
Renata terus mengamati apapun yang dilakukan oleh Jupiter. Sambil mengamati sekitar. Renata berusaha keras untuk mengetahui dimana sesungguhnya keberadaan dirinya.
Tangannya meraih handel pintu mobil, hendak membukanya.Tiba-tiba Jupiter dan temannya membuka pintu dan masuk ke dalam mobil.
Lalu Jupiter melanjutkan perjalanan, dengan arahan petunjuk temannya itu."Hmm apakah uang yang diberikan Jupiter tadi sebagai jasa pemandu jalan pemuda tersebut?" pikir Renata
"Tapi kalau memang aku sudah tahu tempat yang akan ia tuju, kenapa tidak langsung bertanya padaku saja, kenapa harus membuang duit untuk membayar petunjuk jalan?" kembali Renata mencoba memecahkan teka teki sikap Jupiter
Entah mengapa ia merasa sikap Jupiter berubah sinis padanya. Sejak awal ia datang menjemput dirinya.
Walau biasanya pun Jupiter terkesan sedikit cuek dan dingin. Tetapi Renata masih bisa merasakan kebaikan dan kepedulian sosok Jupiter padanya.
Tetapi kali ini, setelah hampir seminggu mereka tidak saling bertemu. Sikap Jupiter padanya berubah drastis. Walaupun jarang bersikap manis dan tersenyum padanya.Tetapi tidak sesinis dan sedingin ini. Kepala Renata benar-benar terasa penuh oleh teka teki misteri sikap Jupiter padanya,
"Bertanya pun tidak ada gunanya.Jupiter hanya menjawab seenak mulutnya berkicau. Tidak mau memberi jawaban pasti dan melegakan hati" gerutu Renata dalam hati.
"Hati-hati bos!" teriak pemuda itu saat mobil menuruni jalanan terjal berliku.
Melihat keadaan jalan yang begitu terjal, berliku dan berbatu.Renata dengan cepat meraih pegangan di atas pintu untuk menahan tubuh kita dari goncangan dahsyat.
"Piterr awas!!" teriak Renata saat jalanan tiba-tiba berbelok curam.
__ADS_1
Setelah melewati jalanan terjal berliku tadi, kini jalanan mulai bersahabat.Renata pun akhirnya bisa bernapas lega.Tetapi itu tidak berlangsung lama.
"Setelah puskesmas di depan. Kita belok kiri bos!"
"Puskesmas??"gumam Renata.
Renata seperti mengenal Puskesmas yang baru saja ia lewati."Sepertinya aku pernah melihat Puskesmas itu.Apa benar aku pernah kesini sebelumnya?" Renata berusaha mengingat dimana ia pernah melihat Puskesmas yang mirip dengan yang baru saja ia lewati .
Jupiler melirik Renata, memantau reaksi Renata saat melewati Puskesmas yang baru saja ia lalui.
Melihat Renata tertarik dengan Puskesmas tadi, hingga kepalanya ikut memutar ke belakang saat mobilnya melewati bangunan Puskesmas itu.Membuat Jupiter semakin yakin Renata dengan sengaja menyembunyikan keberadaan kekasihnya dari dirinya.
Jupiter tersenyum sinis. Dengan sorot mata penuh kebencian.Dalam hidupnya ia paling tidak suka dibohongi karena ia pun berusaha selalu berbuat jujur pada siapapun.
Akhirnya mobil Jupiter pun berhenti di sebuah rumah mungil sederhana.Mendengar suara mobil berhenti di depan rumah. Penghuni rumah pun membuka pintu untuk melihat siapa yang berhenti di depan rumah mereka.
Seorang ibu muda sambil menggendong anaknya menghampiri mobil Jupiter .
Jupiter menarik napas sejenak, lalu bersama pemuda tadi keluar dari mobil.Tanpa menghiraukan Renata.
Merekapun terlihat bersalaman dan berbicara akrab.
__ADS_1
Renata yang masih berada di dalam mobil. Hanya bisa merasakan lemas di sekujur tubuhnya ."Bukankah itu wanita yang dulu mempertemukan ku dengan Elenna." batin Renata.
"Sejak kapan Piter mengenal wanita itu.Apakah ia kini sudah bertemu Elenna ? Apakah Elenna sudah kembali ingatannya?" pikir panik Renata.
Keringat dingin mengucur deras , detak jantungnya pun kini berdetak sangat cepat.
Wanita muda itu, kini menghampiri mobil Jupiter dan mengetuk kaca jendela mobil.
Tuk tuk tuk
Menyadari hal itu.Renata berusaha menghapus keringat dinginnya dan berusaha menenangkan diri.
Sejak ia mengambil keputusan untuk menyembunyikan keberadaan Elenna yang sedang lupa ingatan di desa terpencil dan hidup bersama seorang dokter tua, ia sudah siap menanggung resiko nya bila suatu saat Jupiter akan mengetahui juga keberadaan Elenna .
Tetapi terkadang ia pun tidak menginginkan hal itu terjadi. Oleh karena itu ia sangat menjaga informasi ini tidak sampai diketahui oleh Jupiter. Ia kini sudah terlanjur mencintai Jupiter dan sebentar lagi mereka akan bertunangan dan menikah.
Tuk tuk tuk
Kaca jendela mobil kembali diketuk .Tetapi kini Jupiter yang mengetuk nya.
............................................
__ADS_1
Sambil menunggu up kalian bisa baca karya teman author