
Setelah Jupiter membaca surat yang ditulis secara sembunyi-sembunyi oleh Elenna. Kertas itu terlepas dari tangannya lalu jatuh dan tertiup angin.
Melihat kertas berisikan tulisan tangan Elenna itu terbang terbawa angin. Renata mencoba mengejarnya ia ingin mengetahui isi surat tersebut.Ia berlari berlomba dengan angin agar bisa meraih kembali kertas itu.
"Nat! Ayoo ! Biarkan saja kertas itu.Kita harus bisa mengejar dan menemukan mobil orang tua Elenna, bila masih ingin melihat dan bersamanya lagi." Jupiter membuka pintu mobil dan hendak masuk ke dalamnya untuk segera meluncur mengejar Elenna.
Renata masih bingung apa yang harus ia pilih. Tetap mengejar surat dari Elenna yang telah terbawa angin yang terkadang jatuh ke tanah tetapi setelah perlahan didekati kertas itupun kembali terbang tertiup angin.Ataukah ia harus ikut ajakan Jupiter untuk mengejar Elenna
"Nat! Come on...." Jupiter mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil untuk mengajaknya sekali lagi.
"Come on ...biarkan saja kertas itu. Mengejar Elenna jauh lebih penting." Jupiter kembali menegaskan ajakannya.
Seandainya mobilnya sendiri, mungkin Jupiter sudah langsung melarikan city car berwarna putih ini untuk mengejar Elenna walaupun tanpa Renata ikut dengannya.
Tapi kenyataannya sekarang mobilnya masih tertinggal di parkiran Cafe yang mereka datangi tadi sore.
Melihat keseriusan dan ketegangan di wajah Jupiter, Renata pun mengikuti perintah Jupiter untuk masuk ke dalam mobil.
Setelah Renata masuk ke dalam mobil.Jupiter bergegas menekan pedal gas mobilnya.Sambil salah satu tangannya mencoba mencari musik yang cocok untuk mengiringi perjalanan mereka mencari Elenna.
__ADS_1
Melihat sorot ketegangan di mata Jupiter dan aura wajahnya, Renata mencoba memberanikan diri untuk bertanya."Sebenarnya apa yang terjadi? Apa isi kertas tadi?" tanya Renata sambil berpegangan pada handle tangan yang berada di sisi atas pintu mobilnya.
"Elenna akan disembunyikan orang tuanya entah dimana.Kata Elenna mereka ternyata tidak pindah ke Jawa tengah." jelas singkat Jupiter sambil terus menyetir dan pandangan terus fokus ke depan berusaha mencari mobil ayah Elenna diantara banyaknya mobil di jalan.
"Kenapa begitu?"
"Entahlah sepertinya efek persaingan bisnis orang tuanya.Tetapi menurut aku gak gitu juga caranya " Jupiter sesekali melihat kaca spion untuk mencari celah untuk mendahului beberapa mobil di depannya.
"Awass Piterr!! " teriak Renata.
Tinnnnnn
Jupiter dengan refleks mengklakson mobil yang tiba-tiba muncul di depannya.
Tiba-tiba saja saat Jupiter hendak mendahului mobil di depannya, muncul sebuah mobil dari arah berlawanan dengan kecepatan yang lumayan tinggi.
Untung saja Jupiter memang jago mengemudikan mobil. Dengan cekatan ia membanting setir ke kiri dengan cepat hingga terhindar dari kecelakaan yang hampir saja terjadi.
......................................
__ADS_1
Di dalam mobil yang berbeda.
Elenna yang duduk di kursi belakang.diam-diam berusaha melepaskan ikatan tangannya.
Papa Elenna memperhatikan gerak gerik anak gadisnya itu dengan tatapan tajam melalui spion tengah.
"El, jangan bertindak bodoh!" ucap ayah Elenna.
"Papa jahat! Kenapa kalian tega memisahkan El dengan sahabat dan kekasih El? Kenapa ?" tangis Elenna pilu.
"El ini semua demi kebaikan kamu, sahabatmu dan kekasihmu itu " jawab mama.
"Percayalah ini adalah jalan terbaik untuk kita semua. Memutuskan semua hubungan dengan orang -orang yang dekat dengan kita. Agar kita dan mereka selamat." sekali lagi mama mencoba menenangkan dan menghibur anak gadisnya itu .
"Kebahagiaan? Keselamatan? Sebenarnya ada apa ? Elenna tidak mengerti. Elenna hanya tahu papa dan mama mengambil paksa hak Elenna berteman.!" Lalu setelah berhasil melepas ikatan tali di tangannya. Elenna tanpa pikir panjang membuka pintu mobil hendak membebaskan diri.
Elenna melompat keluar dari mobil yang tanpa ia ketahui ternyata ia melompat ke dalam sebuah jurang yang terjal.
"Ell...!!!" teriak mama terkejut dengan kenekatan Elenna melompat keluar.
__ADS_1
Ayah Elenna pun panik. Kemudian membanting setir hingga akhirnya menabrak sebuah pohon besar lalu mobil minibus hitam itu terjun bebas berguling-guling masuk ke dalam jurang.
........................................