Kembalinya Elenna Cinta Pertama

Kembalinya Elenna Cinta Pertama
Kegalauan.


__ADS_3

Jupiter dan kakek menunggu di luar ruangan.Beberapa kali Jupiter terlihat mondar mandir di depan ruangan rawat Elenna.


Melihat Jupiter berulang kali berjalan mondar mandir gusar. Kakek berniat menghentikan kegusaran Jupiter. Kakek menghampiri Jupiter dan menghentikan langkahnya.


"Piter cukup!" Kakek menahan lengan Jupiter agar Jupiter berhenti dari usahanya mengalihkan pikirannya dengan berjalan mondar mandir tanpa tujuan.


"Percayalah pada cinta.Bila memang Elenna ditakdirkan untukmu tidak ada yang bisa mengambilnya dari dirimu.Tetapi bila sebaliknya berarti memang bukan Elenna takdir kamu." pengingat yang sederhana tetapi sangat menusuk kalbu.


Jupiter hanya bisa berusaha tersenyum kaku.Untuk meyakinkan sang kakek bahwa dirinya baik-baik saja.


Kakek menepuk pundak Jupiter "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, Elenna sudah kembali mengingat siapa dirinya dan semua memori nya. Walau masih harus sering-sering dipancing sedikit agar ia bisa terkoneksi kembali dengan memori yang sempat cuti dari isi kepalanya. Tapi secara umum semuanya baik-baik saja bahkan perasaannya padamu pun kakek tahu, tidak berubah." ucap kakek dari hasil pengamatan Kakek melhat kondisi terakhir Elenna.


"Tapi kek..., jujur saya sangat mencintai Elenna. Bertahun-tahun saya mencarinya, saya selalu punya keyakinan ia masih hidup dan kelak kami akan dipertemukan dan bersatu kembali. Tetapi keadaan ternyata masih saja senang mempermainkan kami. Dengan menghadirkan Bima diantara kami. Kenapa harus Bima kakak aku?." Jupiter sangat sedih mengingat dikala sang kekasih lupa ingatan Bima adalah kekasih Elenna selama mereka di London. Justru kakaknya itulah yang selalu menemani dan menghibur Elenna saat ia merasa sendiri dan asing dengan sekitar.


Karena itulah Jupiter tidak mungkin juga memaksa Elenna untuk kembali padanya. Walau ia pun merasakan Elenna masih mencintainya.Tetapi kehadiran Bima walau hanya sesaat, mempunyai peranan yang sangat penting dalam hidup Elenna yang pada saat itu berindetitas sebagai Miracle.


...............................................


Di kediaman Renata

__ADS_1


Rumah besar dengan dominan warna putih tulang. Membuat rumah megah itu terkesan elegan.


"Non Nata, dipanggil ibu disuruh turun makan !" bi Mirna mengetuk pintu kamar Renata.


Beberapa kali panggilan tetapi tidak ada jawaban sedikitpun dari dalam.Bi Mirna menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.Lalu pergi meninggalkan kamar Renata dan melapor pada majikannya.


Melihat bibi menuruni tangga Mama Renata bertanya," Renata nya mana bi? Sudah dibangunkan?"


"Anu nyonya...itu ...Non Renata tidak menjawab apa-apa panggilan bibi.Padahal bibi sudah berulangkali mengetuk pintu dan memanggilnya, tetapi tetap saja tidak ada jawaban apapun, dari dalam kamar non Nata" jelas sang bibi sambil menunjuk ke arah kamar Renata.


Kening kedua orang tua Renata mengerut kemudian mereka saling tukar pandang. Dan bagaikan dikomando kedua orang tua Renata meninggalkan kesibukan mereka sesaat dan berjalan bersama menuju kamar sang anak Renata.


Tok tok tok


"Nata!! Renata ini mama nak! Sudah siang nih ayoo kita sarapan dulu!" ajak Mama.


Tenang dan hening tidak ada jawaban apapun yang terdengar dari dalam.


Mama dan papa Renata kembali saling berpandangan dengan sorot mata penuh pertanyaan dan khawatir.

__ADS_1


"Rena! Ini papa sayang, kamu masih tidur? Rena bangun nak ini sudah siang?" papa Renata berusaha membangunkan anaknya yang mungkin masih tidur pulas.


Sedetik, dua detik , masih saja bekum ada jawaban apapun dari dalam.


Sorot mata khawatir terlihat semakin jelas dalam mata kedua orang tua Renata.Mereka saling berpegangan tangan berusaha berbagi rasa khawatir diantara mereka


"Pa----" belum selesai mama melanjutkan kalimatnya, papa Renata telah mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu kamar anaknya itu.


"Minggir ma!"


Brakkkk


Bunyi pintu kamar Renata yang berhasil di dobrak oleh sang ayah


Terlihat di dalam kamar, Renata telah tergeletak tak sadarkan diri di lantai dengan beberapa pil berserakan disekitarnya.Sambil memeluk sebuah foto.


"Renata!!" teriak kedua orang tua Renata bersamaan. Mereka sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat di hadapan mereka saat ini


"Oooh .. non Nata!" seru bibi terkejut, sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


.......................................


__ADS_2