
Hari sudah semakin larut malam. tapi pencarian Jupiter dan Renata belum membuahkan hasil.Belum ada tanda atau jejak apapun yang mereka temukan sejak mereka meninggalkan rumah Elenna.
Tetapi pencarian ini harus mereka hentikan untuk malam ini.
Hanya sedikit informasi yang mereka terima itupun hanya dari surat Elenna bahwa keluarga Elenna ternyata bukan pindah ke Jawa Tengah. Itu semua hanya suatu pengalihan saja.
Mobil Renata berhenti di area parkir Cafe, dimana mobil Jupiter sengaja ia tinggal disana.
"Sabar ya Pit.Aku yakin kita akan menemukan Elenna." Renata mencoba menghibur sahabatnya itu.
Jupiter tersenyum miris. Harapannya untuk menemukan Elenna sangat besar sekali tapi saat ini ia masih belum tahu harus memulai pencariannya kemana.
Jupiter masih berusaha mengumpulkan informasi yang lebih lengkap tentang kepergian keluarga Elenna.
"Pit.. pulanglah istirahat dulu, besok kita akan lanjutkan pencarian ini. Aku akan coba mengumpulkan data-data atau sesuatu yang bisa kita jadikan petunjuk untuk mencari Elenna" Renata menepuk pundak Jupiter.
Dengan langkah gontai Jupiter turun dari mobil Renata."Terima kasih Nat sudah menemani aku mencari Elenna." Jupiter akhirnya pamit dan menuju ke mobilnya sendiri lalu pulang.
Renata memandang dengan tatapan kasihan pada Jupiter. Ia sangat memahami perasaan sahabatnya itu.Jupiter dan Elenna sejak awal mereka bersama tidak pernah terpisahkan.
Baru kali ini mereka berpisah dengan cara yang sangat menyedihkan.Sesuatu yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya bahwa mereka akan berpisah secara paksa.
__ADS_1
Renata tidak lepas mengarahkan pandangannya pada mobil yang dikemudikan oleh Jupiter.
Ketika mobil sport merah itu melewati mobil Renata.Terlihat jendela depan terbuka dan muncullah tangan Jupiter melambaikan tangan pada Renata.
Melihat hal itu Renata pun membalasnya dengan melambaikan tangannya juga."Hati-hati Piter!" pesan Renata.
Jupiter kembali menutup kaca jendela mobilnya.Dan meninggalkan Renata yang masih diam di tempat parkir.
Tidak lama kemudian Renata pun mengemudikan mobilnya pulang ke rumah.
Hari ini malam terasa sangat mencekam.Entah kenapa hati Renata merasa tidak enak entah apa yang akan terjadi atau sedang terjadi sesuatu yang ia tidak ketahui.
"Hmm kenapa malam ini terasa begitu sepi dan menakutkan ya? Ada apa ini kenapa perasaan aku jadi tidak enak seperti ini.? " pikir Renata.
Sepanjang perjalanan, Renata berusaha mengalihkan pikirannya dengan ikut bernyanyi saat mendengarkan lagu. Sengaja musik di mobilnya ia putar dengan volume yang cukup keras. Ia berusaha untuk tidak berpikiran aneh-aneh. Dan tidak menghiraukan kegelisahan tidak jelas yang ia rasakan.
Tiba-tiba sorot lampu depan mobil Renata seperti menyoroti sosok wanita yang tiba-tiba melintas di depan mobilnya. Menyebabkan Renata menginjak pedal rem mobilnya mendadak hingga berhenti dan mengklakson.
Setelah ia melihat ke sekeliling, ternyata keadaan jalanan sepi tidak ada siapapun disana.
Renata meminggirkan mobilnya. Lalu ia pun turun dari mobil. Memeriksa sekitar sekilas dan meyakinkan diri bahwa tidak ada satu orang pun yang melintas seperti yang tadi ia lihat sepintas.
__ADS_1
Bulu kuduk Renata mulai berdiri. Sekujur tubuh Renata mulai merasakan sesuatu yang tidak ingin ia rasakan. Renata dengan penuh keyakinan membaca doa dalam hati. Dan bergegas kembali masuk ke dalam mobilnya.
Tanpa membuang waktu lagi Renata melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar bisa sampai di rumahnya dengan cepat.
.......................................
Sesampainya di rumah. Renata segera membersihkan diri. Menguyur tubuhnya dengan air hangat sehingga tubuhnya kembali merasa segar.
Setelah selesai mandi Renata menuju ke meja makan. "Non sotonya tunggu lima menit lagi ya masih bibi hangatkan." teriak bibi dari arah dapur. Saat melihat majikannya sedang mengambil nasi di piringnya dan mulai memilih-milih lauk yang masih tersedia di meja makan.
"Santai saja bi! Renata tunggu di ruang tengah dulu ya" Renata mencomot udang goreng tepung dari meja makan lalu ia melangkah menuju ruang tengah.
Di sana ia membaringkan tubuhnya di atas sofa, sambil meraih remote televisi. Renata mencari beberapa Chanel televisi tetapi tidak ada yang menarik. Hampir saja ia mematikan televisi nya.Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah judul berita yang cukup menarik baginya.
Kecelakaan Tunggal. Sebuah Mobil Masuk ke Dalam Jurang.
Judul itu sangat menarik perhatian Renata, entah kenapa tangannya berhenti di Chanel ini. Terlebih lagi ada sesuatu yang mengganjal pikirannya.
Renata mendekat ke arah televisi dan lebih memperhatikan secara intens tentang berita kecelakaan itu Sekali lagi matanya berusaha menangkap mobil yang berhasil di tarik dari jurang itu.
Mata Renata terbelalak terkejut dan bercampur syok."Bukankah itu mobil----" Renata tak mampu meneruskan kata-katanya.
__ADS_1
Tubuhnya bagaikan dialiri listrik. Lemas dan membatu. Kemudian sesuatu yang terasa hangat mulai menghampiri pipinya.
.................................