Kembalinya Elenna Cinta Pertama

Kembalinya Elenna Cinta Pertama
Keyakinan diri.


__ADS_3

Persiapan penyambutan sekaligus pengumuman pertunangan Jupiter dengan Renata sudah mulai terasa kesibukannya.


Dari tadi sudah tampak lalu lalang orang-orang yang mempunyai kepentingan dengan pengadaan kedua acara tersebut.


"Ma...Jupiter mana?" tanya ayah Jupiter.


"Entahlah pa. Sepertinya masih di kamarnya." Mama melihat ke atas ke arah kamar Jupiter.


"Hmm." Ayah Jupiter kemudian naik ke lantai atas menuju kamar anaknya.


Sesampainya ayah di lantai atas. Ia mengetuk pintu kamar Jupiter.


"Piter!...Pit...ini papa nak."


Terdengar bunyi klik lalu pintu itu pun terbuka.


Papa melongok ke dalam ." Kamu belum bersiap-siap untuk fitting baju?" tanya sang ayah.


Jupiter dengan santainya melangkah ke meja kerjanya dan kembali bergelut dengan laptopnya.


"Gak perlu pa. Renata tadi sudah telepon, katanya dia yang ambil kostumnya." ucap cuek Jupiter sambil pandangannya fokus tertuju pada laptopnya.

__ADS_1


Pak Reynald Ayah Jupiter, memandang intens anak bungsunya itu. Lalu ia mendekati anaknya itu.


"Piter, bisa minta waktunya sebentar."


Jupiter menghentikan kegiatannya sesaat. Lalu memandang ke arah ayahnya itu. Dengan sorot mata kosong.


Papa menghela napas beberapa kali. "Kamu belum sepenuhnya melupakan Elenna bukan? Di hatimu saat ini masih ada dia yang menggenggam hatimu. Benarkan?"


Kini Jupiter, menarik napas dan menghembuskannya kembali. " "Sepertinya,pertanyaan itu tidak perlu Jupiter jawab. Papa pasti sudah tahu jawabannya." Jupiter merenggangkan otot-otot tubuhnya dan melemaskan tubuhnya yg kaku.


Ayah Jupiter menepuk pundak anaknya itu." Piter.., sudah hampir lima tahun. Elenna belum juga diketahui kondisi sesungguhnya. Ikhlas kan saja nak. Papa rasa Renata juga wanita baik . Ia juga sudah sangat mengerti kebiasaan dan sifat kamu. Selama ini dialah yang selalu ada buat kamu kan?" ucap papa.


"Entahlah pa." Jupiter bangkit dari kursinya lalu ia berjalan ke depan jendela kamarnya.


"Lima tahun Piter. Itu bukanlah waktu yang sedikit. Kalaupun Elenna masih hidup, seharusnya ia mencari keluarganya atau dirimu.Tapi ini tidak ada kabar sedikitpun kan?" Papa Jupiter berusaha meyakinkan keputusan anaknya. Untuk move on.


Terdengar helaan napas halus keluar dari hembusan napas Jupiter.


"Hati kecil Piter mengatakan, Elenna masih hidup pa. Entah berada dimana sekarang. Tapi Jupiter yakin, dia baik-baik saja.Yang jadi pikiran Piter sampai sekarang. Kalaupun ia takut kembali pada keluarganya, Setidaknya ia bisa memberi info pada Piter tentang keadaan dan keberadaannya saat ini." tersirat kekecewaan dari nada bicara Jupiter.


"Semoga suatu saat kamu akan menemukan jawabannya." ucap papa Jupiter lirih.

__ADS_1


"Dan bila saat itu tiba, semua sudah terlambat." kedua tangan Jupiter meremas rambutnya.


Papa hanya bisa merangkul, memberi kekuatan pada Jupiter.


...................................................


Di negeri yang memiliki menara jam raksasa yang biasa disebut Big Ben itu. Terlihat sepasang sejoli sedang menghabiskan waktunya dengan berjalan beriringan disebuah taman.


"Kamu yakin Bima, akan mengenalkan aku pada keluargamu.?" tanya Miracle berusaha meyakinkan dirinya.


Bima menoleh dan menatap intens ke arah Miracle lalu mencubit kedua pipi kekasihnya itu."Ehhm, harus berapa kali sih aku menjelaskan padamu tentang niat tulus aku ini." ucap gemas Bima.


"Auch! Sakit Bima!" seru Miracle manja.


Bima justru tertawa ngakak melihat ekspresi Miracle,. yang saat ini sedang kencan dengannya.


"Percayalah , keluarga ku itu semuanya baik. Tidak terkecuali dengan saudara-saudara aku yang lain." ucap Bima.


"Aku yakin, kamu akan merasa hangat bersama mereka." ucap Bima sambil menggenggam erat kedua tangan Miracle.


Miracle tersenyum bahagia.Sejak ia kehilangan ingatannya, hari ini adalah hari dimana ia merasa bahagia untuk pertama kalinya.

__ADS_1


..............................................


__ADS_2