Kembalinya Elenna Cinta Pertama

Kembalinya Elenna Cinta Pertama
Kebencian


__ADS_3

Renata kini terkulai lemas di hadapan Jupiter.Ia berlutut memohon maaf.


"Semudah itu kamu meminta maaf? Andai waktu itu kamu memberitahu ku tentang keberadaan Elenna dan kondisi terakhirnya. Mungkin saat ini Elenna sudah kembali mengingat siapa dirinya.Dan kembali berkumpul bersama kita. Tetapi apa yang kau lakukan? Diam dan hanya menyimpan sendiri semua informasi berharga tentang Elenna dariku.Dan membiarkan sahabat dekatmu sendiri merasa asing seorang diri di lingkungan yang tidak dikenalnya.Bahkan ia sendiri tidak mengenal siapa dirinya.Setega itukah kamu.? Aku sungguh tidak menyangka kalau kamu sanggup menikam sahabat mu sendiri.Kenapa Renata ? KENAPA????" teriak Jupiter yang merasa sangat kecewa dengan sikap yang diambil oleh Renata.


Jupiter pun menitikkan air matanya.Ia sungguh menyesal telah mempercayakan semua usaha pencarian kekasihnya itu pada Renata.


"Kamu tahu Re.. aku hampir gila kehilangan dia dan aku yakin kamu sangat tahu itu, bagaimana usaha aku untuk dapat menemukan dia kembali. Hati kecilku selalu berkata Elenna masih hidup tapi entah dimana? Sebagai sahabat Elenna terdekat aku pikir aku bisa mempercayai mu untuk menjadi partner dalam mencari Elenna.Tetapi apa? APA YANG TERNYATA TERJADI? KAMU MENGKHIANATI KAMI. KAMU MENGKHIANATI ELENNA. KENAPA??" kembali Jupiter dengan nada tinggi membentak Renata.


Jupiter benar-benar merasa kecewa, ia tidak terima kepercayaannya dikhianati oleh Renata.


Wajah Jupiter memerah tegang. Jelas sekali aura kekecewaan, kebencian dan amarah tergambar disana.Andai saja Renata laki-laki sudah habis ia hajar untuk melampiaskan kekesalannya.


Tetapi Jupiter masih bisa mengontrol diri.Untuk tidak menghabisi Renata.

__ADS_1


"Aku tahu aku salah. aku tahu tidak seharusnya aku menyembunyikan keberadaan dan kondisi Elenna saat itu darimu.Tapi semua itu aku lakukan karena aku takut kehilanganmu." ungkap Renata dalam tangisnya.


Jupiter menatap sinis pada Renata."Takut kehilangan aku?" Jupiter lalu jongkok dan menarik dagu Renata agar mendongak menatap matanya.


Dua mata Renata basah oleh airmata. Seluruh wajah Renata basah tertutupi tangisannya.


"Sejak kapan kamu berhak atas diriku? Dari awal kamu tahu hati, jiwa dan pikiran aku milik Elenna sepenuhnya. Kenapa bisa kamu beralasan takut kehilangan aku? " tatap tajam penuh amarah dan rasa jijik pada Renata.


"Aku mencintaimu Jupiter.Aku benar-benar mencintaimu." ungkap Renata dalam tangisnya.


"Selain mengkhianati kepercayaan ku kamu juga salah mengartikan kebaikanku padamu. Dengar Renata selama ini aku menghargai mu hanya karena kamu aku kira sahabat dekat Elenna dan tidak mungkin mengkhianatinya. Tapi ternyata ..., kamu menyalahgunakan semuanya." Jupiter berdiri dari posisi jongkok lalu mendorong tubuh Renata hingga terjerembab ke belakang.


"Jangan pernah berharap aku memaafkan mu. Never and ever." Jupiter pun hendak pergi meninggalkan Renata.Tetapi tangan Renata tiba-tiba berusaha meraih lengan Jupiter mencegah meninggalkan dirinya.

__ADS_1


"Jangan pergi Piter.Aku mencintaimu.Piter ingat, dua hari lagi kita akan bertunangan. Maafkan aku.. maafkan aku." Renata terus menahan Jupiter untuk melangkah pergi.


Dengan tegas Jupiter mengibaskan tangan Renata yang berusaha menghalangi dirinya melangkah pergi.


"Otak dan hati kamu terbuat dari apa sih sebenarnya.Setelah semua keculasanmu itu, kamu masih berani berpikir akan bertunangan dengan ku??" Jupiter mendorong kening Renata dengan jari telunjuknya.


"Gila! Benar-benar gila." Jupiter menarik paksa kakinya yang kini dipeluk erat oleh Renata.


"Lepaskan kataku !! Atau jangan salahkan aku bila aku menendangmu." Jupiter akhirnya berhasil lepas dan melangkah menjauh dari Renata yang masih tersungkur di tanah meraung-raung meminta maaf.


................................................


Yuk sambil menunggu up silakan mampir ke karya teman aku.

__ADS_1



__ADS_2