Kembalinya Elenna Cinta Pertama

Kembalinya Elenna Cinta Pertama
Kesedihan


__ADS_3

Sesampainya Renata di Cafe. Tempat yang telah ia sepakati bersama Jupiter untuk bertemu, Renata menyebarkan pandangannya ke seluruh area parkir.Hanya ada beberapa mobil saja terparkir disitu.


Mungkin karena masih terlalu sore dan belum waktunya untuk makan malam.Cafe yang biasanya selalu penuh dengan pengunjung baik muda, yang sudah berkeluarga hingga orang tua, dikarenakan selain tempatnya yang estetik dan banyak sekali spot-spot foto yang sangat cocok untuk latar foto sendiri maupun rame-rame bersama keluarga dan teman-teman itu, kali ini terasa sepi .


Setelah mengamati mobil-mobil yang terparkir disana. Pandangan mata Renata tertuju pada mobil sport berwarna merah terang.


Renata tidak asing dengan wujud mobil tersebut karena dengan pemilik mobil sport merah itu lah dirinya kini berada di cafe ini.


"Hmm rupanya ia sudah datang?" batin Renata.


Melihat mobil Jupiter sudah berada di tempat parkir Renata mempercepat langkahnya.


Ketika ia memasuki Cafe, Renata kembali meluaskan jangkauan pandangannya untuk mencari keberadaan Jupiter.


Dua meja di dekat pintu masuk Cafe terlihat kosong. Tidak ada pengunjung lain. Beberapa pelayan Cafe terlihat sedang menunggu pelanggan datang dan lainnya ada yang sedang melayani pelanggan.


"Renata!"panggil Jupiter sambil melambaikan tangannya.


Renata menyipitkan matanya untuk meyakinkan dirinya.Jupiter terlihat sedang menunggunya di sudut cafe dekat pintu keluar.


Renata pun berjalan menuju Jupiter."Hai maaf nunggu lama ya?" Renata menarik kursi dan duduk di depan Jupiter.


"Baru sepuluh menitan lah." jawab Jupiter singkat


Wajah Jupiter terlihat gusar ada kegelisahan yang tersirat dari wajahnya.


Jari-jari tangannya terus bergerak mempermainkan sendok yang ada di meja. Menandakan kegelisahan sedang ia rasakan saat ini.

__ADS_1


"Boleh tahu ada apa ya? Elenna mana?" tanya Renata sambil celingukan mencari keberadaan sahabatnya itu.


"Itu yang ingin aku bicarakan denganmu." ucap serius Jupiter.Ia menarik kursinya lebih dekat ke meja dan duduk tegak di hadapan Renata dengan wajah khawatir.


"Bisa minta tolong telepon Elenna?"


Renata mengerutkan kedua alisnya.Ia mencoba memahami apa yang terjadi sesungguhnya.


"Bukannya gak bisa , tetapi dari tadi sebelum perjalanan kesini aku sudah mencoba menelepon nya berkali-kali tetapi tidak dijawab." jelas Renata.


"Sama" jawab lesu Jupiter.


Renata menunggu kelanjutan dari ucapan Jupiter. Tetapi Jupiter hanya diam. Tangan kiri memainkan gelas minumannya dan tangan kanannya terus memainkan sendok.


Raut wajah Jupiter pun berubah, seolah sedang berpikir keras.


Renata memberanikan diri untuk bertanya agar rasa penasarannya hilang."Sebenarnya ada apa sih?"


"Terluka??"


Jupiter menceritakan apa yang terjadi pada El siang tadi. Ia benar-benar menyesali kejadian itu.


Niat awal dirinya hanyalah ingin membahagiakan Elenna dan meringankan kegundahan hatinya.Tetapi justru kini semua berakhir dengan airmata.


Jupiter tertunduk dan memegang kepalanya dengan kedua tangannya.Terlihat sekali penyesalan di wajahnya.


"Aku gagal membahagiakan El.Justru sekarang aku membuat luka. Baik fisik dan hatinya." lirih Jupiter.

__ADS_1


Renata berpikir keras dan menatap ponselnya yang tergeletak di atas meja di depannya dengan perasaan bercampur aduk.


Renata mengambil ponselnya lalu meletakkan nya kembali.Lalu diambilnya lagi dan ia mulai memilih daftar kontak dan menekan nomer hape Elenna.


Dan untuk kesekian kalinya ia tidak juga mendapatkan respon dari Elenna.


Kembali Renata menatap Jupiter yang juga ikut menunggu respon dari Elenna.


Renata menggeleng-gelengkan kepalanya pada Jupiter tanda tetap tidak ada respon dari sahabatnya itu.


"Begini saja, aku coba ke rumah Elenna untuk menemuinya dan memastikan keadaannya sehingga kamu tidak perlu khawatir lagi." usul Renata.


Tringg


Suara notifikasi pesan masuk dari ponsel Jupiter berbunyi.


"Dari Elenna, Nat" wajah Jupiter berubah kembali bersemangat.


"Oh ya? Cepat baca!"


Seketika wajah Jupiter berubah lesu dan tersirat kesedihan serta kekecewaan yang dalam.


"Ada apa Piter? Apa kata El? Dia baik-baik saja kan?" tanya beruntun Jupiter.


Jupiter hanya diam membisu memandang ponselnya tanpa berkedip dengan sorot mata penuh kekecewaan.


"Pit? Apa yang terjadi?'

__ADS_1


Jupiter pun menyerahkan ponselnya pada Renata. Ia tidak sanggup untuk bicara dan menjelaskan isi pesan masuk Elenna itu.


...................................................


__ADS_2