
Di dalam ruangan rawat inap. Terlihat Elenna sedang berpikir keras tentang hubungannya dengan Jupiter dan Bima.
Bagaimanapun juga Bima pernah mengisi hari-harinya.Selama ia sendiri belum mengenal dirinya sendiri Bima lah yang selalu setia mendampingi dan menghibur dirinya.
Elenna merasa sangat berdosa bila melupakannya begitu saja. Karena ia sendiri masih ingat saat ia masih beridentitas sebagai Miracle kehadiran Bima merupakan sebuah oase yang menyejukkan setelah merasa sendiri di tempat asing dengan diri sendiri yang tidak ia kenal.
Tetapi untuk tetap bersama Bima jelas tidak mungkin. Karena hatinya sudah terkait dengan Jupiter jauh sebelum kecelakaan dan tragedi lupa ingatan yang terjadi pada dirinya.
Sangat tidak mungkin ia meninggalkan Jupiter yang telah setia mencari dan menunggunya serta sabar menghadapi dirinya yang saat itu tidak mengingatnya.
Elenna menarik napas dalam dan menghembuskannya kembali.
Berat baginya bila harus memilih karena Jupiter dan Bima bukanlah suatu pilihan mereka adalah dua sosok manusia yang sangat berarti dalam hidupnya.Dan Elenna pun menyanyangi keduanya.
...............................................
Di sebuah kamar terlihat beberapa kesibukan mengemas beberapa barang.
Satu koper besar sudah selesai di kemas Kini tinggal beberapa pakaian dan perlengkapan yang tersisa belum masuk ke dalam koper.
Satu tas traveling besar kini telah siap untuk diisi beberapa barang yang tadi belum masuk ke dalam koper.
__ADS_1
Bibi yang kebetulan lewat di depan kamar Bima mengerutkan keningnya melihat tuan mudanya sedang mengemas pakaian dan perlengkapan lainnya
Bibi pun segera melaporkan apa yang ia lihat pada majikannya yaitu kedua orang tua Bima.
"Nyonya, katanya tuan muda Bima sudah selesai sekolahnya tapi kok tadi bibi lihat tuan muda Bima sedang mengemas pakaian-pakaiannya. Apa tuan muda akan berangkat lagi? Apa tuan muda melanjutkan sekolah lagi?" tanya bibi sambil membereskan meja makan.
Kedua orang tua Bima pun saling Lempar pandang."Maksud bibi?"
'Tadi sewaktu bibi lewat di depan kamar tuan muda Bima, kebetulan pintu kamarnya tidak tertutup jadi bibi bisa lihat Tuan muda sedang mengemas barang-barangnya.Apa tuan muda akan berangkat lagi ke luar negeri?" Bibi bertanya bingung sambil menjelaskan apa yang tadi dilihatnya.
Kembali kedua orang tua Bima saling pandang sambil mengerutkan kening mereka.
Tanpa banyak tanya dan interogasi lebih lanjut kedua orang tua Bima pun bergegas naik tangga menuju kamar anak sulung mereka dan ingin menanyakan langsung apa rencana Bima selanjutnya tanpa sepengetahuan mereka.
Sesampainya mereka di depan kamar Bima, tanpa mengetuk pintu, mama langsung masuk ke kamar Bima yang pintunya terbuka.
"Bima!!" panggil mama yang terkejut melihat koper dan satu tas traveling cukup besar telah siap untuk diajak menemani Bima pergi.
"Ada apa ini nak? Kenapa kami tidak tahu apa-apa tentang rencana kamu ini?" tunjuk papa pada semua barang yang telah dikemas oleh Bima.
Bima yang sedikit terkejut dengan kemunculan kedua orang tuanya yang tiba-tiba telah berada di kamarnya, dengan wajah terkejut dan bingung.
__ADS_1
Bima pun mengambil napas dalam lalu menghembuskannya.
"Maaf ma..pa, Bima memang belum sempat memberitahu mama papa tentang hal ini " ucap Bima sambil mencoba menata kalimat agar kedua orangtuanya tidak mengkhawatirkan dirinya
"Kamu mau kemana? Apa ini ada hubungannya dengan Elenna dan Jupiter adik kamu?" selidik sang mama.
Bagaikan tertembak telak, Bima mencoba menyembunyikan perasaan sesungguhnya agar tidak ada yang mengasihani dirinya.
Bima memaksakan senyuman nya terukir indah di bibirnya walau hanya sebuah senyuman palsu.
"Tidak ma, Bima pergi untuk urusan kerjaan.Kebetulan ada teman Bima yang butuh bantuan Bima di Jepang. Jadi untuk beberapa waktu Bima ke Jepang untuk menerima tantangan pekerjaan itu. Lumayan lho ma gaji yang dijanjikan teman Bima itu. Nanti kalau Bima sudah ada tempat tinggal yang tepat Bima akan ajak mama papa keliling-keliling Jepang."ucap Bima sambil memeluk mama dan mengecup kedua pipi mamanya itu .
"Benar kamu ke Jepang karena ada kerjaan?" tanya papa masih tidak percaya.
Papa menatap tajam Bima berusaha mencari sesuatu yang meyakinkan dirinya bahwa sebenarnya ceritanya itu hanyalah sebuah alibi pelarian anaknya saja dari kenyataan yang sedang ia hadapi saat ini.
Tetapi Bima benar-benar sukses berakting di depan mereka.Papa tidak menemukan sedikit pun kejanggalan dari sikap Bima.
"Kakak mau kemana?" tiba-tiba terdengar suara yang menanyakan hal sama yang tadi mama tanyakan padanya.
Bima dan kedua orang tuanya pun menoleh ke arah asal suara. Di depan pintu kamar Bima, kini telah berdiri Jupiter sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
...............................................