
Sore ini di sekitar ruang makan dan dapur tampak jelas kesibukan yang terjadi.
Pegawai restoran langganan keluarga Jupiter pun terlihat keluar masuk dapur. Untuk mempersiapkan segalanya.
Mama pun terlihat sibuk menata ruangan. Ia ingin membuat makan malam yang berkesan dan melekat dalam memori setiap anak-anak mereka dan calon menantunya.
Mama tersenyum puas melihat hasil penataan ruangan yang sesuai dengan yang ia inginkan.
..............................................
Bima menyalakan musik di mobil untuk menemani dirinya dalam perjalanan menjemput sang kekasih.
"Halo Mira, kamu sudah siap kan?" Bima memastikan kekasihnya sudah siap untuk makan malam bersama keluarganya.
Miracle pun menjawab antusias pertanyaan kekasihnya. Yang menyatakan bahwa ia sudah siap memenuhi undangan makan malam orang tua Bima.
Bima pun akhirnya mempercepat laju mobilnya, menuju ke rumah sang kekasih.
.........................................
Di sebuah kamar yang bernuansa biru. Jupiter berdiri di depan jendela. Ia memandang ke langit yang sedikit terlihat gelap. Hari ini entah kenapa bintang terlihat malu menunjukan diri di samping sang bulan .
Secercah sinar sang bulan yang tipis menjangkau bumi. Membuat malam ini terkesan sedikit mendung. Tanpa bintang menemani sang malam.
__ADS_1
Jupiter berusaha menjangkau Elenna melalui kekuatan batinnya. Ia ingin menggapai hati Elenna kembali.
Jupiter teringat ketika Elenna masih berada di sisinya. Ia sering menggunakan kekuatan pikiran dan batinnya jika mereka saling merindukan satu sama lain.
Kini disaat mereka terpisah jauh bahkan Elenna lupa ingatan. Jupiter mencoba kembali kebiasaan yang biasa mereka lakukan dahulu
Jupiter menarik napas panjang kemudian ia menghembuskannya kembali dan mencoba membayangkan sosok Elenna. "El, masihkah kamu bisa merasakan getaran hatiku saat ini. Dimana pun kini kamu berada, aku berharap kamu masih bisa merasakan apa yang aku rasakan. I Miss you Elenna." batin Jupiter.
Jupiter mengeluarkan sesuatu dari kantong bajunya. "Besok pagi aku akan berangkat menyusul mu ke London. Semoga kamu dan kakak angkat mu belum pindah apartemen." Jupiter memandangi secarik kertas yang berisikan alamat tinggal anak pak Dokter yang dulu menolong Elenna. Tetapi dokter itu sendiri tidak yakin apakah anaknya masih tinggal disitu atau sudah pindah apartemen.
Jupiter pun melipat kembali secarik kertas tersebut dan menyimpannya.
"Tunggu aku El. Aku akan menjemputmu dan membuatmu ingat kembali dengan dirimu dan masa lalu mu." gumam Jupiter pada langit malam yang tampak gelap.
Kemudian Jupiter masuk ke dalam kamarnya. Ia mulai mempersiapkan diri untuk berangkat besok subuh dengan pesawat tujuan London, penerbangan pertama.
Jupiter tidak lupa membawa beberapa bukti-bukti akurat tentang siapa dirinya dan elenna. Beserta foto-foto mereka berdua. Agar nanti Ia diijinkan untuk membawa Elenna pulang ke Tanah Air.
Setelah ia bertemu dengan anak pak Dokter dan meminta ijin untuk membawa Elenna kembali ke Tanah Air. Jupiter juga akan berusaha membawa Elenna ke dokter specialis syaraf dan psikologis. Untuk memastikan Ingatan Elenna bisa kembali seperti sediakala.
"Piter!!" suara mama terdengar hingga kamar Jupiter. Membuyarkan semua lamunan dan rencana yang ia susun nantinya setelah ia bertemu dengan Elenna. Dan membawanya kembali ke Tanah Air.
Jika mama telah memanggil siapapun anggota rumah ini, dengan suara melengkingnya. Itu pertanda perintahnya tidak boleh dibantah lagi. Dan wajib segera datang menemuinya.
__ADS_1
"Hmm sepertinya kak Bima sudah datang." batin Jupiter. Ia pun segera membereskan beberapa barang yang tidak jadi ia bawa. Karena kopernya sudah penuh.
Setelah satu tas koper dan satu tas ransel penuh berisi barang-barang yang akan ia bawa besok, Jupiter kemudian keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang makan.
Disana terlihat papa sedang membaca koran sambil menikmati kopi hitam. Dan mamanya masih sibuk mengatur sana sini.
Berbagai jenis bunga mawar aneka warna tertata cantik di sebuah vas bunga. Yang diletakan di tengah meja makan. Menambah keeleganan suasana makan malam kali ini.
Bunga Mawar indah itu sengaja ia letakan di tengah meja untuk menyambut kedatangan Miracle yang sangat menyukai bunga mawar.
Jupiter menarik kursi disebelah papa lalu menemani papa yang nampak serius membaca koran.
Jupiter merogoh saku nya dan mengeluarkan ponselnya.
"Sebentar lagi Bima dan pacarnya datang. Kita siap-siap menyambut nya." ucap mama.
Jupiter masih terlihat sibuk dengan ponselnya. Ia kembali membuka penyimpanan foto-foto lama dirinya dengan Elenna.
"Selamat malam semua." sapa Bima memberi salam.
"Selamat malam. Nah yang ditunggu dari tadi akhirnya datang juga. Ayo Bima, Mira diajak duduk!" sambut mama.
"Oh ya Mira, kamu belum sempat berkenalan dengan adik Bima kan waktu itu. Pit.. kenalkan ini pacar Bima." Mama memperkenalkan Jupiter dengan kekasih Bima.
__ADS_1
Jupiter meletakkan ponselnya. Lalu berdiri dan membalikkan tubuhnya. Tangannya siap ia ulurkan untuk berkenalan dengan kekasih kakaknya tersebut. Tetapi kemudian yang terjadi adalah kedua bola mata Jupiter terbelalak terkejut dengan apa yang ia lihat dihadapannya.
......................................................