
Pencarian Elenna malam ini terasa begitu berat.Tanah basah setelah hujan membuat langkah kaki tim pencari korban tidak bisa leluasa untuk melangkah.
Mereka harus extra berhati-hati saat menginjak tanah. Ditambah lagi semak belukar dan ranting-ranting pepohonan baik kering atau pun masih menempel pada batang tumbuhan yang menghalangi langkah mereka serta menambah kesulitan dalam pencarian.
Hanya cahaya beberapa lampu senter dari para relawan dan sinar bulan yang menerangi pencarian mereka.
Beberapa kali mereka diingatkan agar berhati-hati akan tanah longsor yang mungkin akan terjadi bila hujan turun kembali.
"Ell....Elenna!" Jupiter berusaha memanggil Elenna dengan harapan kekasihnya itu mendengar suaranya.
Tetapi tiada jawaban.Tetap hening dan sepi yang terdengar hanyalah suara binatang malam yang saling bersahutan.
Guk...guk...guk...
Tiba-tiba terdengar suara anjing pelacak menyalak bertanda ia menemukan sesuatu.
Semua segera berjalan menuju tempat anjing pelacak itu menemukan suatu petunjuk.
Ternyata anjing itu menemukan salah satu sepatu Elenna
__ADS_1
"El ..itu sepatu Elenna pak! " teriak Jupiter saat melihat salah satu sepatu yang mereka temukan.
"Elenna!...Elll!" teriak Jupiter semakin yakin kekasihnya itu masih berada di dasar jurang tersebut.
"Pak. .saya mohon,.kita harus meneruskan pencarian ini.Saya yakin Elenna masih hidup dia ada disekitar sini." pinta Jupiter pada ketua pencarian korban. Sambil berkeliling berteriak memanggil nama Elenna.
Berdasarkan penemuan baru dari anjing pelacak. Akhirnya pencarian korban pun diperpanjang hingga pagi hari.
Walaupun ada perasaan senang pencarian diperpanjang, tetapi Jupiter tetap khawatir. Bagaimana bila hingga pagi hari mereka belum menemukan Elenna. Dan pencarian ini diakhiri lantas bagaimana dengan Elenna.
Jupiter merasa yakin entah dimana dan bagaimana ia bisa merasakan bahwa Elenna masih hidup dan ada di disekitar jurang.
Jupiter berhenti melangkah lalu ia jongkok beberapa saat sambil menarik rambutnya, menahan tangis dan kepiluan yang ia rasakan.
"Ell...kamu dimana? Aku harus bagaimana ? Mana mungkin aku meninggalkan mu disini sendiri? Aku yakin kamu masih hidup, tapi kalau mereka belum menemukanmu hingga pagi menjelang, semua pencarian ini akan dihentikan." tangis Jupiter
Tiba-tiba ada sebuah tangan menyentuh pundak Jupiter.
Jupiter secepat kilat menghapus airmatanya dan menoleh ke arah asal sentuhan di pundaknya.
__ADS_1
Ternyata yang baru saja menyentuh pundaknya adalah Renata."Sabar ya Piter. Aku yakin Elenna bisa merasakan bahwa kamu tidak patah semangat untuk tetap mencari dirinya. Kelak ia akan berterima kasih akan kegigihan mu mencari dirinya " Renata berusaha menghibur dan membesarkan hati Jupiter.
Kembali mata Jupiter berkaca-kaca."Tetapi hingga kini kami belum menemukan lagi sesuatu yang benar-benar menjadi bukti bahwa dirinya masih hidup.Aku khawatir hingga pagi hari nanti bila belum ditemukan tanda-tanda yang lebih jelas akan keberadaan Elenna di jurang ini.Operasi pencarian korban ini pun akan dihentikan." ucap lirih Jupiter
Renata tahu dan bisa merasakan apa yang menjadi kerisauan Jupiter sahabatnya itu.
Tetapi sungguh saat ini yang bisa mereka lakukan hanyalah berdoa agar Elenna dapat cepat diketemukan dalam keadaan sehat.
Langit perlahan mulai berubah yang tadinya gelap kini berkat sang Surya kegelapan itu kini berubah menjadi terang secara perlahan.
Lemas sudah lutut Jupiter. Kini waktu bagi mereka untuk mencari korban kecelakaan yang terjadi kemarin sore telah habis.
Tim pencari korbanpun telah berusaha untuk tetap bertahan mencari lebih dalam lagi ke dasar jurang, tetapi semua belum membuahkan hasil seperti
harapan mereka.
Tubuh korban atau tanda-tanda lainnya akan keberadaan Elenna di sekitar dasar jurang juga belum berhasil mereka dapatkan lagi.
Tetapi seperti perjanjian sebelumnya bahwa jika pagi hari menjelang semua pencarian dinyatakan selesai.Elenna akan dimasukkan sebagai korban hilang.
__ADS_1
Dengan harapan suatu saat nanti entah bagaimana dan kapan Elenna dapat diketemukan dalam keadaan sehat tidak kurang suatu apapun.
......................................