
Wahhh cowok itu berjalan kearahku. Ahh aku ingat, iya aku pernah menabrak geng kece ini dan memang seperti ini, mereka menghinaku dan mempermalukanku. Apa yang harus kulakukan, aku harus bisa mengubah ini seperti yang kulakukan dikelas Bahasa Inggris tadi, aku pasti bisa kali ini. Okee sekarang apa setelah ini, aku harus gimana.
"sudahh... sudahh.. gak usah ngurusin cewek kampung kayak gini." Jawab ketus ketua geng kece itu, sambil mendorongku kecil. Dia disebut ketua geng karena dia paling tampan diantara mereka bertiga, dan paling kaya. Namanya kak Rega.
Mereka pun langsung pergi meninggalkanku di kantin. Semua teman-teman mendekatiku dan menepuk pundakku untuk sabar atas kelakuan geng kece itu.
"aghh aku gagal mengubahnya". Gerutuku dalam hati
"kamu gak apa-apa kan Rin?". Tanya Yuli yang menghampiriku
"Iya gak apa-apa yul, ayok makan." Ajakku dan langsung duduk dikursi untuk makan. Tiba-tiba terlintas dipikiranku mengingat hal setelah ini. Sebentar lagi Iyan pasti menghampiriku dan sok perduli karna aku dihina geng kece.
"Rin.." Panggil Iyan
"tuhkann bener, belum juga selesai aku menggerutu". Kataku dalam hati
__ADS_1
"kamu gak apa -apa kan? kenapa kamu bisa berurusan dengan geng kece sih." Tanya Iyan
"nggak usah sok perduli". Jawabku ketus
"kok kamu gitu sih Rin, aku tuh beneran sayang sama kamu loh". Jawab Iyan memohon
"kamu membuatku tidak berselera makan lagi." Langsung pergi meninggalkan Iyan dan Yuli
Aku berkeliling sekolah untuk melihat-lihat dan mengingat masa dulu. Ketika berpapasan dengan guru aku hanya bersalaman karena aku lupa dengan nama nama guruku yang tidak dekat. Maafkan aku pak bu guru😣. Pas lagi berkeliling aku berpapasan dengan geng kece.
"kenapa harus mereka lagi siihhhh." Gerutuku
"ngapain sih ngurus cewek kampung ini". Jawab kak Adi
"ihhh siapa juga yang mau ketemu mereka, sok ganteng amat. Ya emang ganteng sih." Gerutuku lagi dengan memandangi mereka
__ADS_1
"kamu bilang apa tadi?". Jawab kak Tio
"nggak ada kak, yaudah aku mau pergi". Jawabku dan meninggalkan mereka. Tiba-tiba kak Reno menarik tanganku "mau kemana kamu?". Karena tarikannya yang kuat dan membuatku kurang keseimbangan sehingga membuatku akan terjatuh, tetapi kak Rega menangkapku dan mata kita saling bertemu hanya mata yang berbicara dan diam tanpa kata.
"kamu manis juga". Kata Kak Rega spontan
"gimana kak?". Tanyaku lagi
"ahh bukan apa-apa." Kak Rega langsung melepaskan genggamannya dan langsung pergi begitu saja.
Dan tanpa kami sadari, ternyata Sir Rino memperhatikan kita dari tadi. Bel tanda istirahat telah selesai, akupun langsung bergegas kembali kekelas. Tidak terasa waktu sudah selesai, Bel berbunyi menandakan siswa sudah boleh pulang. Iyan pun langsung memanggilku dan mengajak pulang bersama. Tapi aku tolak secara mentah-mentah ahhhaahhha. Setelah kupikir-pikir lagi sepertinya aku harus belanja sesuatu, aku harus merawat tubuhku pikirku dan aku juga ingin berjualan disekolah supaya aku dapat tambahan uang. Keahlian memasakku dimasa depan tidak boleh diragukan, dan dimasa ini belum ada jajanan seperti ini disekolah, pasti anak-anak pada suka. Aku harus memanfatkan kemampuanku untuk merubah diriku disini, supaya lebih mandiri sejak dini. Berarti aku harus menerima ajakan Iyan.
"baiklah iyan, aku mau diantarmu, tapi antar aku kepasar dulu ya buat berbelanja, gimana? mau gak?. Tanyaku
"oke dengan senang hati." Jawabnya lugas
__ADS_1
Kamipun langsung bergegas kepasar dan aku mencari bahan-bahan yang akan kugunakan. Ternyata susah juga mencarinya.
-BERSAMBUNG-