
Beberapa saat Jupiter tidak bisa menahan emosinya.Setelah bertahun-tahun mencari dan mengharapkan sebuah mukjizat hingga harus kehilangan sahabat . Akhirnya doanya terkabul hari ini
Cairan bening hangat sukses mengalir di pipi Jupiter. Matanya tak mampu lagi melihat jelas tertutup oleh embun hangat yang memenuhi seluruh kelopak matanya.
"Kamu??"
"Siapa Mir" terdengar suara berat sedikit parau di belakang.
"Adiknya Bima kek!" sahut Mira yang masih belum paham dengan apa yang terjadi.
"Adiknya Bima?" Kakek heran, ada apa dengan Bima sehingga mengutus adiknya ke rumah. Pikiran kakek mulai penuh dengan kemungkinan-kemungkjnan negatip.
Kakek pun akhirnya meletakkan buku yabg sedang ia baca dan berjalan menuju pintu untuk menyambut tamu yang datang.
Melihat Jupiter berdiri terpatung dengan berlinang airmata. Kakek mulai paham apa yang sedang terjadi saat ini.
Kakek melihat ke arah Miracle yang terlihat kebingungan dengan kedatangan adik kekasihnya dan tiba-tiba menangis di hadapannya.
"Ini adik Bima?" Kakek bertanya pada Miracle. Dan dijawab anggukan pelan oleh Miracle.
Kakek menarik napas dalam-dalam."Dunia memang sempit" batin sang kakek.
"'Ok Mira, tolong kamu buatkan wedang ya seperti yang pernah kakek ajarkan waktu itu." Mira pun bergegas masuk ke dalam dan membuat minuman seperti yang dipesan sang kakek.
__ADS_1
Kakek merangkul Jupiter yang akhirnya mengeluarkan semua emosi yang tadi ia berusaha tahan.
Jupiter menangis dalam pelukan sang kakek.',Menangis lah.Tidak ada yang melarang kita untuk mengeluarkan segala keresahan yang kita rasakan.Lelaki juga manusia biasa. Ada kalanya kita juga ingin mengeluarkan semua emosi kita dalam tangisan." nasehat sang kakek.
"Sebenarnya kakek berusaha memberitahumu kalau kemarin Miracle pulang. Dan mencegah kamu berangkat ke London. Tetapi hape kakek rusak dan motor kakek mogok, jadi tidak bisa titip pesan ke Mila atau Hendra untuk menghubungi dirimu.Syukurlah takdir telah mempertemukan kalian sebelum kamu terbang ke London." ungkap sang kakek.
"Tapi Elenna tidak mengingatku kek." ucap sedih Jupiter.
"Kapan pertama kamu bertemu dia? Kakek yakin bukan tadi kan? Karena ia langsung mengenali kamu saat kamu mengetuk pintu, tetapi sebagai adik Bima." selidik kakek.
"Kemarin kek. Sewaktu Elenna diundang makan malam di rumah oleh mama." jelas singkat Jupiter.
"Sabar nak Piter. Mungkin sudah saatnya Mira eh maksud kakek, Elenna mengingat siapa dirinya kembali. Dengan ia mengingat kembali dirinya pasti semua memori nya yang hilang akan muncul kembali dan itu berarti dia juga akan mengingat siapa dirimu bagi dirinya." tepuk kakek pada pundak Jupiter.
"Tapi kek..." Jupiter menunduk sedih.
Jupiter mengangguk pelan.
Kakek terlihat menarik napas dalam berusaha memahami posisi Bima dan Jupiter.
"Kakek yakin Bima akan memahami dan mengerti walau awalnya ia akan merasa sakit dan kecewa. Bagaimanapun juga kejadian ini bukan suatu kesengajaan. Sekarang terserah kamu, ingin segera memberitahu Bima atau menunggu Elenna sadar terlebih dahulu, untuk mengatakan Kenyataan yang sesungguhnya. Tapi apapun keputusanmu, cepat atau lambat kakek yakin Bima akan mengetahuinya." Kakek berusaha meyakinkan Jupiter untuk mengambil langkah yang tepat.
'Ini kek ...Jupiter.... silakan diminum dulu wedang nya." Elenna meletakkan dua gelas wedang yang tercium harum rempah-rempah.
__ADS_1
"Terima kasih Mir. Hmm, wanginya..., ini minuman cocok untuk menghangatkan tubuh. Ayo diminum Piter." ajak sang kakek.
Melihat keakraban kakek dan Jupiter, Miracle menatap penuh pertanyaan." Maaf ... kakek kenal Jupiter?"
Kakek menoleh ke arah Miracle lalu kembali melihat ke arah Jupiter." Iya Kakek mengenal Jupiter saat ia datang ke rumah mencari kekasih nya yang hilang." Jupiter terkejut saat kakek menceritakan pada Miracle yang tidak lain adalah Elenna. Tentang tujuan dia menemui Kakek pertama kalinya
Kakek memberikan kode pada Jupiter agar ia santai saja. Lalu sang kakek pun menceritakan tentang peristiwa naas yang menyebabkan hilangnya kekasih Jupiter.
Mendengar cerita sang kakek.Tiba- tiba muncul beberapa kilatan- kilatan memori di kepala Miracle.Ia pun memegang kepalanya yang mulai terasa ingin pecah.
"Arrggh!" seru Miracle sambil terus memijit kepalanya.
"Ell! Kamu tidak apa-apa?" seru Jupiter khawatir melihat keadaan kekasihnya.
"Sakittt....sakitt kek,!!"
"Bantu kakek bawa ke dalam!" perintah kakek.
Kemudian Jupiter tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi. Ia menggendong Elenna masuk ke dalam rumah Kakek. Dan membaringkannya di kamar.
"Kek...!!' seru Jupiter khawatir.
"Tidak apa-apa Piter. Sudah saatnya kita mulai membangkitkan memori terpendamnya agar tidak terlalu lama terlupakan dan terkubur." Kakek menepuk pundak Jupiter lalu ia pun memeriksa Elenna dan memberikannya sedikit obat penghilang nyeri.
__ADS_1
Setelah Elenna terlihat mulai tenang dan tidak lagi merintih kesakitan. Jupiter mulai bernapas lega.
.....................................................