Kembalinya Elenna Cinta Pertama

Kembalinya Elenna Cinta Pertama
Miracle


__ADS_3

Hari berganti hari Minggu berganti Minggu bulan berganti bulan tahun pun telah berganti.Tidak terasa kecelakaan itu telah setahun berlalu tetapi Jupiter belum juga bisa melupakan Elenna.


Hampir seminggu dua kali Jupiter selalu mendatangi lokasi kejadian terkadang ia sengaja mencari tahu pada penduduk sekitar apa pernah bertemu atau menemukan wanita yang ada di foto yang Jupiter tunjukkan.


Hingga saat ini belum ada kabar sedikitpun tentang keberadaan Elenna.


Renata pun pernah membuat pengumuman cetak yang sengaja ia tempel bersama Jupiter di setiap jalan di sekitar jurang kalau saja ada yang menemukan Elenna, harap segera menghubungi dirinya atau Jupiter dan akan ada hadiah uang tunai senilai fantastis bagi yang menemukannya.


Jupiter hampir setiap hari terus memantau kabar tentang Elenna.Tetapi semua terasa nihil.


.............................................


Di pinggir sungai yang bersumber dari mata air pegunungan, dengan air yang begitu bening hingga bisa dibuat untuk bercermin. Ada sebuah rumah mungil sederhana yang ditinggali oleh seorang kakek.


"Bagaimana,. kamu mau ikut anak saya ke luar negeri? Ia sedang membangun sebuah klinik disana, ia butuh tenaga untuk membantunya mengurus klinik." kata kakek yang dulunya ternyata seorang dokter spesialis bedah ternama. Karena persaingan yang tidak sehat akhirnya ia memilih keluar dari Rumah Sakit yang dahulunya ia bangun bersama sahabat-sahabatnya.


Seiring waktu ada salah seorang sahabatnya tidak menyukai kinerjanya yang terlalu jujur dan lebih mengutamakan kenyamanan dan hak pasien daripada laba Rumah Sakit yang mereka kelola. Akhirnya dengan berbagai kelicikannya ia pun tersingkirkan.

__ADS_1


Akhirnya sang kakek mantan dokter spesialis ini lebih memilih hidup sederhana di tengah hutan dan menolong warga setempat.Jauh dari persaingan yang tidak sehat.


"Kalau aku ikut Kak Irma, kakek bagaimana? Disini juga banyak orang yang datang berobat, kakek juga butuh tenaga untuk membantu kakek meracik obat." sahut sang gadis.


Sang kakek tersenyum dan terkekeh sejenak. "Tidak perlu mengkhawatirkanku, sebelum aku menemukanmu di dasar jurang waktu itu kakek juga mengurus semuanya sendiri." ucap kakek.


Kakek itu teringat, saat matahari hendak bersembunyi di balik bumi. Ketika ia selesai mengoperasi pasien yang tinggal sedikit jauh dari rumahnya.Ia mendengar rintihan lirih yang semakin ia dekati semakin jelas kalau itu suara rintihan manusia.Ternyata ada seorang gadis meringkuk sambil merintih di bawah pohon.Bajunya compang camping berantakan. Darah menutupi beberapa luka goresan ranting dan pohon. Sewaktu ia datang gadis itu telah pingsan . Setelah ia periksa ternyata gadis itu mengalami patah tulang kaki dan tangan.


Dengan susah payah kakek tersebut yang sekaligus dokter ahli bedah yang mengucilkan diri itu membopong gadis itu dan membawanya ke rumahnya.Ia merawat dan membersihkan luka-luka di tubuh gadis itu.


Akhirnya sang kakek itu memberinya nama Miracle. Seorang gadis yang ia temukan dalam keadaan mengenaskan kini telah pulih. Hanya saja masih hilang ingatan.


"Bagaimana Mira? Menurut kakek lebih baik kamu ikut anak kakek disana kamu bisa melihat dunia luar dan belajar banyak hal disana daripada ikut kakek di hutan pelosok ini." Kakek berusaha membujuk Miracle untuk ikut anaknya daripada bersamanya di desa terpencil jauh dari peradaban. Demi kebaikan Miracle.


"Mungkin kalau kamu hidup di kota akan lebih banyak memori yang akan kamu ingat dan akan membuatmu sedikit demi sedikit mengingat kembali siapa dirimu." nasehat kakek sambil memegang kedua pundak Miracle.


"Kamu ingin kembali mengingat siapa dirimu kan?" tanya sang kakek.

__ADS_1


Perlahan Miracle pun menganggukkan kepalanya.Lalu ia memeluk kakek dengan erat."Mira takut kek!"


"Apa yang kamu takutkan. Kasihan keluarga kamu, mereka pasti bingung dan sedih kehilangan kamu.Ikutlah dengan Irma, mungkin dengan ikut Irma ada beberapa hal yang dapat membantu kamu mengingat sesuatu.Pesan kakek, kalau itu terjadi biarkan saja jangan terlalu dipaksa ingat ataupun tolak. Ceritakan pada Irma semuanya apa yang kamu ingat, anak kakek akan membantu dan menuntun mu untuk mengingat indentitas mu." Kakek membelai rambut Miracle dengan penuh kasih sayang.


Keesokan Harinya Irma datang untuk menjenguk sekaligus berpamitan pada sang ayah serta menjemput Miracle untuk ikut bersamanya di London.


Miracle memeluk erat sang kakek penolongnya."Terima kasih kek.Mira janji Mira tidak akan pernah melupakan pertolongan kakek pada Miracle. Walaupun mungkin suatu saat Miracle ingat kembali siapa diri Mira. Miracle janji tidak akan melupakan kakek" tangis Mira.


Kakek menghapus airmata Miracle."Kakek yakin suatu saat kamu akan ingat semuanya, percaya kakek. Ingat ya kata-kata kakek tadi, laporkan semua sekecil apapun yang kamu ingat pada Irma. Nanti ia akan menuntun mu untuk mengingat lebih banyak lagi." ucap Kakek sambil mengacak-acak rambut Miracle dan tersenyum ramah.


"Titip Miracle ya Ir ?"


"Siap ayah.Dan kamu, jangan sungkan dengan aku ya. Anggap aku seperti kakak kamu." Mira menepuk pundak Miracle lalu memeluknya.


Kemudian Miracle dan Irma pun meninggalkan rumah sang kakek.Dan berangkat ke kota untuk terbang ke luar negeri.


..............................................

__ADS_1


__ADS_2