
"Kita mau kemana?" Renata berusaha mencari tahu keberadaan mereka saat ini.
Dari dalam mobil, Renata berusaha memperhatikan sekitar."Kita mau keluar kota?" kembali Renata mengajukan pertanyaan tetapi Jupiter hanya diam fokus menyetir mobilnya.
"Hmm bukannya ini dekat dengan lokasi kecelakaan Elenna waktu itu."pikir Renata.
Renata mengerutkan kening tanda ia sedang berpikir keras.Saat mobil mendekat bahkan melintas di lokasi kejadian, Renata memperhatikan reaksi Jupiter serius.Tetapi ia hanya melihat Jupiter yang hampir tanpa ekspresi sedikitpun saat melewati lokasi kejadian. Tenang dan pandangannya fokus lurus ke depan.
"Hmm, aneh." pikir Renata.
Renata kembali melirik tunangannya itu."Kenapa ia bisa sekalem ini waktu tadi lewat lokasi kejadian.Tidak seperti biasanya.Jupiter biasa menolak untuk lewat jalur yang melewati lokasi itu. Atau kalaupun harus melewatinya biasa ia akan berhenti lalu turun dan terdiam di pinggir jurang untuk beberapa lama untuk mengenang dan melepaskan emosi kerinduan dan penyesalan dirinya lalu menangis dalam diam. Tetapi kenapa kali ini ia bisa setenang ini?" batin Renata.
"Kamu tahu aku akan ajak kamu kemana?" Jupiter tetap menyetir dan pandangannya pun tetap lurus ke depan.
Renata menoleh ke arah Jupiter dan menatapnya sesaat.Lalu Renata pun menggeleng gelengkan kepalanya.
Jupiter melirik ke arah Renata dengan tatapan dan senyuman sinis.
"Memangnya kita mau kemana?" kembali Renata bertanya pada Jupiter.
"Kenapa perasaan ku jadi tak tidak begini ya? Senyuman itu... , kenapa membuatku merasa ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan dan rencanakan tapi apa? Sepertinya bukan kejutan yang menyenangkan." batin Renata berusaha menganalisa raut wajah dan pikiran Jupiter.
__ADS_1
"Sebentar lagi juga sampai. Kamu pasti tahu." ucap singkat Jupiter.
"Aku tahu?" tunjuk Renata pada dirinya sendiri.
Jupiter hanya diam dan pandangannya masih tetap lurus ke depan.
"Apa sebelumnya kita sudah pernah pergi kesana?"
"Tidak." Jupiter membelokkan mobilnya ke jalan sempit dan menurun.
"Tapi kamu sendiri tadi yang bilang kalau aku tahu tempat yang kamu tuju ini." Renata menyebarkan pandangannya ke depan, samping hingga belakang. Ia berusaha mengenali tempat yang sedang dituju oleh Jupiter.
"Iya."
"Maksud kamu apa?" Renata semakin bingung dan takut dengan Jupiter. Perasaannya semakin kacau.Keringat dingin pun mulai mengucur.
Hingga mobil Jupiter berhenti di depan rumah sederhana berwarna kuning.Dia menghentikan mobilnya lalu meraih ponselnya dan menelepon seseorang.
"Aku sudah di depan." lalu Jupiter pun menutup hubungan teleponnya dengan seseorang.
Kemudian ia menatap Renata yang seharusnya beberapa hari lagi akan menjadi tunangannya.
__ADS_1
Jupiter menatap tajam ke arah Renata.
"Tenang saja kamu pasti sudah tahu tempat itu.Karena kamu sudah pernah kesana. Jadi kamu pasti tahu. Jangan tegang gitu dong aku bukanya mau menculik mu. Gak ada gunanya juga." ucap acuh Jupiter.
Kemudian terlihat seorang pemuda keluar dari rumah bercat kuning itu. Jupiter yang mengetahui kedatangan pemuda tersebut, lantas ia pun membuka pintu mobil dan turun dari mobilnya.
Jupiter meninggalkan Renata seorang diri di dalam mobil dengan pikiran-pikiran penuh tanda tanya yang mengganggunya.
"Aku pernah kesana? Tapi tadi dia bilang kalau aku dan dia tidak pernah kesana. Hmm aneh." pikir Renata.
Renata memperhatikan setiap gerak gerik Jupiter dan pemuda tersebut. Kemudian ia pun melihat Jupiter mengeluarkan satu bendel uang dan memberikannya pada pemuda tersebut lalu mereka pun bersalaman.
Renata semakin tidak mengerti transaksi atau kesepakatan apa yang sedang dilakukan Jupiter dengan pemuda tersebut. Hingga harus berjabat tangan sebagai tanda pengesahan sesuatu.
..............................................
Yuk ikuti terus kelanjutannya
Jangan lupa sambil menunggu bab berikutnya, kalian bisa mampir ke karya teman aku
__ADS_1
Happy Reading