
Miracle mulai curiga dengan sosok Jupiter ia merasa sangat dekat dan nyaman bila berada di dekatnya. Sayangnya sampai saat ini ia belum bisa mengetahui kenapa perasaannya bersama Jupiter dan Bima terasa berbeda.
Miracle mencoba untuk mencari jawabannya.Ia berusaha keras untuk mengingat kembali apakah sebelumnya mereka sudah saling mengenal.Tetapi nol besar isi kepalanya belum mampu untuk mencari memori tersebut.
Tetapi pertanyaan yang baru saja keluar dari mulut Jupiter menandakan bahwa sebenarnya Jupiter mengenal dirinya.
"Piter ...please katakan sesungguhnya siapa diriku? Aku yakin kamu mengetahuinya." ucap lirih Miracle putus asa.
Jupiter menarik napas panjang.Hatinya terasa hancur melihat Elenna menangis putus asa. Ingin sekali ia menenangkan dirinya.Tetapi... ia tidak ingin dibilang lelaki yang memanfaatkan ketidaktahuan seseorang."Tetapi bukannya Elenna memang kekasih aku." jerit batin Jupiter.
"Arrggh!" Elenna mengerang menahan rasa sakit. Sambil menunjuk ke arah sungai.
"Ell .. kenapa?"
"Darah--" Elenna terlihat sedikit syok melihat aliran darah di sungai, yang semakin lama semakin banyak.
Jupiter memicingkan matanya ke arah yang ditunjuk oleh Miracle. Setelah yakin dengan apa yang dilihatnya.Jupiter tanpa banyak bicara segera menggendong Miracle.
__ADS_1
"Piter!" Miracle tanpa sadar melingkarkan kedua tangannya ke leher Jupiter.
"Turunkan!!" protes Miracle.
"Jangan banyak bergerak kakimu berdarah mungkin bekas jahitan luka kamu robek lagi." ucap tegas Jupiter.
Mendengar jawaban Jupiter, Miracle tiba-tiba terdiam. Saat ini Ia hanya diam dan mengamati apapun yang Jupiter lakukan pada dirinya.
Jupiter menurunkan Miracle di bebatuan kali dan mendudukkannya disana. Lalu ia meraih telapak kaki kanan Miracle dan benar dugaan Jupiter bekas jahitan luka lama itu tergores dan mengeluarkan darah.
Tanpa menjawab sepatah kata pun protes Miracle, dengan telaten Jupiter mengeringkan dan membersihkan luka Miracle menggunakan kaosnya. Lalu Jupiter merogoh tasnya mencari sesuatu, kemudian ia mengeluarkan sebuah plester.Kemudian ia menutup luka itu dengan plester untuk sementara waktu.
Terlihat sorot mata lega di wajah Jupiter saat melihat tidak ada lagi darah yang mengalir dari kaki Miracle.
"Maaf aku tidak bisa membiarkan kamu untuk jalan, aku akan menggendong mu dan membawamu ke klinik agar lukamu segera dibersihkan dan disterilkan terlebih dahulu lalu fokus menutup luka ini." jelas Jupiter
Miracle melihat dan memeriksa lukanya tersebut. Lalu ia menatap intens Jupiter.
__ADS_1
Perlahan ia menyentuh wajah Jupiter. Berusaha mengingat. "Arggghh!!" rintih Miracle sambil memegang kepalanya.
"Ell are you okay?" Jupiter memegang kedua pundak Miracle
"Siapa kamu? Siapa El!! Katakan padaku siapa kamu.Kenapa kamu lebih tahu tentang diriku daripada aku sendiri. Kamu selalu memanggilku El! Siapa El?Aku bahkan tidak tahu luka jahitan di kakiku ini.Kenapa justru kamu lebih tahu bahkan kaki sebelah mana luka ini ada, kamu tahu. Katakan padaku siapa kamu dan siapa aku?" jerit putus asa Miracle dalam tangisnya.
Jupiter terkejut dengan reaksi Miracle.Ia berusaha menenangkan kekalutan kekasihnya itu.
"Kita ke klinik dulu okay, Menghentikan pendarahan di kaki kamu jauh lebih penting saat ini, daripada yang lain." Jupiter berusaha mengelak.
"Katakan saja terus terang siapa Miracle dan siapa kamu.!" terdengar suara sedikit berat dan parau dari sisi belakang Jupiter.
Jupiter dan Miracle spontan melempar pandangan ke arah asal suara.
"Bima!" baik Jupiter dan Miracle terkejut dengan kedatangan Bima tiba-tiba.
...................................................
__ADS_1