Kembalinya Elenna Cinta Pertama

Kembalinya Elenna Cinta Pertama
Kosong


__ADS_3

Dengan tangan sedikit gemetar Jupiter menyerahkan ponselnya pada Renata.


Renata menatap penasaran Jupiter dengan menyatukan kedua alisnya.


"Memangnya chat Elenna isi nya apa sih.Kok Jupiter sesedih ini?"Renata menerima ponsel Jupiter yang disodorkan padanya.


Ponsel berdominasi warna hitam metalik milik Jupiter kini telah berpindah tangan pada Renata.


Perlahan Renata mulai membaca isi pesan yang dikirim oleh Elenna pada Jupiter.


Seakan tidak percaya dengan apa yang dibacanya, Renata kembali mengulang dan ternyata apa yang dibacanya tetap sama.


Renata menatap Jupiter dengan sorot mata tidak percaya. "Aku tidak yakin ini Elenna yang ngetik Pasti orang lain." Renata kemudian meraih ponselnya yang tergeletak di meja lalu mencari nama Elenna di daftar kontaknya.


"Hah...Gila ! Ada apa ini?" Renata menunjukan pada Jupiter kalau Elenna telah memblokir nomernya.


Gambar profil Elenna telah hilang dan tidak tampak lagi.Pesan yang dikirim Renata pun hanya centang satu.


"Coba kamu telepon Nat.Mungkin saja hanya pengaturan nya saja." Jupiter masih berpikir positip.Sambil melihat kembali pesan yang ia dapat dari Elenna tadi.


Sedetik kemudian Jupiter menjatuhkan ponselnya begitu saja di atas meja.Lalu kedua tangannya memegang kepalanya dan menarik rambutnya sebagai pelampiasan rasa kecewa dan kekesalan nya.


Renata menatap Jupiter sesaat lalu memungut ponselnya dan mencoba mencari tahu penyebab Jupiter rnenjatuhkan ponselnya.


Renata menarik napas dalam. Ia kini mengerti apa yang membuat gusar Jupiter. Ternyata nomer Jupiter pun kini ikut diblokir oleh Elenna.


"Ini bukan Elenna aku yakin Nat.Ini bukan ulah Elenna.Dia tidak mungkin melakukan ini pada kita.Elenna ku tidak mungkin memblokir ku." Jupiter berkali-kali berusaha menyangkal dan tidak percaya kalau Elenna yang memblokir nomer mereka berdua.

__ADS_1


Melihat dan mendengar perkataan Jupiter, Renata pun ikut yakin bahwa sahabatnya tidak akan mungkin memutuskan persahabatan begitu saja tanpa ada satu perkataan apapun. Bahkan kata-kata perpisahan pun tidak ada.


Merasa aneh tiba-tiba nomernya dan nomer Jupiter diblokir oleh Elenna.Sesaat setelah ia mengirimkan pesan pada Jupiter, yang isinya dirinya tidak bisa lagi meneruskan hubungan mereka dan Jupiter hendaknya melupakan dirinya.


Sesuatu yang sangat janggal bila Elenna mengatakan hal itu, kalau tidak ada paksaan atau bukan Elenna sendiri yang mengirim pesan itu .Tetapi orang lain yang menggunakan ponsel Elenna mengatasnamakan dirinya.


Renata lalu meraih tas nya, ia berdiri dan meninggalkan Jupiter yang masih tidak mempercayai apa yang baru saja terjadi.


Sadar Renata meninggalkan dirinya.Jupiter pun berlari mengejarnya.Setelah membayar makanan yang tadi ia pesan."Nat,tunggu!" Jupiter berusaha mengejar Renata hingga ke tempat parkir.


"Tunggu Nat!" Jupiter menghalangi Renata membuka pintu mobilnya dengan sengaja berdiri di samping mobil Renata.


"Minggir Piter."


"Kamu mau kemana?"


"Aku harus bisa menemui Elenna langsung.Aku ingin tahu keadaan dia sebenarnya.Aku tidak yakin semua tadi El yang melakukannya." ungkap Renata.


"Aku ikut kamu Nat. Aku juga ingin menemui nya dan bertanya padanya langsung." Jupiter memegang kedua pundak Renata.


Renata berpikir sebentar."Tapi, kamu nanti jangan muncul dulu. Takutnya bila orang tuanya melihat kamu Elenna tidak diijinkan keluar."


"Siap!Aku ikut mobil kamu ya?" Jupiter meminta kunci mobil Renata.


Lalu mereka pun meluncur ke rumah Elenna.Di sepanjang perjalanan hanya terdengar hembusan napas masing-masing.Pikiran mereka sedang tidak berada bersama raga mereka.


Pandangan mata Jupiter terfokus di jalan yang ia lalui.Entah kenapa jalanan menuju rumah Elenna terasa sepi dan suram.

__ADS_1


Untuk menghilangkan kegundahan dan kesunyian.Jupiter berusaha menyalakan musik untuk meringankan pikirannya.


Sesampainya di depan rumah Elenna.Mereka saling pandang sesaat dengan pikiran penuh tanda tanya.


Rumah Elenna terlihat sepi.Bahkan lampu penerangan di teras rumah pun tidak menyala.Rumah besar itu kini bagaikan rumah tidak berpenghuni.Sepi dan gelap.Bahkan nyamuk pun seolah tidak berani mendatangi rumah itu.


Jupiter membuka pintu mobil lalu berjalan mendekati rumah Elenna.Ia berusaha mencari tahu apa yang terjadi.Ia bahkan memencet bel rumah tersebut beberapa kali.


Renata mengikuti langkah Jupiter dari belakang.Ia memperhatikan lingkungan sekitar. Renata melihat Mobil orang tua Elenna tidak lagi ada di halaman.


"Pit.., sepertinya Elenna ----" Belum sempat Renata meneruskan kalimatnya.Muncul seorang bocah sambil membawa sepucuk surat.


"Maaf kakak, apa betul kakak ini temannya kak Elenna?" tanya bocah yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


"Iya dik, kami teman kak Elenna." jawab Renata. Matanya tertuju pada kertas yang dipegang oleh bocah tersebut.


"Mereka ada di dalam kah? Atau sedang pergi?" Jupiter tidak mau menyia-nyiakan waktu untuk mencari informasi pada bocah itu.


"Tadi kak El menitipkan ini, katanya kalau ada temannya datang mencarinya. Surat ini tolong diberikan." bocah itu menyerahkan sepucuk surat pada Renata.


"Elenna kemana?"


"Saya tidak tahu. yang saya lihat tadi kak Elenna dipaksa ayahnya naik ke mobil sambil menangis dan ketika ayahnya masuk ke dalam mengambil beberapa barang , kak El melihat ku sembunyi di balik pohon.Saat itulah kak El cepat-cepat menulis sesuatu d secarik kertas lalu menitipkan kertas itu padaku. Kemudian kak El minta tolong agar kertas ini diberikan kepada temannya yang akan datang mencarinya." jelas bocah itu.


"Oh begitu."


"Baiklah kak saya pamit dulu " bocah itu pun berlari meninggalkan mereka.

__ADS_1


Renata dan Jupiter memandang kepergian bocah itu hingga hilang dari pandangan mereka.


.....................................................


__ADS_2