Kembalinya Elenna Cinta Pertama

Kembalinya Elenna Cinta Pertama
Pengakuan


__ADS_3

Mobil minibus hitam terlihat memasuki halaman rumah mewah berwarna abu-abu dan didominasi warna putih.


Tidak lama kemudian turunlah Jupiter sambil menarik napas lega. Sekaligus sedih mendengar keadaan kekasihnya. Yang hingga saat ini masih belum diketahui oleh Jupiter keberadaannya.


Tetapi secepatnya setelah ia membereskan masalahnya dengan Renata dan memberi keputusan resmi pada keluarga tentang batalnya pertunangan diantara mereka. Jupiter akan segera terbang ke London.


Perlahan Jupiter masuk rumah dan berjalan mengendap-endap takut membangunkan seisi rumah .Ia sadar, ia pulang diatas jam malam yang telah disepakati oleh semua anggota keluarga.


Tiba-tiba terdengar pintu kamar dibuka."Piter!"


Jupiter menarik napas sebentar lalu menghembuskannya kembali.Ia pun menghentikan langkahnya ketika namanya dipanggil.


"Darimana saja kamu seharian? Semua urusan tunangan kamu sudah selesai kan?" mama memberi Jupiter pertanyaan beruntun.


Jupiter hanya tersenyum samar."Jupiter lelah ma. Besok pagi Jupiter akan ceritakan semuanya."


"Piter, luangkan lah sedikit saja waktumu.Sudah dua hari kakakmu pulang bersama pacarnya.Tetapi kamu belum juga menemui mereka sampai hari ini."


"Iya ma maaf, Tenang saja besok Jupiter full day di rumah kok. " Jupiter memeluk mamanya dari belakang dan mencium kedua pipi mamanya.


Mereka pun akhirnya tersenyum bahagia dan saling berpelukan.

__ADS_1


"Mama doakan semoga pertunangan mu besok lusa berjalan lancar." doa sang mama.


"Selamat malam ma. Besok pagi , ada yang mau Jupiter sampaikan pada mama dan papa.Sekarang Jupiter istirahat dulu ya ma " pamit Jupiter untuk mengalihkan pembicaraan mama tentang pertunangannya.


Jupiter sengaja tidak ingin membahasnya terlebih dahulu dengan sang mama.Karena ia ingin membicarakan hal serius ini, sekaligus bersama ayahnya.


Karena setelah itu pun, ia juga akan berbicara serius. Sekaligus meminta maaf pada keluarga Renata, akan pembatalan pertunangannya. Dimana sesungguhnya ide pertunangan itu sendiri memang bukan keinginan dirinya melainkan kemauan keluarga.


"Ada apa Pit, sepertinya ada yang sedang menganggu pikiranmu?" tanya mama sambil menyentuh kedua pipi anaknya itu dengan kedua tangannya.


Jupiter membalas menyentuh kedua tangan mamanya dan berusaha tersenyum."Tidak ada apa-apa ma. semua sudah berakhir .Justru Jupiter lega saat ini." ungkap Jupiter.


Mama mengerutkan keningnya."Lega kenapa? Oh urusan persiapan acara pertunangan kamu sudah beres ya." tebak sang mama.


Mama semakin bingung.Dan menatap lekat kedua bola mata anaknya itu."Memangnya ada masalah apa nak?" tanya mama cemas.


"Besok saja Jupiter ceritakan semua.Jupiter lelah hari ini.Boleh yaa ma Jupiter istirahat dulu malam ini." dengan wajah memelas dan penuh harap.


Ibu mana di dunia ini, bila melihat anaknya menatapnya dengan tatapan memohon tidak mengabulkan permohonannya? Sepertinya tidak ada.


"Baiklah , istirahat lah dulu. Jangan lupa cuci muka biar segar dan bisa tidur nyenyak.Sampai ketemu besok pagi."

__ADS_1


'Terima kasih ma ." kembali Jupiter mengecup pipi mamanya dan berlari menuju ke kamar nya.


.................................................


Di rumah Renata.


Berkat bantuan Hendra dan Bu Mila. Renata akhirnya sampai juga di rumahnya


Ia melangkah dengan lesu dan tidak bersemangat memasuki rumahnya. Seluruh tubuhnya berasa tidak bertulang.


Bahkan untuk menyangga tubuhnya saja kakinya merasa tidak mampu.


Melihat sang anak pulang dalam keadaan lemas dan tidak bersemangat. Mama Renata celingukan di luar. "Jupiter mana nak? Bukannya tadi pagi kamu pergi bersama dia?" tanya mama Renata.


"Ia sudah pergi." jawab lirih Renata.


Tanpa bertanya lebih lanjut Mama mengantar sang anak kembali ke kamarnya.


Bila Renata sudah tenang. Mama yakin Renata akan bercerita padanya.Tanpa perlu didesak.


Mama paham anaknya saat ini lebih butuh istirahat daripada bercerita tentang sesuatu yang masih bisa ditunda besok.

__ADS_1


.........................................


__ADS_2