
Burung berkicau sangat merdu, gemericik suara air sungai mengalir dari mata air pun terdengar syahdu.Bahkan suara gesekan pohon bambu terdengar bagaikan alunan merdu musik ansambel.
Miracle menatap intens Jupiter, ada perasaan yang lebih intim yang ia rasakan dibanding saat dirinya bersama Bima."Mata itu...., sepertinya sesuatu yang sangat aku kenal sebelumnya." batin Miracle.
Berhadapan begitu dekat dan memeluk kembali Elenna, membuat perasaan Jupiter bagaikan mendapatkan sebuah door prize tetapi kosong.
Walaupun kini Elenna telah berada dalam pelukannya kembali secara fisik, tetapi hati dan memori Elenna masih belum bisa mengingat siapa dirinya.Itu lah yang membuat Jupiter merasa sedih.
Jupiter bukanlah tipe laki-laki yang suka memanfaatkan ketidaktahuan orang lain. Bisa saja saat ini ia membuka indentitas dirinya pada Elenna dan memaksanya untuk menerimanya begitu saja Tetapi hal itu tidak Jupiter lakukan.Ia tidak ingin memaksa Elenna kembali dalam hidupnya tanpa kesadaran Elenna sendiri .
Bahkan seandainya nanti Elenna sudah mengingat kembali semua memorinya.Tetapi ia lebih memilih untuk bersama Bima, Jupiter pun akan mundur teratur. Baginya kebahagiaan Elenna adalah segalanya. Ia hanya ingin melihat Elenna bahagia dan tersenyum kembali setelah berbagai hal buruk yang menimpa dirinya.
Tetapi Jupiter punya keyakinan, bila jodoh tidak akan pernah salah. Bila memang Elenna ditakdirkan untuk dirinya, hal buruk bagaimanapun juga yang berusaha memisahkan mereka. Suatu saat nanti Elenna pasti akan kembali ke pelukannya.Dan mereka bisa bersama kembali menjalani hidup berdua untuk selamanya.
Jupiter menyerahkan sepenuhnya pada takdir yang telah digariskan untuk dirinya. Ia akan menjalani semuanya dengan ikhlas. Saat ini ia hanya tahu bahwa ia sangat mencintai Elenna kekasih tercintanya. Bukan Miracle, kekasih Bima kakaknya. Untuk itulah ia rela menunggu, hingga Elenna miliknya kembali lagi ke pelukannya. Bukan Miracle.
Tersadar dari lamunannya. Miracle dan Jupiter pun saling melepaskan pelukan mereka. "Maaf. Aku lihat tadi kamu hampir terpleset." ucap tulus Jupiter.
__ADS_1
Dengan sedikit canggung Miracle merapikan rambut dan pakaiannya."Tidak apa-apa, terimakasih. Aku yang tidak hati-hati ." sahut Miracle.
Jupiter menarik napas dalam dan berusaha tersenyum untuk mencairkan kecanggungan diantara mereka."Tuh lihat ada anak kelinci!" tunjuk Jupiter ke arah semak-semak yang daunnya bergoyang manja.
"Anak kelinci? Mana?" Miracle pun berjalan mendekati arah yang ditunjuk Jupiter.
Tiba-tiba suara dering telepon yang berasal dari ponsel Miracle terdengar nyaring. Ia pun meraih ponselnya. Setelah terlihat berbicara serius, Miracle pun menutup hubungan teleponnya.
" Piter!! Kak Bima akan menyusul kesini!" teriak Miracle.
"Bima?" batin Jupiter.
"Auw!!" terdengar erangan kesakitan dari arah sungai.
Seketika lamunan Jupiter pudar tak berbekas.Pandangan matanya langsung tertuju pada sosok Miracle yang terduduk di bebatuan sungai dan merintih kesakitan sambil memegang kakinya.
Jupiter berlari mendekati Miracle."Ell!! Kaki kamu kenapa? Robek lagi? "
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Jupiter, seketika Miracle berhenti merintih. Ia memandang heran ke arah Jupiter.
"Mana yang terluka. Ayo kita pulang biar kakek mengobati lukanya." Jupiter hendak menggendong Miracle, tetapi Miracle mendorong tubuh Jupiter agar menjauh.
Jupiter terkejut dengan sikap Miracle."Ada apa?" tanya Jupiter polos.
"Apa maksud kamu degan ROBEK LAGI ??" tanya Miracle sambil menatap penuh tanya. Miracle mencoba mencari jawaban di kedua mata Jupiter.
Jupiter terkejut dengan pertanyaan Miracle.Ia baru sadar kalau dirinya baru saja keceplosan saat reflek menghadapi kondisi Miracle yang merintih kesakitan karena terpleset di sungai.
"Apa maksud pertanyaan kamu tadi?" kembali Miracle mengintrogasi Jupiter.
"Apa sebenarnya yang kamu ketahui tentang diriku? Siapa kamu? Apa kau mengenalku sebelumnya?" pertanyaan beruntun keluar dari mulut Miracle.
Kedua mata Miracle mulai terlihat mengembun.Sebenarnya ia telah berusaha untuk mengingat siapa dirinya dan asal usulnya tapi semua masih gelap untuknya.Itulah yang terkadang membuat dirinya putus asa.Hanya beberapa siluet-siluet saja yang terkadang terlintas di kepalanya.
Tetapi sejak bertemu Jupiter dan bersama Jupiter, entah mengapa ia merasa seperti telah mengenal lama dirinya sebelumnya. Bahkan perasaan nyaman dan damai lebih ia rasakan ketika bersama Jupiter daripada saat bersama Bima kekasihnya.
__ADS_1
...................................................