
"Miracle." sambil menyambut uluran tangan Jupiter
Sesuatu perasaan aneh menyelimuti Miracle saat dirinya berjabat tangan dengan Jupiter.
"Wow... wow...wow! Jangan lama-lama bro!'" Bima berusaha memisahkan tangan Jupiter dari kekasihnya.
"Miracle ini, sepertinya bakal menjadi cewek terakhir yang ada di hidup Bima.Setelah sekian lama mencari yang pas.Bukan begitu Bim?" goda sang papa.
Tenggorokan Jupiter terasa tercekat ia tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun.Matanya terus menatap lekat Miracle. Bahkan jantungnya pun sempat berhenti berdetak sesaat.
"Jupiter ini, adik aku.Yang seharusnya besok akan menjadi hari bahagianya. Tetapi sepertinya ia belum bisa move on dengan kekasihnya yang dulu. Jadi pertunangan mereka batalkan." jelas Bima pada Miracle.
"Oh ya?? Berarti kamu cowok yang setia. Kalau memang tidak klik di hati jangan dipaksakan.Semoga cewek kamu yang dulu bisa merasakan ketulusan dan kesetiaan mu. Dan kelak ia akan kembali padamu lagi." Miracle memberi semangat Jupiter.
Akhirnya makan malam pun selesai. Selama makan malam, baik papa, mama, Bima saling melempar pertanyaan dan bercandaan. Sesekali Miracle juga menimpali. Hanya Jupiter yang tidak mampu mengeluarkan sepatah katapun.
Pikirannya benar-benar kosong.Ia tidak lagi mampu berbicara apapun.Semua kemungkinan-kemungkinan yang terjadi terus berputar di isi kepalanya.
Dari kejauhan Jupiter terus memperhatikan Miracle.Bima memperlakukan pacarnya begitu manis ia yang menuangkan air putih di gelas Miracle kemudian ia pun hendak mengambil undang mayonaise untuk kekasihnya itu.Miracle pun tersenyum manis pada Bima.
Saat Miracle akan memasukan udang mayo ke dalam mulutnya.Tiba-tiba saja Jupiter berdiri dan mengambil teko aiir di dekat Miracle dan menumpahkannya ke piring Miracle."Ohh maaf ..maaf !" ucap Jupiter. Saat air putih di teko menetes ke udang mayo Miracle.
Ketika itu juga kedua bola mata Jupiter memandang intens ke arah Miracle.Dan membuat Miracle terkesiap seperti merasakan sesuatu.
"Piter!!" protes sang kakak.
"Maaf kak." lalu Jupiter pun tanpa berpamitan berlari kembali ke kamarnya.
Disaat Jupiter kembali ke kamarnya, Bima mengganti makanan kekasihnya dengan yang baru. Tetapi Miracle menolaknya.Lalu ia pamit pulang.
Entah kenapa ada perasaan aneh di dada Miracle, yang ia sendiri tidak tahu kenapa.Semakin ia mencoba memikirkannya, kepalanya semakin terasa sakit seperti ditusuk-tusuk seribu jarum.
__ADS_1
Akhirnya Bima pun mengantar pulang Miracle. Karena Miracle terlihat tidak sehat dan mulai sering memegang kepalanya.
"Apa tidak lebih baik kamu antar kekasihmu ke dokter dulu Bim?" saran papa.
"Kakek Miracle kan dokter pa."
"Oh iya papa lupa.Okay antarkan Miracle pulang hati-hati di jalan"
"Cepat sembuh ya sayang. Terimakasih sudah mau datang makan malam bersama kami." ucap mama sambil memegang tangan dan pundak Miracle.
Miracle pun mengangguk."Sama-sama Tante. Terima kasih buat undangan makan malam nya. Om..., Tante ..Mira pamit dahulu." ucap Miracle.
....................................................
Dari balik pintu kamar, Jupiter mendengar semua percakapan mereka.
Otak Jupiter semakin panas mengolah semua data-data yang masuk ke dalam kepalanya.
"Halo... Selamat malam Bu Mila.Maaf malam-malam saya telepon ibu.Mau tanya, saya lupa nama Elenna waktu dulu tinggal di desa ibu siapa ya? "
"Oh.Terima kasih Bu." Jupiter lalu menutup telepon.
Kemudian Jupiter keluar dari kamarnya dan berlari untuk menemui mama tercinta.
"Ma....mama...!!" panggil Jupiter. Sambil memasuki setiap ruangan yang ada.
"Ada apa Piter, Mama di ruang tengah. " sahut mama.
Jupiter bergegas menuju ruang tengah.Disana papa terlihat sedang membaca buku. Dan mamanya sedang merajut sebuah pakaian hangat.
"Ma..." panggil Jupiter ragu
__ADS_1
"Hei Pit! Ada apa? Oh ya kamu tadi kenapa kok bisa menumpahkan air di piring Mira?" selidik mama.
Papa pun meletakan buku yang sedang ia baca. Ketika mengetahui Jupiter mendatangi mereka.Ia pun siap mendengarkan penjelasan dari Jupiter .
Mereka sangat paham sifat anak-anak mereka. Jika Jupiter diam seribu bahasa seperti saat makan malam tadi itu pertanda ada sesuatu serius yang menganggu pikirannya.
"Duduklah Piter.Ceritakan pada kami apa yang terjadi? Papa yakin ada yang kamu sembunyikan dari kami.Apa ada hubungannya dengan Miracle?" tebak papa tanpa basa basi lagi
Jupiter menelan salivanya perlahan, Tenggorokan nya kembali terasa tercekat.
"Ada apa nak? Cerita pada kami. " Mama menyentuh tangan anaknya itu.
"Dimana kak Bima bertemu Miracle pa?" tanya Jupiter membuka percakapan.
"London." papa siap mendengarkan cerita anak bungsunya ini.
"Hmm.Apa kakak cerita lebih spesifik tentang Miracle. Apa yang dilakukan Miracle disana. Kuliah juga?"
"Tidak. Dia disana tinggal bersama kakak perempuannya.Seorang dokter di London." sahut mama.
"Dan disini ia tinggal dengan kakeknya.Seorang dokter juga?" selidik Jupiter. Perasaan Jupiter semakin kacau.Tubuhnya mulai bergetar mendengar penjelasan papa dan mamanya.
Mereka pun mengangguk membenarkan ucapan Jupiter.
Untuk beberapa saat Jupiter terdiam dalam kegalauan perasaannya.Lalu tanpa berpamitan.Ia pun kembali masuk ke dalam kamarnya.
"Piter!!! Jupiter!" panggil mama saat Jupiter meninggalkan mereka tanpa pamit.
"Biarkan saja ma.Sepertinya ada sesuatu yang serius yang sedang menganggu pikirannya.Beri dia waktu untuk menyelesaikannya sendiri.Papa yakin bila ia sudah siap Jupiter pasti bercerita kepada kita." papa kembali mengambil bukunya di meja, lalu membaca buku lagi.
Sedangkan mama masih memandang ke atas ke arah kamar Jupiter.Lalu ia pun kembali merajut pakaian hangatnya.
__ADS_1
......................................