Kembali Muda

Kembali Muda
Satu Atap 2


__ADS_3

"kamu sekarang harus menjadi milikku, pacarku Rin. Kamu mau kan?" Sambil memelukku dengan posisi tidur.


"iya lah mas, kamu harus bertanggungjawab, udah bikin aku kayak gini, jatuh dipelukanmu." jawabku polos,


Mas Rino menanggapiku dengan tersenyum gemas karena jawabanku dan mencubit pipiku "iyaaa sayangg. " ucapnya


Ucapan itu membuat pipiku merona. Dan aku bangun dari pelukannya.


"kok bangun mau kemana?" ucap Mas Rino


"mau keluar, entar disangka Ibu ngapain lagi, kita Lama berdua dikamar. Mas istirahat aja, aku mau bantu ibu masak." ucapku sambil meninggalkannya


Aku menuju dapur, terlihat Ibu masih sibuk mempersiapkan makanan.


"sudah selesai beres-beresnya? " tanya Ibu


"sudah bu." jawabku


"ayah belum pulang ya bu? " tanyaku

__ADS_1


"belum, masih disawah. Bentar lagi pulang, ini juga sudah sore." jawab ibu


"sini Rin bantu." ucapku


"kamu cuci dulu itu ayamnya." ucap Ibu


"kok masak ayam bu?" tanyaku


"kan kamu baru pulang kerumah setelah dua bulan penuh, terus ada nak Rino juga. Nggak ada salahnya. " jawab Ibu


"aku nggak pulang selama 2 bulan? kok bisa? seingatku aku selalu pulang 2 minggu sekali dulu, ada apa sebenarnya." pikirku dalam hati


Aku tidak menjawab ibu lagi dan langsung membersihkan ayam. Hari ini ibu memasak ayam pedas, karena keluarga kami suka pedas. Setelah dirasa sudah hampir selesai, ibu menyuruhku untuk segera mandi dan menyiapkan tempat makan. Sebelum itu ayah sudah pulang dari sawah, tak lupa aku menyapanya dan memeluknya. Setelah itu aku bergegas mandi dan mengganti pakaian dikamar Ibu dan Ayah. Lalu aku keluar rumah duduk diteras. Terlihat ibu dan Ayah sedang berbicara dan aku mendekatinya.


"yaudah Ayah mandi dulu." ucap Ayah


Kemudian ibu masuk kerumah dan bersiap untuk mandi juga. Mas Rino berdiri dipintu dan mendekatiku. Kami mengobrol bersama diteras. Tak lama adzan magrib berkumandang, kami sholat berjamaah dirumah, Ayah sebagai Imam dan kami makmum. Setelah sholat, Ibu mengajak untuk makan malam bersama. Ketika makan kita tidak ada yang berbicara, karena menurut Ayah lebih baik diam ketika sedang makan, dan berbicara setelahnya. Setelah makan kami berkumpul diruang keluarga, Ayah dan mas Rino mengobrol dengan akrab. Aku merasa seperti suamiku sedang berbicara dengan Ayah mertua hehhe. Aku ikut mendengarkan dan mengobrol juga. Tak terasa waktu menunjukkan pukul 11 malam, ayah menyuruh kami untuk tidur. Mas Rino segera menujuku kamarku.


"bu, selimut dimana ya? dikamar Rin belum ada selimut, takutnya mas Rino kedinginan. " tanyaku

__ADS_1


"itu dilemari, coba cari." jawab Ibu


Aku mencari didalam lemari dan menemukannya, lalu menuju kamarku. Aku mengetuk pintu sebelum masuk dan mas Rino menyuruhku masuk. Ketika aku membuka pintu, aku kaget banget melihat mas Rino bertelanjang dada hanya menggunakan celana pendek seperti boxer tapi bukan. Badannya kekar, seperti artis Bollywood, membuatku terpana oleh badannya.


"kenapa berdiri disitu, sini masuk." ucap mas Rino


Aku masuk dan menutup pintu. "loh ngapain aku nutup pintu, duhhh bego amat." gumamku dalam hati


"aku mau ngantar selimut mas, ini. " ucapku


"iyaa makasih. katanya mau ngasih selimut, tapi kok masih berdiri dideket pintu, sini." ucap mas Rino


Aku berjalan pelan kearahnya dan menyerahkan selimut.


"sini duduk disampingku, kamu nggak kangen sama aku? aku kangen loh. " ucap mas Rino


"kan tadi ketemu mas, ngobrol lama malah." jawabku sambil mengernyitkan dahi


"yaa kan bedaa." jawab mas Rino manja

__ADS_1


"hemm dasar lelaki." gumamku pelan


-BERSAMBUNG-


__ADS_2