Kembalinya Elenna Cinta Pertama

Kembalinya Elenna Cinta Pertama
Sadar


__ADS_3

Sesampainya Ambulance di halaman Rumah Sakit, beberapa ahli medis sudah bersiap melakukan tindakan pertolongan pertama untuk Miracle.


Miracle kini mulai diperiksa lebih lanjut dan dilakukan sedikit jahitan untuk menutup robekan di belakang kepalanya.


Baik Kakek, Bima dan Jupiter menunggu dengan cemas di luar ruangan.Mereka berjalan mondar-mandir di depan ruangan. Menunggu kabar terbaru Miracle.


"Kek---" sorot mata penuh harap Jupiter agar kakek mencari tahu di kalangan tenaga medis tentang keadaan kekasihnya.


Kakek akhirnya meninggalkan Jupiter dan Bima. Ia melangkah ke ruangan dokter yang ia kenal disana.


Jupiter terlihat terduduk di pojokan sambil kepalanya tertunduk.Pikirannya saat ini begitu kacau antara lega, sedih dan bingung.


Lega akhirnya setelah bertahun-tahun kehilangan Elenna, ia kini bisa bertemu kembali walau dalam keadaan dan situasi yang tidak ia harapkan.


Tiba-tiba pundak Jupiter merasa ada yang menyentuh."Percayalah pelangi itu pasti muncul setelah badai datang."ucap Bima.


Mendengar suara kakaknya itu Jupiter segera mengangkat kepalanya dan memandang lekat sang kakak. Ada perasaan sedih teramat sangat seperti teriris, bila mengingat Bima juga mencintai Elenna yang berindetitas sebagai Miracle karena ingatannya yang hilang.


Mereka pun saling berpelukan. "Maafkan Piter kak! Maafkan Piter."

__ADS_1


Bima berusaha tersenyum, "Hei, kamu tidak salah apa-apa. Keadaan lah yang membuat semua ini terjadi.Tapi mungkin dengan cara beginilah semua mulai terkuak. Dari awal aku curiga hingga menyadari kalau Miracle adalah Elenna kekasih mu, jujur ada perasaan sedih. Tapi aku tidak pernah menyalahkan kalian berdua. Karena kalian juga korban dari semua kejadian ini." Bima menepuk kedua pundak adiknya itu


"Jangan bersedih. Bersabarlah, aku yakin cepat atau lambat ingatannya akan kembali seperti sediakala.Dan kalian akan kembali berbahagia seperti dahulu lagi." Bima mencoba memberi semangat untuk Jupiter adiknya. Ia berusaha tersenyum walau dalam hati teriris pedih.


"Terima kasih kak. Terima kasih buat pengertiannya.Maaf bila kejadian ini melukai hati kakak." ucap Jupiter sungguh-sungguh.


Bima menarik napas panjang, mencoba tersenyum.Agar adiknya tidak lagi mengkhawatirkan dirinya."Jupiter berhak bahagia, setelah kesedihan panjang dan pengkhianatan sahabat mereka sendiri.Dia berhak bahagia.Mungkin ini semua takdir yang harus ia lalui.Dan takdir juga yang akan mengembalikan Elenna dengan ingatannya pada pelukan Jupiter.' bisik batin Bima.


"Keluarga Elenna, silakan masuk! Ditunggu Dokter di dalam." panggil suster perawat yang telah berdiri tegak di depan mereka.


Bima dan Jupiter pun menoleh bersamaan ke arah suster. "Saya sus!" jawab kompak Bima dan Jupiter lalu mereka pun saling berpandangan sekilas.


'Terima kasih kak." setelah membaca kode yang diberikan kakaknya.


Bima pun mengangguk pelan."Aku tunggu disini.Semoga berita baik."


Kemudian Jupiter pun melangkah masuk ke dalam ruangan.Dimana disana telah berkumpul Beberapa dokter spesialis serta kakek .


Wajah kakek terlihat berseri dan bahagia.Seolah menyampaikan pesan pada Jupiter bahwa Elenna baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

__ADS_1


"Kek! Bagaimana kondisi Elenna?" tanya Jupiter tidak sabar.


Semua Dokter yang ada di dalam ruangan itu, tersenyum. Tanda tidak perlu ada yang dikhawatirkan lagi.


"Bagaimana dengan luka di kepalanya?"


"Tenang Piter, semua baik-baik saja. Luka di kepala Elenna pun sudah kami jahit dan akan pulih dalam waktu beberapa hari ke depan." ucap Dokter Wahyu yang menangani Elenna.


"Dan ada kabar gembira untukmu" ucap kakek.Yang disambut senyuman lebar Dokter Wahyu dan yang lainnya.


Jupiter mengerutkan keningnya mencoba memahami apa yang terjadi.


"Kabar apa kek?'


"Miracle ... sudah mengingat kembali siapa dirinya. Selamat ya!" jelas Kakek.


Jupiter bagaikan tersambar petir, seluruh tubuhnya bergetar tidak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan. Kakinya pun seolah menempel erat di lantai yang ia pijak.Bahkan mulutnya pun terkunci rapat tak mampu berkata-kata.


Dia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan kabar gembira ini.Hatinya bersorak gembira tetapi mulutnya keluh belum mampu mengeluarkan sepatah kata pun.Kabar ini terlalu membahagiakan sekaligus tidak disangkanya akan ia dengar hari ini.

__ADS_1


....................................


__ADS_2