
Pagi ini matahari terasa sangat terik hingga terasa membakar di kulit. Di kamar yang serba berwarna putih gading dan perlengkapan di dalamnya dominan berwarna hitam dan abu menambah ketenangan dan ketegasan sikap penghuninya.
Bima terlentang di atas ranjang, dengan kedua tangan dilipat di belakang kepalanya sebagai alas bantal. Pikirannya melayang tak beraturan."Jupiter mengenal kakek Miracle? Bagaimana ceritanya Jupiter yang tinggal di kota besar bisa kenal dengan seorang dokter tua yang hidup terpencil di desa yang berada di lereng gunung.Dan hampir tidak ada yang mengenal sang dokter yang sebenarnya ia juga terdampar dengan alasan khusus." pikir Bima.
"Kata Dokter Irma, Miracle lupa akan dirinya karena kecelakaan yang dialaminya. Ayah Dokter Irma lah menemukan Miracle, saat pulang dari menjenguk pasien." kembali Bima mengingat kembali apa yang diceritakan oleh Dokter Irma penyebab Miracle lupa ingatan.
"Dan bila ada suatu memori yang berhasil mengusik pikiran Miracle, maka sakit kepala itu akan menyerangnya kembali." Bima teringat jelas apa saja yang dikatakan oleh Dokter Irma saat Miracle dirawat waktu itu.
Bima seolah teringat sesuatu. Ia kini mengambil posisi duduk masih di atas ranjangnya dengan kedua kaki ia tekuk ke dada.dan kedua tangannya memeluk kakinya. Ia teringat kembali saat Ia dan papanya menyebut nama Jupiter saat perjalanan ke rumah dari Bandara, Miracle tiba-tiba mengeluh nyeri di kepalanya. Hingga akhirnya dirinya menggendong Miracle ke kamar tidur tamu.
Bima akhirnya turun dari ranjangnya lalu meraih rokok yang tergeletak di meja. Kemudian ia pun menyalakan nya dan menghisapnya dalam. Lalu menghembuskannya kembali berupa asap bulat-bulat. Kini langit-langit kamarnya mulai dipenuhi oleh asap.
Bima pun berjalan mendekati jendela kamarnya dan membukanya.Agar asap yang berkumpul di dalam kamarnya terbang bebas keluar .
__ADS_1
Bima masih berusaha mengingat apa saja yang terjadi di depan matanya yang lepas dari perhatiannya. Malam sebelum Miracle datang ke rumah, Jupiter bertekad menjemput Elenna di London. Tapi entah kenapa setelah Jupiter bertemu dengan Miracle ke esok kan harinya, Jupiter mendadak membatalkan rencana pemberangkatannya ke London. "Hmm apa semua ini saling berkaitan?" pikir Bima.
Pikiran Bima saat ini benar-benar kacau.Semua rencananya terasa mulai berantakan.Ditambah lagi ia teringat wejangan papa di pagi itu. "Bahwa bila telah takdir seerat apapun kita menggenggam ia akan kembali pada pemiliknya.'"
Kembali Bima menghisap rokoknya."Sepertinya, papa mengetahui sesuatu. Iya aku yakin papa pasti mengetahuinya karena ia juga tahu kalau Jupiter bakal membatalkan penerbangannya saat itu." Bima mematikan rokoknya lalu bergegas keluar kamar dan hendak mencari papa.
..........................................
Suara gemericik air sungai yang berasal dari mata air pegunungan membuat candu tersendiri.Ditambah lagi suara gesekan beberapa batang pohon bambu yang menciptakan suara berirama bagaikan simfoni kumpulan gesekan biola yang terdengar indah di telinga.
Suasana yang begitu damai dan indah itu benar-benar membuat kedamaian tersendiri bagi yang menikmatinya.
Jupiter hanya memantau sedikit jauh dari langkah Miracle . Ia ingin mengobati kerinduannya dengan memandang keceriaan Elenna sama seperti dahulu.
__ADS_1
Miracle menapak batu demi batu yang ada di sungai. Sekilas ia melihat Jupiter hanya berdiri dari kejauhan sambil melipat kedua tangannya di dada.
'"Heii Piter come on! Airnya dingin disini.Banyak ikan kecil!" tunjuk Miracle ke arah sungai.
Jupiter tersenyum bahagia melihat kekasihnya bahagia.Walau belum kembali pulih ingatannya tetapi ia dalam keadaan sehat dan masih ceria seperti Elenna yang ia kenal.
Melihat senyum manis Jupiter , membuat Miracle terkejut dan kembali rasa sakit itu menyerangnya.Bayangan mirip Jupiter menuntunnya berjalan di sebuah sungai di dekat air terjun, tiba-tiba melintas di kepalanya dengan jelas. Sebelumnya ingatan yang muncul hanya berupa siluet saja namun kali ini, Miracle benar-benar bisa melihat bahwa sosok tersebut mirip Jupiter dengan dirinya.
Serangan mendadak tersebut membuat kaki Miracle hampir terpleset. Melihat Miracle gontai dan akan jatuh ke sungai. Jupiter secepat kilat berlari mendekat dan menangkap tubuh Miracle disaat yang tepat.Kini Miracle dalam pelukan Jupiter.Dan secara reflek, Miracle melingkarkan kedua tangannya ke leher Jupiter saat Jupiter menangkap tubuhnya.
Kini keduanya saling berhadapan sangat dekat. Kedua mata mereka pun saling memandang intens.Ada getaran lembut yang mereka rasakan . Getaran aneh yang membuat mereka merasa dekat.
...................................................
__ADS_1