Kembalinya Elenna Cinta Pertama

Kembalinya Elenna Cinta Pertama
Meluapkan emosi.


__ADS_3

Melihat Jupiter berjalan menuju mereka.Bu Mila dan Budi pun menyambutnya dan berusaha menenangkan perasaannya Jupiter.


"Masuk dulu nak. Ibu bikinan wedang ya? Bud temani pak Jupiter masuk!" Bu Mila pun masuk ke dalam rumah untuk membuatkan minuman dan kudapan untuk tamunya.


Ia sangat tahu betul perasaan Jupiter yang merasa dibodohi karena terlalu percaya dengan orang yang dipikir baik ternyata menusuknya dari belakang.


Jupiter masih membiarkan perasaan hancur dan kecewanya menggelayuti nya saat ini.Ia sengaja membiarkan semua kegundahan hati yang ia pendam selama ini keluar mengalir begitu saja tanpa ada rasa gengsi dan malu.


Ia benar-benar menyesali keteledorannya.Beribu kalimat yang diawali dengan andai saja.... memenuhi isi kepalanya saat ini .


Andai saja saat itu ia datang sendiri ke desa ini. Andai saja saat itu dia sendiri yang melakukan pencarian.Andai saja........,


"Maafkan aku Elenna" lirih Jupiter mengucapkannya disela-sela penyesalannya.


Jupiter meremas rambutnya untuk meluapkan kemarahannya yang dari tadi ia tahan. Ingin rasanya ia membanting sesuatu dan memukulnya hingga hancur.


Mengerti dengan apa yang dibutuhkan Jupiter. Budi mengajak Jupiter ke suatu tempat."Mari pak, ikut saya. Mungkin bisa sedikit mengurangi emosi bapak."

__ADS_1


Jupiter tidak punya kemampuan lagi untuk berdebat ataupun berpikir dalam otaknya saat ini yang ada hanyalah keinginan untuk segera bertemu dengan Elenna.


Budi mengajak Jupiter berjalan menyusuri tepi sungai, beberapa meter kemudian sampailah mereka di sebuah lapangan olahraga. Disana terdapat ring Basket, Bulu tangkis dan Samsak tinju.


Melihat samsak tinju merah tergantung diam.Jupiter menatap Budi meminta persetujuan.


"Silakan dipakai. Biasa anak muda disini kalau ingin berolahraga pagi ngumpulnya disini." jelas Budi.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Jupiter berjalan menuju samsak berwarna merah menyala tersebut. Dan detik kemudian Samsak tenang itu berguncang hebat.Ke kanan ke kiri maju dan mundur.


Jupiter bertubi tubi meluapkan seluruh emosinya yang tadi tertahan pada samsak merah yang tidak bersalah.Tapi memang begitulah fungsi Samsak.Harus menerima segala emosi yang diluapkan padanya tanpa tahu apa salahnya.


Perlahan Jupiter melepaskan pelukannya pada si Samsak merah dan berjalan menuju Budi dan duduk disampingnya.


Budi memberinya sebotol air mineral pada kawan barunya itu yang sekaligus bos nya. Karena ia bekerja pada Jupiter untuk memberitahu tentang keberadaan sang kekasihnya Elenna.


"Terima kasih." Jupiter pun meminum habis satu botol air mineral yang tadi diberikan Budi padanya.

__ADS_1


"Bentar pak." Budi berdiri dan hendak berjalan meninggalkan Jupiter.


"Mau kemana?"


"Beli air lagi. Pak Jupiter pasti masih haus." sahut Budi.


Jupiter menahan lengan Budi."Terimakasih Bud. Gak perlu. Cukup kok."


Budi pun kembali duduk di samping Jupiter.


"Terimakasih ya karena bantuan kamu dan kakak kamu, akhirnya aku bisa mengetahui keadaan Elenna walaupun aku belum bertemu dengannya.Tetapi yang pasti dia masih hidup." Jupiter kembali menarik napas lega.


"Iya pak.Saya doakan bapak segera bertemu kak Miracle. Dia orang baik. Saya sempat mengenalnya saat ia masih tinggal dengan pak Dokter." sahut Budi.


"Baik banget. Bidadari dari surga bagi ku" mata Jupiter menatap langit yang mulai berwarna oranye pertanda senja mulai datang.


"Elenna tunggu, aku akan menyusulmu ke London. Dan aku akan berusaha membuatmu mengingat kembali siapa dirimu." ucap batin Jupiter sambil menatap langit yang mulai di penuhi burung-burung yang terbang beriringan, kembali menuju ke rumah mereka.

__ADS_1


..................................................


__ADS_2