
Mobil sedan berwarna hitam metalik.yang berisi ayah Jupiter bersama kakak dan pacarnya.Kini telah memasuki halaman rumah.
"Wahh akhirnya sampai juga. Aku sudah sangat kangen nih dengan kamar dan masakan mama." ucap Bima.
"Ini rumah kamu?" tunjuk Miracle pada sebuah rumah mewah bertingkat tiga dengan halaman yang.sangat luas.
"Yup.Selamat datang di rumah kami." Bima merentangkan kedua tangan mereka.
"Nanti kami akan kenalkan kamu dengan mama Bima.Ia paling semangat menyambut kedatangan kalian Sampai-sampai tadi adik kamu dilarang pulang malam." cerita papa
"Lho, Jupiter memangnya kemana pa?"
Mendengar nama Jupiter disebut, tiba-tiba Miracle memegang kepalanya.
Melihat kekasihnya terlihat memegang kepalanya. Bima terlihat sedikit panik.
"Kenapa Mir? Kepala kamu sakit lagi?" tanya Bima khawatir. Sambil memegang kedua pundak kekasihnya itu.
"Mungkin dia mabuk udara Bim. Cepat bawa dia ke dalam.Biarkan istirahat dulu " papa Bima pun turun dari mobil dan membukakan pintu mobil belakang agar Bima bisa segera membawa pacarnya untuk beristirahat di dalam.
"Ayo Mir.Kamu harus istirahat dulu. Pasti kamu lelah." Bima pun menggendong kekasihnya itu masuk ke dalam rumah.
Mama terlihat terkejut, anak sulungnya datang dengan menggendong seorang wanita.
"Bim... ada apa ini? Apa yang terjadi?" tanya mama panik.
"Beri Bima jalan dulu ma.Kamar tidur tamu sudah siap kan?" papa berusaha menghalangi istrinya menggangu Bima terlebih dahulu.
"Siap pa." Mama pun berjalan di pinggir sang suami.
Bima pun meletakan Miracle perlahan di tempat tidur."Istirahat lah dulu, mungkin kamu kelelahan." Bima mengambil segelas air putih dan memberikannya pada kekasihnya itu.
Setelah Miracle memejamkan mata.Bima mengecup kening kekasihnya itu lalu melangkah keluar kamar.
Kedua orangtuanya menanti dirinya di ruang tengah. Mengetahui anaknya keluar, mama tidak sabar memberikan berbagai pertanyaan seputar keadaan Miracle.
Bima tidak menjelaskan detail tentang keadaan Miracle sesungguhnya. Ia hanya menyalin ucapan papanya kalau kemungkinan Miracle kelelahan, efek dari perjalanan jauh yang baru saja mereka tempuh.
"Kalian belum makan? Kita ambilkan pacar kamu sepiring nasi dan lauk biar bibi yang antar di kamarnya."
"Iya ma.Nanti kalau pusingnya sudah hilang biar Miracle makan di kamar saja." sahut papa setuju dengan ide istrinya itu.
Bima pun turut setuju dengan ide sang mama.
__ADS_1
"Yuk kita makan bersama." Mama melangkah ke meja makan dan memanggil bibi untuk menyiapkan beberapa lauk yang baru selesai masak.
"Wahh ini favorit Bima semua " Bima menarik kursi lalu duduk di depan meja makan dan menggosok-gosokan kedua telapak tangannya sambil memandang beberapa lauk yang telah tersedia di meja makan.
Mama tersenyum bahagia anak sulungnya kini telah berada di rumah kembali berkumpul bersama lagi.
..............................................
Sinar mentari kini telah menunjukkan indentitas dirinya sebagai penguasa langit.
Sinarnya yang mampu masuk ke dalam kamar Miracle. Membuat gadis manis yang masih tidak mengenal siapa dirinya sepenuhnya itu.Kini perlahan membuka matanya dan beradaptasi dengan sekitar.
Matanya menatap langit-langit kamar .Miracle berusaha mengingat dimana ia kini berada.
Dan untunglah, ia masih ingat apa yang terjadi semalam, bahwa dirinya baru saja mendarat di Tanah air dan kemudian bersama Bima
yang dijemput oleh ayahnya mereka melaju menuju kediaman Bima.
Dan entah kenapa di tengah-tengah perbincangan antara ayah dan anak itu.Kepalanya terasa nyeri dan sakit yang sungguh menyayat.
Kemudian kekasihnya itu dengan sigapnya menggendongnya untuk beristirahat di kamar tamu.
