
Tante Nana langsung menelfon mas Rino, tapi ternyata mas Rino tidak bisa datang karena masih ada rapat dengan Dosen sampai malam.
"mas Rino seorang dosen tante?" tanyaku
"iyaa, sekarang dia bekerja di Universitas limabelas desember." jawab tante Nana
"tante, Rin mau tanya, kata Ibuku, aku terkena tembakan dilenganku ini saat diculik, terus mas Rino saat itu apa terkena tembakan juga?" tanya ku
"tidak nduk, tapi Rino terkena sayatan pisau di perutnya, syukurlah kalian bisa selamat." jawab tante
"jadi yang menyelamatkanku hanya mas Rino tant?" tanyaku lagi
"iyaa sayang, tapi pas orangtuamu, tante dan om sampai rumah sakit ada Mita disana, dia yang membawa kalian kerumah sakit." jawab tante
"aku yakin Mita bohong tant, lalu apa tidak ada polisi ataupun penculik yang tertangkap?" tanyaku lagi yang sangat penasaran, karena hal ini sangat berbeda dengan yang kuingat
"Rino menyelamatkanmu sendirian, makanya dia terluka. Kata Mita, Rino yang menghubunginya untuk menjemputnya dihalte dekat gedung yang menyekapmu, setelah itu Mita langsung lapor polisi, tapi penculik sudah tidak ada ditempat. " jawab Om brata
__ADS_1
Aku terdiam memikirkan hal ini, ini sangat membingungkan dan membuatku pusing. Aku tidak yakin mas Rino langsung mau menghubungi Mita, bukannya lebih baik menghubungi polisi, ini ada yang ganjal. Aku yakin ini ulah Mita, aku yakin Mita yang menculikku, mungkin ada suatu hal yang disembunyikan mas Rino padaku, makanya dia mau menikahi wanita brengsek itu. Lokasi nya pun sama dengan yang kuingat, hanya kejadiannya sedikit berbeda, tidak mungkin beda pelaku juga. Aghh aku begitu kesal. Karena mas Rino tidak bisa datang aku ijin pulang, dan masih meminta bantuan tante Nana dan Om Brata untuk menghubungi mas Rino. Jika aku yang menghubungi, takut mita menjadi waspada. Tapi aku harus segera cari kebenarannya.
Aku belum siap untuk besok menemui bossku, tapi sebaiknya aku mempersiapkan surat pengunduran diriku malam ini.
#Keesokan Harinya
Aku bangun pagi-pagi untuk segera kekantor, setelah kupikir aku kan ingin mengundurkan diri, lebih baik aku datang terlambat.
Tercium aroma yang begitu enak, pasti ibuku sedang memasak, aku begitu kangen dengan rasa masakan ibuku.
"wahh, baunya enak sekali bu." ucapku
"ohiyaa, ibuku tidak boleh tahu kalau aku akan megundurkan diri, apalagi keuangan dirumah masih menipis untuk biayaku dirumah sakit." ucapku dalam hati
"aghh Rini sudah meminta ijin untuk berangkat agak siangan bu, jadi tidak apa-apa. Ayahhh ayokk sarapan." ucapku sambil memanggil Ayah dan menggaruk kepalaku yang tidak gatal
Ayah pun segera menemui kami dan sarapan bersama. Setelah sarapan selesai, aku mempersiapkan diri untuk segera kekantor. pukul 10.00 tepat aku berangkat kerja.
__ADS_1
#Sampai Dikantor
Aku mengetuk pintu ruangan bossku dengan rasa khawatir, takut aku akan dimarahi. Tapi akukan mau pergi dari Perusahaan ini, kenapa harus takut. Aku membuka pintu ruang bossku, terlihat dia sedang duduk namun menghadap ketembok, jadi dia tidak melihatku dan aku tidak melihatnya.
"maaf pak, saya Rini, saya sudah tidak bisa bekerja diperusahaan bapak, saya ingin mengundurkan diri." ucap ku yang belum selesai dipotong olehnya
"sudah datang terlambat dan langsung ingin mengundurkan diri." ucapnya marah namun aku seperti tidak asing dengan suara ini, aghh jelas tidak asing diakan bossku
"saya sudah tidak bisa mengerjakan ataupun membantu bapak untuk melakukan hal yang tidak pantas bapak suruh, saya disini untuk bekerja sebagaimana mestinya bukan mengurusi selingkuhan bapak ataupun urusan keluarga bapak." ucapku
"ohiyaa saya juga tidak ingin bapak perlakukan kasar, saya bisa tuntut bapak kepolisi jika bapak tidak mau melepaskan saya." tambahku lagi
"ohhh jadii kamu yang membantu paman saya untuk berselingkuh." ucap lelaki yang dikursi itu dengan memutar kursinya mengarah kepadaku
"kak Rega, bagaimana bisa disini?" ucapku kaget sambil menutup mulutku dan mataku terbelalak tidak percaya
__ADS_1
Kak REGA