begitu, ini sudah sampai asramamu." ucap kak Rega yang membuyarkan lamunanku


Aku diam sejenak sambil berpikir apa yang harus kukatakan pada kak Rega.

__ADS_1


"btw thank you udah nganterin aku dan bantuin aku hari ini. But, kakak harus tau, aku nggak akan semudah itu diancam olehmu. Aku nggak bisa nurutin kata-katamu kak. aku punya pacar yang harus aku prioritaskan." ucapku lugas


"so what? kamu beneran pengen guru kesayanganmu dipecat?" jawab kak Rega


"aku cuma pengen tau satu hal darimu kak, do you love me?." tanyaku dengan mentapnya, tetapi kak Rega tidak bisa menjawabnya


"kenapa kak Rega selalu ikut campur urusanku ya, aku yang pacaran sama mas Rino kenapa anda yang kesel. Kak Rega mau ngancam aku bakal dikeluarin dari sekolah? ngancam mas Rino bakal dipecat? that's okay, silahkan adukan saja sama Ayah kak Rega yang selalu anda banggakan. Malah bersyukur aku dikeluarin dan mas Rino dipecat, kita nggak akan ketemu cowok pengganggu kek kakak ini." ucapku ketus


kak Rega diam sejenak dan langsung menjawab, " jawabanmu yakin sekali Rin, apa kamu yakin dengan ucapanmu tadi? kalau benar-benar guru itu dipecat, apa kamu yakin dia masih mau nerima kamu, kamu yakin?" jawab kak Rega dengan penuh emosi


Aku hanya menelan ludahku sendiri, ada rasa kawatir jika ucapan kak Rega benar adanya. bagaimana jika mas Rino menyalahkanku dan mencampakkanku.


"kenapa kamu menghindari pertanyaanku? kamu takut kan jika itu benar adanya. kamu takut kan, kamu akan dicampakkan dan dibuang begitu saja ketika guru itu tau dia dipecat karenamu?." ucap kak Rega lagi


"aku tidak akan mencampakkannya sekalipun." tiba-tiba mas Rino menyahut pembicaraanku dengan kak Rega

__ADS_1


"asal kamu tau, kita sudah bertunangan dari kecil, alias dijodohkan. kami nggak akan pisah begitu saja. Kalau kamu pengen saya dipecat, silahkan pecat saya." tambah mas Rino dengan mendekatiku dan merangkul pundakku


Aku sangat bahagia mas Rino datang disaat yang tepat, aku tidak perlu kawatir lagi dengan ancaman kak Rega.


Disatu sisi kak Rega terlihat sangat marah dan cemburu. tetapi dia tidak bisa berkata apa-apa, hanya ekspresi diwajahnya yang menunjukkan dirinya sedang marah.


"liat saja, hubungan kalian nggak akan bahagia." ucap kak Rega dan lekas pergi dengan mobilnya


Setelah itu, mas Rino langsung beralih kepadaku dan menatapku lekat sambil memegang tanganku erat. Terlihat dimatanya bahwa dia begitu menyukaiku dan mengkawatirkanku.


"maafkan aku membuat kamu seperti ini, sampai kamu bingung harus membuat pilihan apa. Tapi aku begitu bahagia karena kamu mempercayaiku. Dan aku tidak akan pernah merusak kepercayaanmu padaku." ucap mas Rino lembut


Aku menatapnya dengan mata yang berbinar, Air mataku terlihat seperti berlian yang akan jatuh.


"janji yaa? awas aja kalau mas nempel-nempel sama sensei Mita." jawabku cemburu

__ADS_1


"wkkwkwkkw. " mas Rino hanya tertawa ngakak


-BERSAMBUNG-


__ADS_2