Kembalinya Elenna Cinta Pertama

Kembalinya Elenna Cinta Pertama
Sandiwara


__ADS_3

Renata menarik napas panjang dan berusaha bersikap setenang mungkin.


Tangan Renata meraih handel pintu mobil dan hendak membuka pintu. Belum sampai ia membukanya, pintu mobil pun telah dibuka oleh Jupiter dari luar


Berusaha bersikap tenang dan seolah tidak mengetahui apa yang terjadi, Renata keluar dari mobil dengan senyum elegannya.


"Ada apa Piter?" ia berusaha bersikap manis dan setenang mungkin.


Jupiter menatap intens dan dalam pada kedua mata Renata hingga menembus ke dalam hati.Ia berusaha membuat Renata mengaku sendiri dan minta maaf padanya, tanpa perlu ia membuang tenaga untuk mengorek kebenarannya dari mulut Renata.


Bila itu terjadi mungkin ia masih bisa memaafkan nya.Tapi sayang kesempatan itu disia-siakan oleh Renata.Sampai detik ini bahkan di depan ibu Mila ia masih bisa bersikap tenang dalam diam .


Sikap diam Renata yang seolah-olah tidak terlibat apapun dan tidak ada suatu rahasia yang ia sembunyikan. Membuat Jupiter geram.


Kedua tangan Jupiter sudah mengepal erat menahan segala emosi yang saat ini membakarnya.


Bu Mila yang melihat hal itu perlahan menyentuh tangan Jupiter berusaha menenangkannya.


"Selamat pagi mbak Renata.Apa kabar? Gak disangka ya kita bertemu lagi. Sudah hampir empat tahun yang lalu terakhir kita bertemu di rumah pak dokter." Sengaja Mila memperjelas dimana mereka terakhir bertemu agar Renata tidak terus bungkam dan cuci tangan.

__ADS_1


"Kamu pernah bertemu Bu Mila?" tanya Jupiter dengan kepura-puraan nya.Walau tanpa pengakuan Renata sesungguhnya Jupiter telah mengetahui kebohongan yang disembunyikan oleh Renata sahabatnya sekaligus sahabat Elenna selama empat tahun terakhir .


Jupiter terus menatap Renata, menunggu jawaban ataupun penjelasan keluar dari mulut Renata.


"Oh ya katanya mbak Rena, mau kembali kesini lagi untuk menemui Mira. Membantunya untuk mengingat siapa dirinya dan masa lalunya." kembali Bu Mila mengungkit janjinya.


"Siapa Mira? Kok kamu tidak pernah cerita samasekali tentang ini ke aku?" desak Jupiter gregetan karena Renata belum juga mengakui rahasia yang selama ini ia simpan.


Diberondong pertanyaan yang begitu banyak dan memojokkan Renata merasa tidak mampu lagi mempertahankan rahasia yang ia simpan rapat selama ini.


"Mira itu korban kecelakaan yang diselamatkan oleh pak dokter tapi sayang walau jiwa dan raganya terselamatkan. Tapi ia mengalami hilang ingatan.Sepertinya saat itu kepalanya mengalami trauma berat." jelas Bu Mila.


"Korban kecelakaan? Kapan itu Bu? Re..kamu tahu tentang ini?" Jupiter pun pura-pura panik.


Padahal semua tahu, kecuali Renata sendiri kalau Elenna tidak lagi tinggal dengan pak Dokter melainkan ikut anaknya, Dokter Irma ke luar negeri.


Jupiter menyeringai penuh kemenangan mendengar .sandiwara yang dimainkan Bu Mila.


"Masih juga berani bertahan untuk tidak memberitahu ku? Dasar culas.Untung Tuhan memberiku petunjuk tepat disaat aku belum resmi menikahi wanita ular ini. Wanita yang rela mengkhianati sahabatnya sendiri demi kepentingan pribadinya." batin Jupiter kecewa dan marah.

__ADS_1


Pemuda itupun melangkah ke arah sepeda motor yang terparkir di halaman rumah. Menaikinya lalu menoleh ke arah Bu Mila." Ayo Bu kita jemput Mira .Siapa tahu dengan bertemu mereka kembali ingatan Mira akan kembali." ucap Pemuda bayaran Jupiter.


Tiba-tiba Renata berlari menjauh.Sekujur tubuhnya terasa lemas ia bahkan tidak lagi merasakan kakinya berpijak pada bumi. Penyesalan yang mendalam dan perasaan bersalah dan pasrah akan apa yang terjadi setelah semua ini berputar menjadi satu di kepala Renata.


Jupiter memberi kode pada Bu Mila dan Budi agar tetap di tempat.Ia pun berlari menyusul Renata.


"Re....jelaskan padaku apa yang terjadi.?" Jupiter menghentikan langkah Renata dan menggoncang kedua pundak Renata


"Siapa Mira? Kamu kenal dengannya?" desak Jupiter.


Renata kini hanya bisa menjatuhkan diri berlutut di hadapan Jupiter.Ia menangis penuh penyesalan atas rahasia yang ia sembunyikan rapat-rapat selama ini dari Jupiter.


"Maaf...." suara lirih dengan seluruh tubuh bergetar hebat. Renata mengucapkan permintaan maafnya pada Jupiter.


Bahkan wajahnya pun tertutup basah oleh derasnya airmata penyesalannya dan rasa takut pada Jupiter.Ia kini hanya bisa tertunduk lunglai.


....................................................


Tetap ikuti kelanjutannya ya tekan like dan komen bila suka ya . Terima kasih 🙏

__ADS_1


Sambil menunggu up baca ini juga yuk.



__ADS_2