Kembalinya Elenna Cinta Pertama

Kembalinya Elenna Cinta Pertama
Menerima kenyataan.


__ADS_3

Bima berdiri di pinggir sungai bersama kakek.Ia juga ingin mendengar sendiri kenyataan yang ada tentang siapa Miracle sesungguhnya. Walaupun ia sangat tahu resiko yang akan ia hadapi yaitu kehilangan kekasihnya tetapi jika memang itu kebahagiaan Miracle dengan mengetahui indentitas diri dan kisah hidupnya, Bima bertekad akan mengalah dan membiarkan sang takdir berjalan sesuai waktunya.


Karena Bima percaya segala sesuatu ada masanya.Ada masa kita menangis dan ada masa kita tersenyum bahagia.


Mungkin hari kemarin adalah masa Miracle menangis dan terpuruk tetapi hari ini, masanya ia tertawa bahagia.Bersama kekasih hati sesungguhnya. Pedih memang, tetapi apa yang telah dituliskan pada garis kehidupan mereka tidak akan pernah bisa dihapus bahkan diganti oleh siapapun.


Sekeras apapun ia mempertahankan Miracle ia pasti akan kembali ke pelukan Jupiter. Kekasih sejatinya.


"Kenapa diam? Ayoo katakan langsung pada Miracle siapa dirinya dan siapa kamu baginya." seru Bima dari pinggir sungai.


"Kak!----"


"Katakan saja Piter i am okay, trust me! Aku sudah tahu semuanya. ini kan alasan sesungguhnya kenapa kamu tidak jadi berangkat ke London? Karena yang kamu cari sudah ada di depan mata kamu." Bima berusaha meyakinkan adiknya untuk mengatakan yang sesungguhnya.


"Apa yang terjadi ? Ada apa ini?" tanya Miracle pada Jupiter dan Bima.

__ADS_1


"Biarkan Jupiter yang menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi dan siapa dirimu." ucap sang kakek.


Miracle pun menatap tajam Jupiter. Dari sorot matanya ia menuntut kejelasan.


"Sudah kuduga kamu pasti mengetahui sesuatu. Kamu bukan orang asing bagiku walau aku saat ini tidak mengingatmu tapi aku masih bisa merasakan bahwa kita saling kenal sebelumnya.Tolong Piter katakan padaku aku sudah sangat siap mendengarkan siapa aku dan bagaimana aku bisa mengalami kecelakaan itu. Dan kamu sendiri, siapa kamu?" desak Miracle.


Jupiter menarik napas dalam, melihat tatapan mengiba Miracle."Please tell me!" ucap Miracle putus asa.


Jupiter melihat ke arah Bima, Kakek dan Miracle.Wajah mereka terlihat tegang menunggu dirinya memberitahu kejadian yang sebenarnya.


Jupiter menarik napas sekali lagi.


"Nama kamu sebenarnya adalah Elenna..." lalu Jupiter menceritakan pada semuanya bagaimana kisah menyedihkan ini berawal.


"Jadi kedua orang tua aku sekarang----" mata Miracle berkaca-kaca.

__ADS_1


Jupiter mengangguk lirih. "Kamu yang sabar ya... kalau kamu mau, besok aku antar kamu ke makam kedua orang tuamu." ucap lirih Jupiter sambil menyentuh pundak Miracle.


Tiba-tiba Miracle berdiri dan hendak berlari tetapi tanpa ia sadari kakinya terpleset lagi, kali ini Miracle benar-benar terjatuh dengan kepalanya teratuk batu kali.


"Miraaa!!" teriak Bima yang langsung berlari ke arah Miracle terjatuh.


"Ell!!" teriak Jupiter bersamaan . Tanpa menunggu lebih lama Jupiter pun menggendong kekasihnya itu untuk diperiksa lebih lanjut


Kakek pun ikut panik dengan keadaan Miracle. Sepertinya kepala belakang Miracle yang terbentur batu kali itulah yang membuat darah segar mengalir hingga lengan Jupiter pun ikut terlumuri darah segar.


"Kepala belakangnya sepertinya bocor. Kita harus secepatnya membawanya ke Rumah Sakit." ucap sang kakek yang ikut panik melihatnya.


Bima segera memanggil ambulance untuk menjemput Miracle.Dan membawanya ke Rumah Sakit untuk memeriksanya lebih lanjut


Ambulance putih itupun kini telah menelusuri jalanan dengan sirene yang begitu memekakkan telinga untuk memberitahu pengguna jalan lainnya untuk memberinya jalan.Agar secepatnya sampai ke Rumah Sakit.

__ADS_1


.................................................


__ADS_2