
"Dokter!!" panggil Elenna beberapa kali sambil menekan tombol emergency berulang kali.
Tidak berapa lama, suster jaga masuk ke ruangan dan melihat kondisi Elenna.
"Iya, ada yang bisa saya bantu, nona Elenna." tanya suster sambil membaca nama pasien yang tertera di ujung ranjangnya.
"Saya dimana ini sus? Saya kenapa bisa berada disini.?" pertanyaan beruntun keluar dari mulut Elenna.
Belum sempat suster perawat menjawab, muncullah Dokter Wahyu."Bagaimana keadaan kamu Elenna?"
"Baik Dokter, hanya masih terasa sedikit pusing."
Di belakang Dokter Wahyu muncul Jupiter yang perlahan menunjukkan diri di hadapan Elenna.
"Piter? Kamu ada disini juga? Syukurlah!"
"Kamu ... mengenalku?"
"Pastilah kamu kan cowok aku.Pacaran juga sudah lama sejak aku masuk kuliah.Mana mungkin aku lupa." sahut Elenna.
Dokter dan Jupiter saling pandang.
"Coba jelaskan padaku siapa nama kamu?"
__ADS_1
"Elenna. Kenapa sih kamu ini?" balas Elenna bingung.
Mata Jupiter berkaca-kaca.Tubuhnya gemetar sangat bahagia.Ia lalu memeluk dan mencium Elenna. Melepaskan kerinduan bertahun-tahun terpendam.
Walaupun beberapa waktu yang lalu ia sudah mengetahui dan bertemu dengannya tetapi Elenna belum sadar akan siapa dirinya.Jadi Jupiter tidak mau memaksa Elenna untuk mengenali dirinya.Karena ia tidak ingin menambah trauma yang semakin dalam lagi di diri kekasihnya itu.Yang saat itu bernama Miracle.
"Elenna... apa kamu ingat, siapa ini?" tanya Dokter Wahyu merangkul kakek.
Untuk beberapa saat Elenna berpikir, kemudian ia memegang kepalanya menahan rasa sakit yang terlintas di kepalanya.
"Ell...., Dok?" tanya Jupiter khawatir. Tetapi sang Dokter memberikannya kode agar tenang saja, dan membiarkan proses alamiah yang memulihkannya.
Jupiter kembali menggenggam tangan Elenna untuk menyalurkan kekuatan pada Elenna. "El... apa yang kamu rasakan sekarang, sudah lebih baik?" tanya Jupiter saat Elenna perlahan sudah berangsur bernapas teratur dan tidak lagi memegang kepalanya.
"Kakek...!" panggil Elenna.
Kakek pun terkejut mendengar Elenna memanggil dirinya."Apa kamu memanggilku?" tanya kakek setengah tidak percaya pada pendengarannya.
Kakek bingung kali ini siapa yang ada dihadapannya Elenna atau Miracle. Gadis yang beberapa tahun belakangan ini menemani kehidupannya.Membantu dirinya bila kunjungan ke rumah pasien.. Kehadiran Miracle dalam hidup kakek adalah suatu berkah tersendiri disaat ia kesepian hidup seorang sendiri, karena anaknya bekerja di London. Miracle bagaikan oase yang melegakan bagi Kakek. Rumah kakek terasa kembali hidup dan rame. Karena itulah kakek merasa harus mengucapkan terima kasih pada Miracle atau Elenna, kehadirannya sangat berarti dalam hidupnya.
"Kek!" kembali Elenna memanggil kakek.
"Kamu masih mengingat kakek?" tanya kakek terbata-bata.
__ADS_1
Elenna tersenyum, " Bagaimana mungkin Elenna lupa akan kakek.Karena kakek lah Elenna selamat dari kecelakaan itu. Waktu itu hampir saja El putus asa karena jauh dari perkampungan.Dalam pikiran Elenna saat itu, mana mungkin akan ada yang menemukan dan menolong El. Dan kakek lah penyelamat dikala El telah pasrah." ucap Elenna lirih lalu mereka pun berpelukan dalam tangisan haru.
"Terima kasih banyak Kek! Terima kasih telah menyelamatkan Elenna.Terima kasih atas hidup baru yang Kakek berikan, disaat El lupa ingatan." ucap El sebagai perwujudan rasa terimakasih yang sangat dalam akan pertolongan sang kakek pada hidupnya.
"Sama-sama Mira..eh Elenna.Kehadieanmu juga membawa kebahagiaan buat kakek.Sudah lama kakek jauh dari anak kakek tetapi berkat kehadiran kamu kakek masih bisa merasa bahagia berkumpul bersama keluarga." sahut kakek
"Kakek boleh panggil El apa saja, Miracle juga boleh. Sebuah nama yang indah dan dalam maknanya pemberian kakek padaku.Terina kasih sekali lagi El ucapkan pada kakek." ucap Elenna.
"Sebentar ya El" pamit Jupiter, lalu ia menghilang di balik pintu ruangan rawat Elenna.
Tidak lama kemudian Jupiter membawa seseorang di hadapan Elenna.
"El, kamu ingat siapa dia?"
Elenna terdiam menatap seseorang yang telah berdiri di hadapannya dengan canggung tapi sorot matanya terlihat ada kesedihan yang dalam disana.
"Kek ...kita keluar dulu yuk!" ajak Jupiter lalu bersama kakek, dokter dan sang perawat mereka keluar ruangan dan meninggalkan Elenna.
Setelah semua orang keluar ruangan.Bima mencoba mencairkan suasana dalam rasa pedih sekaligus bahagianya.
"Haii masih ingat aku?" tanya Bima bergetar.
Sekilas beberapa kilatan kenangan bersama Bima terlintas jelas di kepala Elenna."Bima...." ucap lirih Elenna.
__ADS_1
...............................................