
"Yeahh akhirnya kita kembali lagi ke tanah air." seru Bima sambil mengangkat tubuh kekasihnya Miracle dan berputar-putar sejenak.
"Heii!! Bima turunkan aku.Hahaha .Bima!!" teriak Miracle antara takut dan senang.
Miracle memeluk erat leher Bima. Saat kekasihnya itu mengangkat dan mengajaknya berputar-putar.Tidak lama kemudian, Bima menurunkan perlahan tubuh Miracle.Tidak lupa, satu kecupan mendarat di kening Miracle. Yang membuat raut wajah Miracle seketika itu juga merah merona.
"Bima!" Miracle melotot ke arah Bima menyembunyikan rasa malunya. Ia menengok sekitar khawatir ada yang melihat apa yang dilakukan oleh kekasihnya tadi.
"Hahaha wajahmu lucu seperti kepiting rebus kalau sedang malu-malu seperti ini." Bima mencubit hidung Miracle.
"Auuchh sakit!" Miracle memukul manja pundak Bima.
"Bima!"
Bima menengok ke arah suara."Pa!" Bima melambaikan tangannya.
"Itu papa aku" tunjuk Bima ke arah seorang lelaki setengah baya yang berjalan ke arahnya.
Kemudian mereka saling berpelukan."Wah jagoan papa semakin keren dan ganteng."
"Ish papa;" Bima memberi kode agar tidak bertindak yang mempermalukannya di hadapan Miracle
Papa melihat ke arah mata Bima yang sengaja memberinya kode agar dirinya tidak mempermalukannya di depan kekasihnya.
__ADS_1
"Ohh ini---"papa manggut-manggut tanda mengerti.
" Kenalkan pa ini Miracle. dan ini papa aku." Bima mengenalkan kedua orang penting di hidupnya itu.
Papa Bima mengulurkan tangannya dan disambut sopan oleh Miracle.
"Wahh selera kamu benar-benar kelas dewa." bisik papa sambil menyikut Bima.
"Siapa dulu dong" sahut lirih Bima.
Bima tersenyum bangga dan melingkarkan salah satu tangannya ke pinggang Miracle.
Miracle sedikit terkejut dan merasa sungkan. Ia berusaha melepas tangan Bima dari pinggangnya.Sambil berusaha tetap tersenyum di depan ayah Bima.
Miracle menoleh ke arah kekasihnya itu sambil melotot agar melepas pelukannya. Walaupun Bima paham akan kode yang diberikan oleh kekasihnya itu.Tetapi ia pura-pura tidak mengerti.Ia hanya mengerutkan keningnya seolah-olah tidak paham akan kode yang diberikan oleh kekasihnya itu.
"Okay. Yuk kita pulang! Mama sudah tidak sabar menunggu kalian datang."
"Kenapa mama tidak diajak sekalian pa ke Bandara.?"
"Biasalah Bim, drama Korea kesukaannya sedang diputar di televisi jadi mama kamu lebih memilih menunggumu di rumah saja." sahut papa sambil menarik koper anaknya.
Karena kopernya sudah di bawa sang ayah. Bima meraih koper kekasihnya itu, lalu mereka berjalan beriringan menuju ke tempat parkir mobil
__ADS_1
...................................................
Jupiter melarikan mobilnya dengan kecepatan penuh. Ia meraih ponselnya lalu menelepon mama tercinta.
Jupiter memberitahu, kalau malam ini kemungkinan ia tidak pulang. "Kamu mau kemana Piter? Sebentar lagi kakak kamu datang. Ini papa sedang menjemputnya. Apa tidak ada waktu lagi? Besok kan bisa." protes sang mama.
"Maaf ma ini masalah penting buat Jupiter. Sebelum terlambat, Jupiter ingin semuanya jelas. Agar kelak tidak ada penyesalan." ungkap Jupiter lewat hubungan telepon.
Kemudian ia mohon restu agar semua bisa diselesaikannya malam ini juga. Agar ia bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk semua. Dan hubungan telepon pun kini terputus.
"Aku yakin ini adalah jawaban dari doa ku selama ini.Bila ternyata informasi yang kudapatkan benar. Aku akan meminta kejujuran Renata.Dan mengakhiri semua keterpaksaan ini." gumam Jupiter
Tiiinnnn
Jupiter reflek membanting setir ke kiri.Dan memperlambat laju mobilnya. Ia berusaha beradaptasi dengan sinar lampu yang begitu terang dari mobil yang berlawanan arah tadi. Yang tiba-tiba telah berada di jalur yang seharusnya ia lalui.
...................................................
Yuk ikuti terus kisahnya.Sambil menunggu up kalian bisa mampir ke karya author Straw Cakes.
Selamat membaca.
__ADS_1