
Betapa terkejutnya Renata tiba-tiba mendapati pesan masuk dari Jupiter. Ia menanyakan keberadaan dirinya dan bila memungkinkan ingin mengajaknya makan di cafe atau food court mall terdekat
Renata mengerutkan kedua alisnya berpikir keras berusaha untuk memahami maksud dari ajakan Jupiter.
"Hmm, pasti ada sesuatu yang terjadi.Ada apa ini? Bukannya tadi pagi mereka kencan? Atau ada masalah dengan orang tua Elenna? Katanya mereka akan mencoba membujuk orang tua Elenna agar diperbolehkan tetap kuliah disini." pikir Renata menduga-duga.
Renata meraih kembali ponselnya dan membaca ulang isi pesan dari Jupiter.Setelah berpikir sebentar lalu Renata pun mencari nama Elenna di daftar kontaknya.Setelah terdengar nada sambung Renata pun menunggu dengan sabar sambungan teleponnya diterima oleh Elenna. Tetapi hingga nada sambung habis pun Elenna tetap tidak menerima telepon masuk dari Renata.
"Hmm, aneh.Tidak biasa Elenna tidak menerima teleponnya.Sebenarnya ia masih bersama Jupiter atau sudah pulang ke rumah?" " pikir Renata.
Malas untuk berlama-lama menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi diantara Jupiter dan Elenna, Renata pun akhirnya membalas pesan dari Jupiter dengan jawaban "okay.".
Renata mengusulkan mereka bertemu di cafe saja.Lebih enak untuk ngobrol dan gak pusing-pusing harus masuk mall dan masih lagi harus mencari-cari.
Tringg....
Tidak lama kemudian masuklah pesan balasan dari Jupiter. Bahwa ia menunggunya di cafe biasa mereka ngumpul.
Setelah membaca pesan dari Jupiter, Renata pun meraih kontak mobilnya lalu meluncur ke cafe langganan mereka.
.............................................
__ADS_1
Di rumah Elenna.
Ayah Elenna terlihat sibuk menelpon beberapa kolega nya. Dan beberapa orang penting yang bisa membantu mereka untuk mengurus kepindahannya
Ayah Elenna berusaha menutup rapat berita kepindahan mereka. Takut saingan bisnisnya akan kembali mengejarnya dan kembali menghancurkan perusahaannya yang tersisa.
Sebenarnya mereka tidak pindah ke kota Jogja semua itu hanyalah pengalihan isu semata .
Agar keberadaannya tidak terendus.Dan beberapa perusahaan yang tersisa sudah di rencanakan untuk diganti pertanggungjawaban nya pada orang lain.Bukan lagi dirinya sebagai Direktur utama nya.
Terlalu pelik sebenarnya untuk diceritakan persaingan bisnis yang tidak sehat yang dilakukan oleh segelintir pengusaha nakal yang tidak mau tersaingi dan terkalahkan.
Karena itu juga lah Orang tua Elenna menginginkan agar Elenna tidak terpisah dari mereka.
Ayah Elenna sengaja memakai momen tadi ketika ia melihat anaknya terluka.Untuk menutup semua jalan bagi Jupiter untuk berhubungan dengan Elenna.
Bukan karena ia tidak merestui hubungan mereka, tetapi inilah cara terbaik agar ia tidak menyeret anak orang dalam pusaran persaingan bisnis yang tidak sehat yang saat ini mereka rasakan.Yang kemungkinan bisa melukai dirinya.
Cukup ia melindungi satu putri semata wayangnya dan memikirkan kelanjutan bisnisnya dalam diam dan tidak terdeteksi.
❤️🌸❤️
__ADS_1
Di bagian salah satu ruangan rumah mewah itu, yang dulu merupakan tempat ternyaman bagi Elenna sekarang tidak lagi ia rasakan
"Rumah ini, yang dulu begitu hangat dan penuh kekeluargaan.kini telah berubah menjadi dingin dan membuatnya ingin secepatnya untuk kabur menjauh." pikir Elenna.
Elenna terduduk di lantai di balik pintu kamarnya. Ia masih terisak sedih hingga tubuhnya terasa lemas.
Elenna kemudian menyebar pandangannya ke seluruh ruangan dan akhirnya matanya tertuju pada tas hitamnya yang tadi dibuang oleh ayah nya begitu saja saat memasukkan dan mengunci dirinya di kamar dengan paksa.
Dengan tertatih dan menahan rasa sakit ia berjalan berpegangan untuk menggapai tasnya itu dan mengambil ponselnya.
Elenna berpikir untuk minta maaf kepada kekasihnya Jupiter atas nama kedua orangtuanya.
Elenna sendiri tidak menyangka ayahnya yang dulu lembut kini berganti karakter menjadi diktator yang keras dan egois..
Setelah dengan susah payah ia meraih tas hitamnya tersebut, Elenna langsung membukanya mencari ponselnya dan hendak menelepon Jupiter serta Renata sahabatnya
Betapa kagetnya Elenna sedikit panik. Ia mengacak-acak isi tasnya hingga mengeluarkan semua isinya dari dalam tasnya.Tetapi ia tetap saja tidak menemukan ponselnya.
Elenna mulai panik.Ia mencoba mengingat kembali terakhir ponselnya berada dan ia sangat yakin ponselnya masih ada di dalam tas hitam tersebut. Ketika ia hendak turun mobil dan di gendong Jupiter.
Elenna pun pasrah sambil meneteskan airmata kesedihanya."Pasti papa yang mengambilnya." ucap Elenna lirih.
__ADS_1
..................................