Kembalinya Elenna Cinta Pertama

Kembalinya Elenna Cinta Pertama
Amarah terpendam.


__ADS_3

Jam di dinding menunjukkan pukul tujuh lebih.


Tampak Jupiter menuruni anak tangga.Terlihat sedikit tergesa-gesa sambil melihat jam tangannya.


Di ruang keluarga, orang tua Jupiter terlihat sedang bersantai sambil menonton televisi untuk menghabiskan waktu menunggu jam berangkat ke bandara menjemput anak sulung mereka.


Melihat Jupiter menuruni tangga, Mama menyapa anak bungsunya itu."Mau kemana Piter? Kok sepertinya terburu-buru."


"Oh ... anu ma. Ada yang harus Jupiter selesaikan dulu." Jupiter menghampiri kedua orang tuanya untuk berpamitan.


"Jangan terlalu malam pulangnya .Oh iya ... sebentar lagi kakak kamu dan calon ipar kamu datang lho, jam delapan nanti pesawat mereka mendarat." jelas papa Jupiter.


"Oh... maaf pa. Piter gak bisa jemput kak Bima. Ini masalah penting banget buat Jupiter." ucap serius Jupiter.


"Iya papa ngerti. Pergilah ..., selesaikan semua urusanmu sebelum hari besar mu.Jadi nanti pikiran kamu tenang untuk menjalani hari pertunangan mu." Papa menepuk pundak anak bungsunya itu. Untuk memantapkan niat anak bungsunya itu.


Jupiter hanya meringis tersenyum sinis.Lalu ia pun melangkah pergi meninggalkan rumahnya.


......................................


Diatas ketinggian dua puluh ribu kaki dari permukaan bumi.


Bima melihat jam tangannya yang menunjukan pukul tujuh malam . "Satu jam lagi pesawat akan mendarat." gumam Bima.

__ADS_1


Bima menoleh ke arah Miracle yang masih tertidur dengan lelap.Bima tidak bosan-bosannya memandangi wajah lembut kekasihnya itu.


Bima sangat bersyukur sekali bisa dipertemukan dengan kekasihnya itu. Walau di awal pertemuan mereka, harus diwarnai dengan kecemasan dan kekhawatiran serta kepanikan akan kondisi Miracle.


Semakin ia mengenal Miracle, Bima semakin yakin akan pilihannya.Miracle gadis hebat yang tegar serta gigih berjuang melawan segala kesakitan yang ia derita demi mengumpulkan kepingan-kepingan memorinya yang hilang.


Tiba-tiba Miracle menggeliat dan perlahan membuka matanya.Hal pertama yang ia lihat adalah senyuman kagum dari Bima yang terus memandangi dirinya intens.


"Jam berapa sekarang? Masih berapa lama lagi kita akan mendarat?" tanya Miracle sambil menggosok gosok matanya.


"Kita sudah hampir sampai." jawab Bima Tidak lama kemudian pramugari memberikan informasi bahwa sebentar lagi pesawat akan mendarat dan mungkin ada sedikit goncangan. Diharapkan para penumpang memakai sabuk pengaman mereka.


Bima dan Miracle pun kemudian segera memakai sabuk pengaman mereka masing-masing. Dan saling berpegangan tangan.


............................................


Jupiter terlihat sedang memarkirkan mobil hitam metalik nya .Lalu bergegas masuk ke sebuah Resto sederhana tetapi cukup ramai


Sesampainya di pintu masuk Resto, seorang pelayan menghampiri Jupiter yang terlihat sedang mencari-cari sesuatu.


"Selamat malam pak? Apa ada yang bisa kami bantu? Butuh tempat untuk berapa orang, mungkin bisa saya bantu carikan tempat untuk bapak.Smoking area atau tidak?" Pelayan tersebut mencoba menawarkan berbagai bantuan.


"Saya sudah ada janji Sebentar saya hubungi dulu." kemudian Jupiter menekan satu nomer hape.

__ADS_1


Tidak lama kemudian ia melihat ada seseorang lelaki yang berdiri dari tempat duduknya dan melambaikan tangan ke arah Jupiter.


"Itu dia teman saya." tunjuk Jupiter.


"Baiklah pak. Selamat datang ke Resto kami. Semoga bapak menyukai menu-menu di resto kami ini." sambut pelayan tadi.


Jupiter tersenyum sambil mengangguk ke arah pelayan. Lalu ia menghampiri temannya tersebut lalu mereka berjabat tangan. Tidak lama setelah itu mereka telah terlibat suatu perbincangan serius.


Terlihat Jupiter fokus mendengarkan detail apa yang disampaikan oleh pemuda tersebut.


Lalu Jupiter merogoh ponsel nya dan menunjukkan sebuah foto kepada pemuda itu. "Iya pak benar. Dia orangnya." jelas pemuda tersebut.


Jupiter menarik napas dalam-dalam.Kedua tangannya terlihat terkepal menahan emosi yang berusaha ia pendam.


"Kapan kejadian itu?"


"Tiga bulan yang lalu pak." sahut pemuda itu.


"Okay Baiklah. Terima kasih atas informasinya. Kirim segera nomer rekening kamu, nanti aku segera transfer seperti yang aku janjikan." ucap Jupiter. Lalu ia pergi meninggalkan Resto tersebut dengan pikiran kacau.


..................................................


Hai terima kasih sudah setia mengikuti kisah Elenna dan Jupiter.Ikuti terus ya kisah cinta mereka.

__ADS_1


Sambil menunggu kelanjutannya, kalian bisa mampir ke karya teman literasi aku Muda Anna. Yang berjudul Khan, Kamulah Jodohku.



__ADS_2