
Hari hari Jupiter kini dilalui dengan perasaan hampa. Pagi berangkat ke kampus.
Setiap pulang kuliah, kini Jupiter selalu menenggelamkan diri dengan kesibukan mencari berita tentang Elenna kekasihnya yang hilang. Dengan gigih tanpa rasa lelah Walaupun kejadian itu telah setahun berlalu.
Jupiter tidak pernah sedikitpun patah semangat untuk terus mencari dan mencari keberadaan kekasihnya itu.
Bahkan setiap ada informasi penemuan mayat korban kecelakaan yang ditemukan di dekat lokasi Elenna mengalami kecelakaan bersama keluarganya, Jupiter selalu datang untuk memastikan apakah mayat korban yang ditemukan itu Elenna atau bukan.
Renata pun tidak henti-hentinya selalu menasehati Jupiter untuk mengikhlaskan Elenna. Kalaupun Elenna masih hidup, kelak bila memang mereka berjodoh. Mereka pasti akan dipertemukan kembali.
Dan kini Renata juga berusaha menjadi satu-satunya sahabat dekat Jupiter, yang paling mengerti perasaan yang dirasakan oleh Jupiter.
Seperti siang ini. Jupiter selesai kuliah terlihat melangkahkan kakinya menuju perpustakaan.Ia tidak pernah langsung pulang ke rumah.Tetapi Jupiter selalu menyibukkan diri dengan laptopnya untuk berselancar di dunia Maya mencari sekaligus menginformasikan atas hilangnya kekasihnya itu. Dengan harapan semakin luas informasi kecelakaan yang menyebabkan Elenna hilang itu maka akan semakin banyak orang tahu dan kemungkinan besar Elenna dapat segera ditemukan akan semakin besar.
Renata sangat hapal kebiasaan sahabatnya itu. Sejak Elenna hilang Jupiter tidak lagi menjadi kapten tim basket di kampus mereka. Jupiter mengundurkan diri dari segala kegiatan kemahasiswaan yang biasa ia ikuti. Kini Jupiter hanya berfokus untuk menyelesaikan kuliahnya secepat mungkin.
__ADS_1
Selesai kuliah, Renata melangkahkan kakinya menuju ke Perpustakaan. Ia sengaja menemui Jupiter disana untuk mengingatkannya makan siang. Karena ia tahu persis bagaimana Jupiter akan lupa waktu dan segalanya bila berhubungan dengan pencarian Elenna di dunia Maya.
Perlahan Renata melangkahkan kakinya mendekati Jupiter.Ia menyentuh pundak Jupiter Kemudian ia pun mengambil kursi di sebelah Jupiter lalu duduk di sebelahnya.
Renata mengambil secarik kertas lalu memberikannya pada Jupiter.
Makan siang dulu yuk! Ntar lanjut lagi mencari Elenna.
Jupiter berpikir sebentar. Lalu ia melihat jam di tangannya yang telah menunjukkan pukul satu siang. Kemudian ia menoleh ke arah Renata sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah membereskan beberapa buku. Jupiter pun memasukkan laptopnya ke dalam tas berwarna hitam lalu menjijing nya, kemudian ia pun melangkah keluar Perpustakaan diikuti oleh Renata.
Di negeri yang bersalju dengan suhu minus mengharuskan Miracle untuk beradaptasi dengan banyak hal.
Dari budayanya, cuacanya, iklim maupun cara bersosialisasi dengan penduduk lokal.
__ADS_1
"Miracle!!! Ayoo kita naik kereta listrik." ajak Irma bersama keluarga kecilnya.
Mendengar panggilan kak Irma, Miracle pun segera menghampirinya.
Irma bagi Miracle adalah kakak sekaligus sahabat yang paling mengerti tentang dirinya dan apa yang ia rasakan.
Tidak saja Irma tetapi seluruh keluarganya sangat baik dan mengerti akan kondisi yang dialaminya.
Akhir-akhir ini Miracle mulai sering diganggu dengan kilatan- kilatan memori yang terkadang sedikit menganggu. Karena bila kilatan memori itu muncul, kepalanya akan terasa sangat sakit.
Dan bila kambuh, rasa sakit yang begitu luar biasa itu akan semakin menyiksanya terkadang hampir membuat dirinya pingsan.
Miracle pernah bercerita kepada Irma tentang apa yang ia rasakan itu . Lalu Irma membawanya ke dokter syaraf dan kejiwaan. Hasilnya kemungkinan besar memori Miracle yang hilang itu berangsur-angsur akan kembali.
Dan bila itu terjadi Miracle harus membiarkan kilatan memori itu menyapanya dan tidak menolaknya agar perlahan dan pasti kondisi Miracle pulih dan bisa kembali mengingat siapa dirinya dan dapat berkumpul dengan keluarganya kembalinya.
__ADS_1
Salah satu memori Miracle yang kini telah berhasil ia ingat adalah bahwa dia adalah anak tunggal dan tinggal bersama kedua orang tuanya. Tetapi entah kenapa, ia belum mampu mengingat nama orangtuanya serta wajah kedua orangtuanya pun masih kabur.
..............................................