Kembalinya Elenna Cinta Pertama

Kembalinya Elenna Cinta Pertama
Khawatir.


__ADS_3

Malam ini begitu kelam. Hampir saja Jupiter mengalami kecelakaan. Jantungnya masih berdetak cepat. Perlahan ia mengambil napas dan menghembuskannya kembali.


"Uff.Hampir saja.Tidak... aku tidak boleh mati konyol, sebelum aku tahu kebenarannya dan sebelum aku bertemu dengan Elenna." batin Jupiter sambil memegang dadanya yang sampai saat ini masih berdetak cepat.


Jupiter meraih botol air mineral yang berada di sampingnya. Membuka tutup botol tersebut lalu meminumnya.Ia kemudian menyandarkan punggungnya pada kursi mobil. Berusaha menenangkan diri dari segala kekacauan yang sedang berkecamuk di kepalanya.


Tiba-tiba di sudut mata Jupiter mengalir sesuatu yang bening dan hangat."El, dimana kamu? Aku sangat merindukanmu. Tidak tahukah dirimu tanpamu hidupku terasa mati." jerit batin Jupiter.


Jupiter memperbaiki posisi duduknya.Menghapus airmatanya lalu bersiap menginjak pedal gas. Mobil pun melaju pelan dari sisi kiri jalan lalu kembali bergabung di keramaian jalan.


Selama dalam perjalanan, pikiran Jupiter bagaikan benang kusut.Ia bertekad untuk menemukan kebenarannya.Sehingga ia bisa yakin dalam mengambil keputusan untuk hidupnya. Ia tidak ingin ada penyesalan di kemudian hari.


"Re kamu berhutang informasi yang sangat berharga untukku.Tunggu, kebenaran itu akan segera aku ungkap sendiri." gumam Jupiter dengan sorot mata kesal, marah dan kecewa.


Mobil berwarna putih itu pun melaju cepat di kegelapan malam.


.................................................

__ADS_1


Di sebuah kamar berukuran lima kali tujuh itu.Yang didominasi warna kuning muda. Terlihat Renata sedang duduk berhadapan dengan laptop yang berada di depannya.


Matanya tampak kosong walaupun jemari tangannya berada di atas keyboard.Pikiran Renata dipenuhi oleh kekhawatiran yang entah kenapa akhir-akhir ini menghantuinya.


"Bagaimana kalau suatu saat nanti memori Ellenna kembali dan ia mencari Jupiter.Apa yang akan aku katakan padanya. Bila saat itu Jupiter telah resmi jadi milikku." cemas Renata memikirkan hal itu.


Renata sangat tahu pasti.Sampai detik ini, Jupiter masih mencintai Elenna.Di hatinya masih terisi penuh oleh cintanya terhadap Elenna.


Kalaupun Jupiter bersedia bertunangan dengan dirinya. Itu karena desakan kedua orang tua mereka Yang melihat kedekatan mereka selama ini.


Walaupun sebenarnya kedekatan mereka hanya karena pencarian Elenna.


Karena Renata sangat yakin bila Jupiter mengetahui rahasia itu. Pertunangan dan rencana pernikahan mereka akan terancam dibatalkan.karena bagi Jupiter dirinya hanyalah sahabat dekat yang selalu ada disaat suka dan duka tidak lebih.


Tetapi entah sejak kapan persahabatan diantara mereka itu bagi Renata berubah menjadi suatu rasa terlarang. Semakin ia dekat dan selalu bersama dengan Jupiter, dalam menemani hari-harinya mencari keberadaan Elenna.Tiba-tiba ada perasaan hangat dan rindu, untuk selalu bersama setiap saat dengannya.


Dan ketika kedua orang tua mereka menginginkan hubungan mereka benar-benar diresmikan menjadi hubungan yang lebih serius. Jujur pada awalnya Renata terkejut. Tetapi dalam hatinya ia sangat bahagia.Perasaan dan khayalannya selama ini untuk dapat bersatu selamanya bersama Jupiter akhirnya akan menjadi suatu kenyataan.

__ADS_1


Karena hal itulah, ketika ia menemukan keberadaan Elenna dan mengetahui kondisi sahabatnya itu.Yang tidak ingat siapa dirinya dan memori yang lain. Renata sengaja memendam dan menyembunyikan penemuannya itu kepada Jupiter.


Tetapi akhir-akhir ini, detik-detik menjelang pertunangan mereka yang sudah di depan mata. Entah mengapa ada perasaan bersalah dan takut. Ketika suatu saat nanti, Jupiter tahu akan rahasianya ini. Maka konsekuensi terpahit yang harus ia terima bila hal itu terjadi adalah Jupiter akan membencinya seumur hidup.


"Tidak..tidak.. aku tidak siap dengan semua itu.Aku tidak siap Jupiter dan Elenna membenciku." jerit hati kecil Renata.


Tok .tok..tok


"Renata! Ayo nak kita makan." ajak suara di balik pintu kamarnya.


Mendengar suara mamanya. Lamunan Renata pun seketika lenyap."Iya ma. Bentar."


Renata membasuh muka dan merapikan diri terlebih dahulu lalu ia memenuhi panggilan orangtuanya untuk makan malam bersama.


........................................


Sambil menunggu up kalian bisa mampir ke karya teman literasi author

__ADS_1



__ADS_2