Kembalinya Elenna Cinta Pertama

Kembalinya Elenna Cinta Pertama
Harapan.


__ADS_3

Pagi ini suasana Bandara Heathrow terlihat sudah begitu ramai lalu lalang orang-orang yang hilir mudik berjalan mengurus keperluan check in dan lain-lain.


Diantara kesibukan dan keramaian orang-orang tersebut terlihat Dokter Irma dan suami beserta kedua anaknya mengantar kepergian Miracle dan Bima kembali ke tanah air.


Hari ini mereka akan berangkat ke Jakarta untuk menghadiri pesta pertunangan adik Bima.


"Bim, titip Miracle ya.Aku percaya kamu bisa kakak andalkan. Ingat adik aku ini special. Andai ada sesuatu yang membuatnya teringat akan memorinya yang hilang, cepat hubungi dokter dan ceritakan riwayat kesehatan Miracle sebelumnya pada dokter. Okay!" Irma menyentuh pundak Bima untuk meyakinkan Bima akan apa yang harus ia lakukan.


"Siap kak.Bima akan terus pantau dan jaga Miracle.Kakak tidak perlu khawatir. Miracle adalah bagian hidup Bima." jawab Bima mantap.


"Sipp! Terima kasih Bima." Kak Irma tersenyum lega mendengar janji Bima.


"Mama! Mama ... itu pesawat! " tunjuk Alea anak Dokter Irma.Ke arah kaca besar yang terlihat hilir mudik pesawat yang akan lepas landas dan mendarat.


"Alea mau naik pesawat ma!" rengek Alea.


"Iya sayang, nanti liburan sekolah kita jenguk kakek ya.Kita naik pesawat pulang ke rumah kakek." bujuk Irma.


Tidak lama Kemudian terdengar pengumuman bahwa pesawat tujuan bandara Soekarno Hatta telah siap. Dan penumpang dipersilahkan untuk masuk dan naik ke pesawat. Bima dan Miracle pun berpamitan lalu mereka hilang di jalur keberangkatan.

__ADS_1


.....................................................


Di tempat yang terpisah.


"Pa! Jangan lupa nanti malam pesawat Bima landing." mama mencoba mengingatkan akan kedatangan Bima.


"Iya ma, sudah papa alarm kok." sahut papa tersenyum.


"Tidak terasa ya pa, anak-anak sudah pada dewasa. Sekarang Jupiter, tidak lama lagi Bima juga akan menyusul." ucap mama sambil membayangkan kedua anaknya yang akan menempuh kehidupan tahap berikutnya.


"Oh iya. Kalau papa tidak salah dengar, Bima datang bersama pacarnya lho." sahut papa.


"Sebentar lagi foto ini akan berubah." gumam mama.


"Iya kemudian kita juga akan berfoto dengan anak menantu serta cucu kita nantinya." papa dan mama Jupiter tersenyum bahagia membayangkan kebahagiaan keluarga mereka.


Detik kemudian papa berjalan lesu dan duduk di sofa yang terletak di ruang tengah rumah mereka.


Mama yang melihat ada raut kesedihan di wajah suaminya. Mengerutkan keningnya dan berpikir. Lalu mama berjalan ke dapur dan membuatkan secangkir kopi hitam kesukaan suaminya itu

__ADS_1


Tidak lama kemudian mama keluar dari dapur lalu meletakkannya secangkir kopi hitam buatannya tersebut di meja yang terletak di depan sang suami.


"Ada apa pa? Kok mama lihat ada yang sedang menganggu pikiran papa."


Papa Langit menghela napas lalu mematikan televisi yang ia lihat secata random. Karena pikirannya saat ini tidak berada pada apa yang sedang ia tonton.


"Jupiter ma. "


"Jupiter? Memangnya ada apa dengan anak kita itu? " tanya mama penasaran.


"Sepertinya ia tidak bahagia dengan pertunangan ini."


Mama menarik napas dalam."Karena Elenna lagi? Terkadang mama penasaran, seperti apa sih Elenna itu hingga sebegitu susahnya anak kita untuk move on." pikir sang mama.


"Namanya juga cinta pertama ma.Pasti banyak kenangan manis yang mereka rangkai bersama." ungkap sang papa.


"Semoga dengan pertunangan ini bisa membuat anak kita dapat segera melupakan cinta pertamanya itu Dan Renata bisa segera bisa mengisi kekosongan hatinya." harapan dan doa mama


Mama dan papa saling menggenggam tangan. Berharap yang terbaik untuk kedua anak mereka.

__ADS_1


.................................................


__ADS_2