
"Hallo Nat, aku dalam perjalanan ke lokasi kecelakaan.Kamu ikut tidak?" terdengar suara sedikit bergetar dari ponsel Renata.
"Sekarang?"
"Ya. Aku ingin memastikan semuanya.Aku tidak ingin menduga-duga.Aku yakin Elenna ku dalam keadaan baik-baik saja." Jupiter berusaha meyakinkan dirinya sendiri.
Tanpa berpikir lebih panjang lagi.Renata segera mengiyakan ajakan Jupiter untuk memastikan berita yang sedang simpang siur di Telivisi maupun media sosial manapun.
Renata berlari ke kamarnya untuk mengambil tas kecilnya dan jaket untuk menghangatkan tubuh dari udara dingin.
Melihat majikannya hendak kembali pergi. Bibi berusaha mengingatkan Renata."Non, makan dulu sotonya sudah bibi hangatkan."
"Terimakasih Bi.Maaf saya sedang buru-buru dan tidak nafsu makan." ucap Renata.
"Tapi non---"
Tin .... tin ... tin ....
Bunyi klakson mobil terdengar."Itu Jupiter.Bi saya pergi dulu ya.Sudah ditunggu." Lalu Renata pun pergi meninggalkan bibi yang hanya bisa memandang dan menggeleng gelengkan kepalanya.
__ADS_1
...............................................
Sepanjang perjalanan menuju lokasi,
Jupiter dan Renata hanya diam, tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.
Semua yang terjadi hari ini Bagaikan mimpi buruk yang datang tiba-tiba tanpa diharapkan.
Masih terekam dengan jelas kebahagiaan yang terpancar dari wajah Elenna saat mereka berdua menghabiskan waktu bersama di hutan sebelum Elenna terpleset yang menyebabkan kaki Elenna robek .Dan dari kecelakaan kecil itu lah mengubah kebahagiaan mereka menjadi petaka.
Terlalu cepat bagi Jupiter semua ini terjadi. Bagaikan naik sebuah roller coaster kehidupan, baru sebentar merasakan kebahagiaan detik berikutnya sudah berubah menjadi kedukaan dan airnata.
"Piter...menurut kamu bagaimana? Menurut informasi yang beredar, mereka hanya menemuka dua korban tewas.Dan itu adalah kedua orang tua Elenna. Lantas kemana Elenna? Tidak mungkin Elenna tidak bersama mereka." Renata bingung memikirkan teka teki yang terjadi.
'Ya aku dengar." Jupiter menatap fokus ke depan.
Renata menatap intens ke arah Jupiter menunggu respon dari pertanyaannya tadi.
Jupiter menoleh ke arah Renata sebentar."Karena itulah aku ingin datang ke lokasi. Aku mau memastikan apa yang sebenarnya terjadi dan dimana Elenna berada. Tapi aku punya keyakinan. Sungguh Nat, aku merasa Elenna masih hidup. Tapi entah dimana sekarang ia berada." jawab Jupiter
__ADS_1
...............................................
Sesampainya di lokasi, mobil Jupiter hanya bisa parkir di kejauhan.Di sekitar lokasi masih terlihat beberapa orang berkumpul untuk melihat bangkai mobil yang telah ringsek di batas garis kuning yang telah dipasang oleh pihak polisi setempat.
Dengan perlahan Jupiter turun dari mobilnya. Lalu mengamati lingkungan sekitar.Entah kenapa ia merasakan keberadaan Elenna disekitar lokasi
Renata yang melihat Jupiter sedang memejamkan matanya mencoba dan berusaha merasakan keberadaan Elenna yang entah dimana saat ini ia berada.
Renata mengumpulkan keberanian untuk menyadarkan Jupiter akan tujuan mereka datang ke lokasi.
Setelah Jupiter sadar akan tujuan utama mereka berada di lokasi saat ini.Ia kemudian bertanya kesana kemari untuk dapat bertemu dengan yang bertanggung jawab akan penemuan kecelakaan ini.
Jupiter berusaha mencari informasi sedetail-detailnya tentang penyebab kecelakaan hingga korban yang mereka ketemukan.
Mereka mengatakan kemungkinan ada satu korban lagi tapi keberadaannya belum mereka ketemukan.Hal itu dikarenakan penemuan robekan baju di pintu belakang dan robekan baju itu bukan milik kedua korban yang sudah mereka temukan.
Itulah yang menyebabkan mereka yakin masih ada korban lain selain dua korban yang sudah mereka temukan.
Sampai saat ini mereka masih berusaha mencari kemungkinan korban terpelanting keluar saat kejadian.
__ADS_1
"Boleh saya ikut mencarinya pak?" Jupiter menawarkan diri untuk ikut dalam tim pencarian. Untuk mencari kemungkinan masih adanya korban yang tertinggal di dasar jurang.
.....................................................