Kembalinya Elenna Cinta Pertama

Kembalinya Elenna Cinta Pertama
Perasaan aneh.


__ADS_3

"Apa?Kak Bima ke Jepang?" seru Elenna saat diberitahu Jupiter kalau kakaknya baru saja berangkat ke Jepang. Ia sengaja hanya titip salam saja melalui Jupiter, saat akan berangkat. Karena Bima merasa tidak akan mampu untuk berpamitan langsung pada Miracle. Sesungguhnya ia tidak ingin pergi jauh dari sisi Miracle tapi keadaan lah yang membuatnya harus meninggalkan Miracle yang kini telah kembali pada indentitas dirinya yang sebenarnya yaitu Elenna, kekasih Jupiter yang sempat hilang dari kehidupannya.


Karena hal itulah ia lebih memilih untuk minta tolong adiknya menyampaikan pamitnya pada Miracle.


"Kenapa kemarin ia tidak bilang apa-apa padaku kalau dia akan ke Jepang." sungut Elenna atas sikap Bima.


Jupiter menatap lekat kekasihnya itu.Ia melihat ada rasa kesal dan sedih disana yang berusaha Elenna sembunyikan dan sangkal.


"Kamu merasa kehilangan dan tidak ingin kak Bima pergi ya?" tanya Jupiter hati-hati.


Elenna sadar dan paham ke arah mana pembicaraan Jupiter.Lalu ia berusaha tersenyum."Bukan begitu cuman kesal saja kenapa ia tidak pamit langsung padaku." ucap Elenna.


"Ka-mu mencintainya?"entah kenapa pertanyaan yang selama ini menganggu pikirannya dan ia pendam akhirnya keluar juga dari mulutnya.


Mendengar pertanyaan Jupiter, entah kenapa Elenna merasa salah tingkah.Ia sendiri sesungguhnya bingung dengan perasaannya.


Tidak bisa dipungkiri bahwa Jupiter adalah cinta pertamanya yang selalu setia menanti dirinya.


Hingga peristiwa naas itu terjadi dan membuat semuanya berubah.


Saat ia kehilangan ingatan dan merasa asing dengan sekitar. Bima lah yang selalu hadir menemaninya dan membuatnya tersenyum kembali dan meyakinkan nya untuk meneruskan hidupnya. Yang awalnya, Elenna merasa ketakutan dan tidak punya arah serta tujuan hidup.


Dalam kebingungan dan ketakutannya itulah Bima meyakinkan Elenna bahwa semua baik-baik saja walaupun ia tidak ingat siapa dirinya.

__ADS_1


Kedekatan mereka berawal dari empati Bima akan kondisi Elenna saat itu. Yang akhirnya menumbuhkan benih-benih cinta diantara mereka.


Tidak dipungkiri perasaan cinta dan sayang itu pun tumbuh bersemi seiring kedekatan dan kebersamaan mereka.


"Hallo... Ell?" Jupiter mengerakkan telapak tangannya di depan wajah kekasihnya itu.


Tersirat suatu kesedihan di wajah Jupiter."Tidak perlu kamu jawab El aku sudah tahu jawabannya." batin sedih Jupiter.


Tiba-tiba ada perasaan nyeri di dadanya.Tanpa Jupiter sadari tangannya memegang dadanya berusaha menahan rasa sakit itu.


Elenna yang mulai tersadar dan melihat raut kesakitan yang tersirat di wajah Jupiter, perlahan mengambil posisi duduk dan menyentuh dada Jupiter.


"Kenapa Pit?" tanya polos Elenna.


Ia berusaha tersenyum dalam kesakitannya.


"Its okay, I am fine don't worry." sahut Jupiter mencoba meyakinkan Elenna dengan senyuman terpaksa nya.


"Kamu yakin? Aku panggilkan suster ya." Elenna bersiap menekan tombol untuk memanggilkan tim medis.


"Tidak perlu El, i am okay." Jupiter menahan tangan Elenna untuk memanggil tim medis.


"Kamu yakin?" sekali lagi Elenna meyakinkan diri Jupiter akan kondisinya.

__ADS_1


"Percayalah El, aku baik-baik saja.Nih lihat!" Jupiter berdiri dan menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja.


Elenna memandang intens Jupiter."Piter, kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan dariku?"


Jupiter menggenggam tangan Elenna."Bagaimana mungkin aku menyembunyikan sesuatu darimu.Kamu mengenalku dengan sangat baik." ucap Jupiter.


"Oh ya, besok kamu sudah bisa pulang kan? Aku pulang dulu ya. Aku sudah janji dengan mama untuk makan malam di rumah. Besok pagi aku datang untuk membantumu berkemas dan mengantarmu pulang." pamit Jupiter.


Jupiter mengecup kening Elenna.dan memeluknya."I love you" bisik Jupiter.


Elenna mempererat pelukannya seakan tidak ingin melepas pelukan Jupiter.


"El, aku balik dulu ya"


Elenna menggelengkan kepalanya. Entah mengapa ia tidak ingin melepas pelukannya.Tiba-tiba ia merasa takut ditinggal pergi Jupiter.


"Jangan pergi Pit."


Kembali Jupiter mencium ujung kepala Elenna dan meyakinkannya bahwa mereka akan bertemu kembali."Besok aku akan datang untukmu." ucap Jupiter sambil tersenyum.


Akhirnya Elenna pun melepas Jupiter dengan perasaan berat. Entah mengapa tiba-tiba airmatanya mengalir.


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2