Miracle kemudian bangkit dari tidurnya.Ia memandang sekitar. Kamar ukuran Lima kali tujuh meter itu terasa begitu besar bagi dirinya.
Miracle menyingkap gorden jendela kamar. Sinar mentari yang sangat terang dengan begitu tidak sopan nya menerobos masuk ke dalam kamar tanpa permisi. Membuat Miracle memicingkan mata menghalau sinar terang mentari yang langsung rnenyorot ke mata polosnya.
Setelah Miracle beradaptasi dengan terang sinar mentari pagi. Kini ia bisa melihat cantiknya kebun mawar yang berada tepat di bawah jendela kamar yang kini ia tepati.
Mawar yang beraneka warna terlihat begitu indahnya menyelimuti taman samping tersebut.
"Wow indahnya!!" seru Miracle ketika pandangannya menangkap sesuatu yang begitu indah di bawah kamar yang kini ia huni.
Melihat indahnya kebun mawar beraneka warna tersebut. Membuat ia bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk melakukan rutinitas hariannya untuk mandi dibawah guyuran air shower yang hangat.
"Wow indahnya!!" seru Miracle ketika pandangannya menangkap sesuatu yang begitu indah di bawah kamar yang sedang ia tempati.
Detik berikutnya ia berlari keluar kamar.Miracle ingin sekali melihat dan jika diperbolehkan menyentuh langsung mawar- mawar indah tersebut.
Sesampainya di luar kamar. Keadaan sepi tidak ada satu orangpun yang ia temui.
Miracle mencoba mencari keberadaan kekasihnya.Tetapi rumah ini terlihat terlalu besar untuk mencari seseorang.
Tiba-tiba ia melihat sekelebat bayangan lelaki muda keluar rumah dan berjalan menuju mobil yang terparkir di halaman.
__ADS_1
"Bima?" Miracle pun berjalan cepat memastikan apakah benar lelaki yang berjalan menuju halaman itu Bima atau bukan.
Miracle merasa mengenali sosok itu hingga ia pun mengikutinya.Hampir saja ia berteriak memanggil, tiba-tiba sebuah tangan menyentuh lembut pundaknya.Membuat Miracle reflek menoleh ke arah sentuhan.
"Bima??" ucap Miracle terkejut.
Dengan lembut Bima melingkarkan tangannya ke pinggang sang kekasih.
"Selamat pagi. Bagaimana keadaanmu? Sudah lebih baik kan?" Bima melemparkan pertanyaan sapaan sekaligus senyuman manisnya. Yang membuat gadis manapun hatinya bakal meleleh bila melihatnya.
"Hai.. aku kira itu tadi kamu." tunjuk Miracle ke arah halaman.
Miracle pun mengerutkan keningnya tertegun sesaat. Mobil yang tadi terparkir di halaman sudah pergi. Sepertinya lelaki yang tadi ia lihat sudah membawanya pergi.
Bima pun melihat ke arah yang ditunjuk oleh kekasihnya itu.
"Kemana dia? Tadi aku kira dia itu kamu.Makanya aku ikuti, ternyata bukan" ucap lirih Miracle.
"Hmm, mungkin adik aku yang kamu lihat tadi." sahut Bima sambil menyatukan kedua alisnya.
"Adik kamu yang akan tunangan itu?"
"Yup. Yuk kita sarapan. Setelah itu aku ajak kamu keliling-keliling kota. Bagaimana?" Bima menaikkan kedua alisnya menatap serius Miracle, menunggu jawaban.
"Boleh.Tapi aku ingin ke kebun yang ada di bawah kamar aku tadi. Sebelah mana ya Bim?"
"Kebun?" tanya balik Bima.
"Iya kebun mawar..Beraneka warna dan beraneka jenis mawar tumbuh disana.Indah sekali." ucap kagum Miracle.
"Oh pasti kebun di samping halaman.Mama memang sangat suka bunga Mawar dan Anggrek.Yuk aku tunjukkan." Bima pun menggandeng tangan Miracle menuju ke kebun bunga milik sang mama tercinta.
Wajah Miracle berseri cantik ketika melihat dari dekat kebun bunga yang tadi sempat ia lihat dari atas kamarnya.
"Woww ini benar-benar indah!" Seru kagum Miracle sambil berputar-putar mengelilingi kebun bunga mawar milik mama Bima.
...............................................
Wahhh hampir saja Miracle bertemu dengan Jupiter . Bagaimana reaksi mereka ketika bertemu nanti .Ikuti terus kelanjutannya ya.
Sambil menunggu up silakan mampir ke karya teman aku.
__ADS_1