
Kakek meraih foto yang disodorkan Jupiter. Sorot mata terkejut saat memandang foto yang ada di hadapannya, membuat Jupiter mengerutkan keningnya.
"Dokter mengenalnya?Apa benar Elenna yang anda temukan?"
"Apa benar gadis ini dok?" desak Jupiter.
Melihat perubahan raut wajah sang Dokter, Jupiter yakin gadis yang ia temukan waktu itu adalah Elenna.
Entah kenapa saat ini Jupiter merasa mempunyai energi lebih untuk mengetahui kebenarannya.
....................................................
Di kediaman Renata.
Sepanjang hari ini, entah kenapa perasaan Renata begitu kacau. Hatinya terasa berdebar tidak menentu.Ada perasaan ketakutan terselip di dadanya.
Renata duduk di depan televisi.Tangannya menggenggam remote control.Tanpa ia sadari jarinya terus menekan tombol ganti saluran televisi.
Mama yang kebetulan melintas di ruang keluarga tersebut.Terpaksa menghentikan langkahnya.Ia melongok ke arah anaknya yang terlihat seperti sedang menanggung beban pikiran yang berat.
Perlahan mama mendekati Renata.Memperhatikan sekali lagi apa yang dilakukan oleh anaknya tersebut.Lalu mama pun mengerutkan keningnya seolah berpikir tentang keanehan tingkah anak gadisnya itu.Yang sebentar lagi akan bertunangan.
Mama akhirnya melangkah mendekati Renata dan duduk disampingnya.Sesaat ia memperhatikan apa yang sedang anaknya lakukan. Kemudian mama meraih remote televisi yang tadinya dalam genggaman anaknya itu.
Merasa ada yang menyentuh dan mengambil remote televisi yang tadi ia pegang.Kesadaran Renata pun akhirnya kembali. Dengan reflek Renata berusaha kembali meraih remote yang kini telah berpindah tangan.
__ADS_1
"Ahaa ...kenapa? Kamu mau ini?" mama Renata memainkan remote yang kini telah berpindah tangan.
"Eitss. Cerita dulu. Apa yang terjadi.Kenapa wajah kamu murung.Sedang mikirin apaan sih?" desak mama kepo.
"Mikirin apaan.Gak ada kok ma." Sahut Renata.Lalu ia bangkit berdiri dari sofa.
Dengan sigap mama menahan lengan Renata agar tidak meninggalkan dirinya.
"Mau kemana?."
Ketika Renata berusaha berpikir keras untuk mencari alasan. Tiba-tiba dering telpon mamanya berbunyi.
Renata pun menarik napas lega.
"Tunggu. Mama angkat telpon dulu."perintah mama lalu menerima telepon.
"Kakaknya Jupiter sudah datang . Keluarganya mengundang kita makan malam." jelas sang mama atas telepon dari keluarga Jupiter.
Renata hanya terdiam. "Aneh" gumamnya.
"Kakak Piter sudah datang kenapa ia tidak mengabari aku sama sekali." pikir Renata.
Ia merogoh kantong bajunya lalu mengecek ponselnya. Aman, hening bahkan tidak ada pesan masuk maupun miskol dari Jupiter satu pun.
Kembali Renata berpikir. Hatinya semakin tidak tenang dan ada rasa ketakutan yang cukup menganggu mood dirinya saat ini.
__ADS_1
"Jupiter mengabari dirimu, kalau kakaknya sudah datang?" mama menatap menyelidik kedua mata Renata
"Sudah ma tadi. " sahut singkat Renata.Ia terpaksa berbohong agar mamanya tidak lagi bertanya lebih detail.
"Rena ke kamar dulu ya ma." ijin Renata untuk menjauh dari pertanyaan-pertanyaan yang menjebak dirinya.
Secepat kilat Renata menjauh dari mamanya dan masuk ke dalam kamarnya.
Ia menutup pintu kamarnya dan bernapas lega.Renata tidak tahu harus menjawab apa pertanyaan mamanya bila bertanya tentang keanehan dirinya Karena Renata sendiri tidak mengetahui apa penyebab perasaan kacau dirinya itu.
Renata berjalan di depan jendela kamarnya.ia menatap hening nya malam Mencoba mencari sang bintang yang biasa membantu bulan menerangi gelapnya malam.Tetapi malam ini sepertinya bintang sedang tidak ingin menunjukkan kehadirannya.
Renata memandangi ponselnya.Sepi."Kenapa Jupiter sama sekali tidak menghubungi ku?" pikir Renata.
Renata menarik napas panjang.Lalu ia mencari nomer telpon Jupiter di daftar kontaknya kemudian ia menekannya.
Sedetik dua detik ia menunggu respon dari Jupiter.Dan tiba-tiba Jupiter menolak telepon dari Renata.
Renata tertegun sesaat, cukup terkejut ia memandang layar ponselnya. Selama ia mengenal Jupiter, bahkan sesibuk apapun dirinya, Jupiter selalu menerima setiap telpon masuk dari siapapun.
"Aneh! Ini tidak seperti biasanya.Jupiter tidak pernah menolak telepon masuk Pasti ada sesuatu." kembali pikiran negatif Renata mengganggunya.
....... ................................
Sambil menunggu up yuk baca
__ADS_1