Kembalinya Elenna Cinta Pertama

Kembalinya Elenna Cinta Pertama
Emosi


__ADS_3

Sesampainya di rumah Ellenna. Mamanya terkejut mendapati anaknya pulang turun dari mobil di gendong oleh Jupiter.


Wajah mama terlihat panik melihat pemandangan di depannya.Ia merasa ada sesuatu yang tidak beres yang terjadi pada putrinya.


"Paaa!! Ellenna pa!!" panggil mama sambil menunjuk ke arah Elenna


"Tuh kan Pit, mama pasti pikirannya macam-macam kamu sih gendong aku segala.Mama aku suka khawatir berlebihan." jelas Elenna


Jupiter tersenyum dengan sabar. Ia menjawab protes Elenna." Sama saja El, aku gendong atau aku papah kamu. Mama juga pasti pikirannya khawatir dan merasa ada sesuatu yang terjadi dengan anaknya.Namanya juga emak-emak. Selalu berpikir berlebihan takut ada sesuatu yang membahayakan anaknya.Apalagi kamu putri semata wayangnya."


"Iya sih." Elenna pun membenarkan apa yang disampaikan Jupiter.


Tidak lama muncullah papa dari dalam rumah menyongsong kedatangan mereka.


"El...apa yang terjadi?" tatapan serta sorot mata tidak suka tertuju pada Jupiter.


Papa Elenna pun hendak menggantikan posisi Jupiter yang menggendongnya


"Tidak apa-apa ma..., pa Elenna baik-baik saja." ucap Elenna setelah Jupiter menurunkannya di kursi depan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa bagaimana?Ini kenapa?" tunjuk papa pada kakinya.


Lalu papa menatap tajam Jupiter. "Kamu kan yang namanya Jupiter.Yang katanya hendak menjaga dan mengantar jemput Elenna selama ia kuliah disini. Kalau kami pindah ke Jogja.Ini yang namanya menjaga ?" sindir papa Elenna.


"Pa! Ini bukan salah Jupiter." bela Elenna.Ia pun menceritakan apa yang terjadi pada kakinya.


"Ini semua terjadi karena kecerobohan El, pa...ma." jelas Ellenna


Papa tidak lagi mau mendengarkan penjelasan Elenna.Di matanya Jupiter tetaplah bersalah.Karena ia yang mengajak anaknya ke hutan dan bermain di air terjun hingga menyebabkan kakinya terluka dan dijahit.


"Mulai sekarang papa akan urus sendiri berkas-berkas di kampus. Dan memindahkannya ke kampus baru di Jogya" ucap papa tegas.


"Pa! Papa ini kenapa sih!" Elenna mulai putus asa dan benci dengan sikap papa yang tidak lagi mau mendengarkan isi hatinya.


"Om, Jupiter bisa jelaskan---" belum selesai Jupiter menyelesaikan kalimatnya papa Elenna sudah memotongnya keras


"Pergi!!Saya tidak ingin kamu dekat-dekat anak saya lagi!" hardik papa Elenna yang membuat Elenna merasa hancur.


Seberapa kuat Jupiter berusaha menjelaskan dan meminta maaf pada kedua orang tua Elenna.Tetapi tetap saja ia diusir dan tidak dibolehkan untuk mendekati Elenna lagi.

__ADS_1


Elenna tidak tahu apa yang merasuki papanya hingga bisa berbuat sekasar dan seegois itu.


Elenna hanya bisa menangis pilu dan berusaha menahan Jupiter.Tetapi apa daya ia tidak mampu berdiri dan berlari kali ini. Yang bisa ia lakukan hanyalah menangis .


Elenna memandang kepergian kekasihnya itu dengan pandangan kabur karena kedua matanya telah dipenuhi oleh butiran airmata yang mengenang di pelupuk matanya.


"Papa jangan usir Jupiter. Ini semua bukan salah dia." Elenna masih berusaha membela Jupiter di depan kedua orang tuanya.


Tetapi semuanya sia-sia. Semua penjelasannya hanya dianggap angin lalu oleh papanya.


Dengan sigap papa Elenna menggendongnya dan membawanya ke kamar Elenna. Walaupun Elenna berontak dan terus memukul tubuh sang ayah.


"Elenna benci papa! Elenna benci papa!" seru Elenna dalam tangisan.


Papa mengunci Elenna di dalam kamar.Dan tidak lagi mau mendengarkan apapun penjelasan dari anaknya itu.Walaupun ia mendengar ungkapan kebencian yang keluar dari mulut Elenna akan sikap papanya itu, papa Elenna tidak peduli.


"Pa ...apa ini tidak terlalu berlebihan?" tanya mama Elenna.


"Sudah mama tidak usah ikut campur. Apa mama ingin kita kehilangan Elenna gara-gara anak tengil itu " bentak papa Elenna.

__ADS_1


Mama hanya bisa terdiam.Dan menatap kamar anak semata wayangnya itu."Maafkan mama nak." batin lirih mama Elenna.


...............................................


__ADS_2