Kembalinya Elenna Cinta Pertama

Kembalinya Elenna Cinta Pertama
Berita duka.


__ADS_3

Dengan tangan gemetar dan seluruh tubuh masih terasa seperti dialiri listrik. Renata mencoba meraih ponselnya yang tergeletak di meja samping.


Airmata nya tak mampu lagi ia bendung. Seluruh pelupuk matanya kini telah penuh dengan butiran bening yang mengumpul. Hingga Renata harus menghapus airmatanya bila ingin melihat jelas tulisan yang ada di ponselnya.


Pengelihatannya kembali kabur karena air mata yang menggenangi matanya sudah terlampau banyak.


Tangis Renata semakin jelas. Seiring semakin jelasnya tangisan Renata, mata Renata pun semakin kabur terhalang oleh banyaknya cairan bening di pelupuk matanya.Walaupun sudah berulangkali ia menghapus air matanya tetapi tetap saja yang mengalir keluar lebih banyak.


Tangannya masih gemetaran. Dengan susah payah Renata mencoba menekan nomer hape Jupiter."Jupiter harus tahu ini. Jupiter harus tahu " kembali tangis Renata pecah.


Kilatan memori perkenalan dirinya dengan Elenna kembali terlintas di pikiran Renata. Elenna adalah teman sekaligus sahabat pertama yang ia miliki di kampus tempat mereka menimba ilmu di kota ini.


Elenna lah satu-satunya teman yang selalu memberinya semangat bila Renata mendapatkan nilai jelek.


Sosok yang lembut dan selalu peduli pada teman.Itulah Elenna


"Hallo....haloo.." terdengar suara dari seberang .


Renata baru tersadar dari lamunannya kalau dirinya tadi sedang menelepon Jupiter.."Hallo, Piter kamu sudah buka sosmed? Televisi?"tanya Renata dengan suara gemetar


"Belum. ini baru selesai mandi emangnya ada apa ?"

__ADS_1


"Coba kamu tonton televisi sekarang juga. Cepat! Channel berita." perintah Renata.


"Okay.Aku matikan telepon dulu ya.Aku turun ke ruang tengah. " lalu hubungan telepon pun. putus.


"Non... sotonya sudah siap non." bibi datang dan mengingatkan Renata untuk makan terlebih dahulu.


Bibi baru sadar saat mendekati Renata.Kalau anak majikannya itu ternyata sedang menangis.


"Ada apa non Renata? " bibi berusaha memahami apa yang membuat Renata menangis.


Bibi ikut menonton berita yang ada di televisi. Disana diberitakan bahwa ada sebuah mobil jatuh ke dalam jurang setelah menabrak sebuah pohon besar. Seluruh penumpang dinyatakan tewas.


Setelah melihat berita yang ada di televisi, kemudian ia menoleh ke arah Renata.


Renata mengangguk.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi.Sekilss Renata melihat ke arah ponselnya tercantum di layarnya nama Jupiter.


Ia segera menerima nya. Sebelumnya ia memberi kode kepada bibi agar meninggalkan dirinya sendiri.


..............................................

__ADS_1


Di jurang yang begitu terjal. Tidak jauh dari tempat jatuhnya mobil keluarga Elenna. Terlihat seorang kakek sedang mencari beberapa ranting untuk bahan bakar perapian di rumahnya


Tiba-tiba ia mendengar suara erangan lirih.Kakek itu mengira itu karena pendengarannya yang sedang terganggu.


Tetapi semakin lama erangan itu terdengar semakin nyata dan jelas


Kakek itupun menebarkan pandangannya ke arah sekelompok pohon pisang yang saling berjejer.Arah erangan itu berasal dari sana.


Perlahan Kakek berjalan mendekat ke arah sumber suara. Semakin ia melangkah maju semakin jelas lagi suara erangan itu.


Sang kakek dengan sigap menghalau beberapa pohon yang terlihat tumbang dan ranting-ranting yang berserakan.


Tak jauh dari sebuah pohon besar terlihat tubuh manusia dengan pakaian yang sudah lusuh dan dibeberapa tempat robek, sedang mengerang kesakitan.


"Hallo..., " Kakek berusaha berkomunikasi dan berdoa dalam hatinya.


Betapa terkejutnya sang kakek, melihat seorang gadis dengan luka-luka di seluruh tubuh.


Kakek itupun berusaha mengajak komunikasi gadis yang baru saja ia temukan itu.Dengan tubuh penuh luka ia merintih .Tetapi ketika gadis itu melihat dirinya.gadis itu jatuh pingsan.


Segera Kakek itu menggendongnya pulang ke rumahnya untuk diobati

__ADS_1


.................................................


__ADS_2