
Tiga tahun kemudian.
"Piter, besok mama mau jenguk kakak kamu . Mungkin seminggu atau dua minggu disana. Kamu ikut tidak?" Mama mengambil nasi ke piring lalu disodorkannya piring tersebut pada Jupiter.
"Tidak ma, Jupiter disini saja.Banyak yang harus Jupiter urus disini.Kantor Piter juga sedang banyak pelanggan. Jadi harus Piter tangani dengan baik agar mereka puas dengan hasil orderan mereka." jelas Jupiter .
"Baiklah kalau begitu.Sukses terus ya buat kamu." Mama menciiiuium kening Jupiter.
"Pacar kamu hari ini gak kesini? Kapan-kapan ajaklah dia makan malam bersama kita." Mama menuangkan air putih ke gelas Jupiter.
"Sesekali kamu serahkan ke anak buahmu beberapa kerjaan kantor yang bisa mereka kerjakan tanpa melibatkan dirimu.Jadi kamu bisa gunakan waktumu untuk dirimu sendiri." nasehat papa.
Jupiter menarik napas dan menghembuskannya. "Ma....Renata itu bukan pacar Jupiter."protes Jupiter.
"Sampai kapan Piter kamu akan menunggu sesuatu yang tidak jelas.Ikhlaskan saja cewek kamu yang katanya hilang dalam kecelakaan .Buka hati kamu untuk sosok baru. Renata juga cantik, baik lagi. Dia selalu ngertiin kamu.Cari cewek yang seperti apa lagi dirimu? Mau nunggu sampai kapan, sesuatu yang sudah hilang ikhlaskan." Papa berusaha mengingatkan anaknya untuk lebih memikirkan dirinya.
Jupiter berusaha mengerti dengan niat baik kedua orang tuanya. Tetapi entah kenapa hatinya belum bisa untuk berpaling.
...........................................
Di sebuah toko buku di negeri seberang.
__ADS_1
Miracle mencari judul buku yang ingin ia baca. Rak demi rak buku di toko buku terbesar yang ia datangi ini ia teliti satu persatu. Matanya menyapu tiap buku yang ada di rak yang berjajar rapi. Dari yang tebal sampai yang tipis sudah ia telusuri hingga ia juga menemukan buku dalam bahasa Indonesia.
Alis Miracle mengerut melihat sampul buku tersebut yang menggambarkan sebuah jalan berliku dengan sisi kanan dan kiri ditumbuhi pohon Cemara dan jurang yang sangat dalam di sisi kiri jalan.Tiba-tiba kepalanya terasa nyeri.Miracle memegang kepalanya yang terasa semakin menyiksa. Kilatan demi kilatan memori kembali meloncat tidak beraturan. Pepohonan cemara dan mobil yang terbuka pintunya lalu semak belukar, melintas bergantian bagai sebuah puzzle.Tubuh nya terhuyung-huyung menahan nyeri yang ia rasakan.
Tepat saat tubuh Miracle hampir jatuh sepasang tangan kekar yang sigap menopang tubuhnya.
Buku yang tadi sempat pemuda itu ambil dari rak buku, terpental jatuh saat dirinya menangkap tubuh seorang gadis yang tiba-tiba ambruk di dekatnya. Di sebuah toko buku.
Orang-orang sekitar yang melihat kejadian itupun dengan penuh empati dan simpati datang memberikan pertolongan pertama. Bahkan pegawai toko buku tersebut memangil ambulance untuk membawa pasien ke Rumah Sakit terdekat.
Tidak begitu lama suara ambulance terdengar meraung-raung mendekati sebuah toko buku. Beberapa petugas Ambulance terlihat turun dari mobil sambil membawa beberapa perlengkapan pertolongan pertama.
Miracle terus menangis dan merintih kesakitan.Tangannya terus memegang kepalanya."Sakit! Sakit!" teriaknya.
"Dia orang Indonesia." batin pemuda tadi.
Salah satu petugas medis bertanya, apabila ada yang kenal dengan gadis ini diharapkan ikut dengan mereka.
Tanpa banyak pertimbangan pemuda itupun mengangkat tangannya dan bersedia ikut menemani gadis itu.
Pemuda itu merasa ia menemukan saudara setanah air yang kini sedang membutuhkan pertolongannya walaupun sebenarnya ia tidak mengenal gadis itu.
__ADS_1
Setelah data dirinya dicatat oleh petugas. Ia pun ikut masuk ke dalam mobil ambulance menemani pasien yang masih terus merintih kesakitan.
"Sabar ya. Kita sedang dalam perjalanan ke rumah sakit.Aku tahu kamu pasti mengerti ucapan aku. Kamu orang Indonesia kan?." pemuda itu berusaha untuk menenangkan Miracle.
Miracle menatap sekilas pemuda itu dengan tatapan penuh kesakitan."Dokter Irma Indita specialis Jantung.Tolong cari dia." ucap Miracle terbata-bata disela-sela rintihannya.
Setelah Miracle mendapatkan suntikkan penenang dan penghilang rasa nyeri.Ia pun perlahan tertidur.
Pemuda tadi sempat bingung dengan pesan terakhir sebelum gadis itu tertidur. Tetapi ia mencoba untuk mencari tahu tentang dokter yang gadis itu maksud.
Sesampainya mereka di Rumah Sakit. Pasien langsung dibawa ke ruang pemeriksaan.
Sedangkan pemuda tadi terus berusaha mencari info tentang Dokter Irma.
Akhirnya pencariannya berhasil.Setelah ia berbicara dengan
Dokter Irma dan menjelaskan kondisi gadis yang ia tolong tadi secara detail. Dokter Irma paham apa yang sedang dialami oleh Miracle.
Dokter Irma titip Miracle pada pemuda tersebut untuk sementara. karena ia sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit dimana Miracle sedang dirawat saat ini.
Dokter Irma hanya berpesan untuk menyampaikan pada dokter yang menangani Miracle, bahwa ada trauma pada syarafnya.Yang menyebabkan ia hilang ingatan.Agar dokter yang menangani Miracle saat ini bisa memberikan pengobatan dan penanganan yang tepat.
__ADS_1
"Hah gadis ini hilang ingatan? " tanpa banyak bertanya lebih jauh lagi, Pemuda itu pun mengiyakan dan segera memberitahukan kepada dokter yang menangani gadis itu, tentang apa yang dialami pasien.
..................................................