
Sepanjang malam Jupiter menunggu Elenna di rumah kakek dokter. Ia memutuskan untuk menunggu Elenna hingga sadar. Jupiter berharap dengan sedikit usaha kakek semalam untuk mengungkit memory Elenna akan berdampak baik bagi Elenna.
Walaupun belum seratus persen Elenna mengingat kembali akan siapa dirinya dan kejadian sebelum kecelakaan, Jupiter berharap sedikit demi sedikit kekasihnya itu ingat akan dirinya dan memorinya pun kembali dengan sempurna.
Melihat Jupiter tertidur di sofa, Kakek yang hendak berangkat memeriksa pasiennya mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Jupiter agar tidak kedinginan di pagi buta yang berhawa dingin khas pedesaan di lereng gunung.
............................................
Di dalam ruangan tiga kali empat. Miracle menggeliatkan tubuhnya.Menarik selimut nya hingga menutup hampir seluruh tubuhnya.Udara dingin yang menusuk tulang menjadi alasan Miracle memilih untuk tetap menutup matanya daripada bangun dan mandi pagi.
Tetapi tiba-tiba bayangan sepasang kekasih sedang memadu kasih di dekat air terjun sekilas melintas di dalam pikiran Miracle.
Ia pun memegang kepalanya yang sedikit terasa sakit bagaikan ditusuk jarum. "Arrggh" rintih Miracle lirih.
Mendengar rintihan yang berasal dari kamar Miracle .Jupiter dengan cepat melempar selimut yang menutup tubuhnya lalu bergegas menuju kamar Miracle.
Di dalam kamar ia melihat Elenna sedang mengerang kesakitan di atas ranjang sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.
"Ell!! Kamu kenapa? Masih sakit?" Jupiter tanpa pikir panjang, memijit kepala Elenna dan memberinya obat penahan nyeri."Sakit sekali? Minum dulu obatnya." ujar Jupiter sambil menyodorkan sebuah kapsul untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan oleh Elenna. Dan segelas air putih.
Setelah meminum obat yang diberikan Jupiter padanya, Elenna bertanya tentang keberadaan sang kakek yang sekaligus Dokter pribadinya.
__ADS_1
"Kakek? Aku gak tahu. Aku belum melihatnya pagi ini." jawab singkat Jupiter.
"Sepertinya kakek ke tempat pasiennya." Miracle berusaha turun dari ranjangnya.
Jupiter kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu. Miracle sedikit ragu pada awalnya tetapi entah kenapa hatinya seolah menyuruhnya untuk menerima ukuran tangan itu. Dan herannya ia justru merasa nyaman dan tenang ketika tangannya dalam genggaman tangan Jupiter.
"Kenapa pagi-pagi begini kamu sudah ada disini? Kamu tidak pulang semalam?" tanya Miracle kritis.
"Semalam... Kakek minta tolong diantar ke tempat pasien yang malam-malam kejang dan suhu tubuhnya tinggi sekali.Berhubung motor kakek masih mogok, jadi aku yang antar kakek semalam.Ya karena pulang dari rumah pasien sudah tengah malam, kata kakek mending aku nginap disini dulu. Bahaya kata kakek karena disini kalau malam sepi.Nanti kalau sudah terang baru pulang." jelas Jupiter berusaha mencari alibi yang bagus. Agar tidak terdengar aneh di telinga Miracle.
Miracle akhirnya mengangguk tanda menerima alasan Jupiter.
"Kamu mau kemana? Istirahat saja dulu." ungkap Jupiter khawatir saat melihat Elenna hendak berjalan keluar kamar.
"Aku ingin ke pinggir sungai di dekat sini pemandangannya bagus dan bikin tentram hati .Kamu mau ikut?"
Jupiter tersenyum lebar. "Dengan senang hati " sambil membungkukkan badannya dengan satu tangan di dada dan tangan lain disembunyikan di belakang.
Sesaat Miracle tersenyum, detik kemudian ia kembali memegang kepalanya. Dan berusaha duduk kembali.
"El ..kambuh lagi sakitnya?"
__ADS_1
Bayangan sosok lelaki melakukan hal sama seperti yang dilakukan oleh Jupiter tadi,tiba-tiba terlintas di kepalanya.
"Ini El, minum dulu." Jupiter menyodorkan segelas air putih untuk Elenna agar sedikit tenang.
"Terima kasih."
Elenna kemudian menatap intens wajah Jupiter. Seperti ia berusaha mengingat atau teringat sesuatu.
Dering telepon dari ponsel Elenna berdering cukup keras dan membuyarkan semua usaha Elenna mengingat sesuatu.
Elenna pun meraih ponselnya yang ternyata telepon masuk dari sang kekasih Bima."Ya, hallo ." Bima menanyakan kondisi Miracle yang kemarin pulang dari rumah dalam keadaan sedikit pusing.
"Iya nih Bim, entah kenapa akhir-akhir ini sakit kepala aku sering kambuh bersamaan dengan kilatan-kilatan bayangan sesuatu yang aku gak paham." jelas Miracle.
Bima pun menawarkan diri untuk menemani Miracle ke dokter spesialis untuk memeriksakan keluhannya itu. Bima yakin itu adalah kilatan memori Miracle yang mungkin mulai muncul kembali secara perlahan.
"Terima kasih, kakek dan adik kamu sudah sangat membantu meringankan sakit ini semalam." jelas Miracle polos .
"Adik aku?" bingung Bima mendengar ucapan Miracle.
"Iya semalam Jupiter ke rumah dan nginap disini.Ternyata kakek dan Jupiter sudah saling kenal." cerita Miracle.
__ADS_1
Jupiter tidak mengira Elenna menceritakan keberadaan dirinya pada Bima.Walaupun sebenarnya ia pun sudah siap untuk memberitahu kenyataan sesungguhnya pada kakaknya itu.Tetapi ternyata apa yang dikatakan kakek semalam benar. Cepat atau lambat entah darimana Bima akan mengetahui kenyataan sebenarnya.
.................................................